• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SKENARIO DI BALIK PELUKAN BA’ASYIR DAN HOAX ZIONIS (Sebuah Hipotesa)

fusilat by fusilat
September 30, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Pagi ini (29 September 2025, 07:58 PM WIB), politik Indonesia kembali jadi teater absurd dengan kunjungan Abu Bakar Ba’asyir ke mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo. Di balik sungkeman dan salam “Wa’alaikumsalam” yang viral, ada indikasi kuat skenario culas Jokowi untuk menggoyang posisi Presiden Prabowo Subianto. Dengan memanfaatkan sentimen agama, kunjungan Ba’asyir, dan hoax billboard “Abraham Shield” yang disebarkan Felix Siauw, Jokowi tampak membangun narasi ganda: menguatkan citranya sebagai “pemimpin Islam” sekaligus melemahkan Prabowo sebagai “pengkhianat umat”. Berikut analisis mendalam skenario tersebut.

Skenario Pertama: Pelukan Ba’asyir sebagai Kontra-Narasi terhadap “Shalom-Gate” Prabowo

Kunjungan Ba’asyir, pendiri Al-Mukmin Ngruki yang pernah dicap teroris PBB, ke Jokowi bukan sekadar silaturahmi. Ba’asyir menyebut datang untuk “menasihati” Jokowi terapkan syariah, dan Jokowi mengiyakan dengan nada patuh, “Beliau menasehati saya untuk mengabdi pada Islam.” Video sungkem ini viral di X, dapat ribuan like dari akun garis keras yang dulu hujat Jokowi “kafir”. Timing-nya strategis: pasca-pidato Prabowo di PBB (23 September 2025) yang kutuk “genosida Gaza” tapi tutup dengan “Shalom” dan dukung two-state solution, memicu kemarahan kelompok Islam konservatif.

Jokowi memanfaatkan momen ini untuk kontra-narasi. Dengan pelukan Ba’asyir—simbol garis keras yang dulu dia bebaskan 2021—Jokowi posisikan diri sebagai pemimpin yang “bela Islam” kontras dengan Prabowo yang dianggap “kompromi kafir”. Ba’asyir bahkan klaim kirim surat nasihat ke Prabowo via Jokowi, seolah Jokowi jadi “penjaga syariat” yang mengawasi presiden baru. Ini psywar halus: Jokowi cuci citra pasca-lengser, sekaligus sindir Prabowo yang “lupa” basis konservatifnya saat pilpres 2024.

Skenario Kedua: Manfaatkan Hoax Siauw untuk Kristalisasi Antipati

Hoax billboard “Abraham Shield” yang menampilkan Prabowo berdampingan Trump-Netanyahu, disebarkan Felix Siauw (@felixsiauw) pada 27-28 September 2025, jadi alat amplifikasi skenario ini. Meski terbukti editan kasar (analisis Roy Panci Suro, Jawa Pos, 29 September 2025), unggahan Siauw dengan caption provokatif—”Prabowo di billboard Zionis, sinyal pengkhianatan umat”—meledak: 50.000+ like, 10.000 repost. Siauw, eks-HTI yang dulu kritik Jokowi, kini pivot(perubahan strategi) serang Prabowo, sebut two-state “resep damai palsu!”.

Di balik layar, ini bisa jadi bagian strategi Jokowi. Siauw, dengan 3,3 juta followers, bisa jadi proxy efektif—pengaruhnya di kalangan garis keras memungkinkan kristalisasi narasi “Prabowo pro-Zionis”. Jokowi tak perlu turun tangan langsung; ia cukup biarkan narasi ini tumbuh dana berkembang, didorong jaringan eks-HTI dan FPI. Hasilnya? Hashtag #PrabowoProZionis trending, picu spekulasi di grup WA santri Jateng bahwa Prabowo “jual Palestina buat DK PBB”. Ini melemahkan Prabowo di mata basis Islam konservatif yang dulu mendukungnya.

Skenario Ketiga: Provokasi Demo dan Teror untuk Legitimasi Jokowi

Ini kekhawatiran bahwa skenario ini akan tereskalasi menjadi aksi nyata. Dukungan two-state Prabowo, diglorifikasi lewat hoax Siauw, bisa picu demo besar seperti 212, dengan isu “ketidakpercayaan umat Islam”. Lebih ngeri lagi, ada potensi aksi terorisme—entah bom asli atau false flag operation pakai nama Islam garis keras. Jika ini terjadi, Jokowi akan siap manfaatkan: “Sepanjang 10 tahun saya, tak ada statement pro-two-state, tak ada teror.” Ini legitimasi politiknya—kontras dengan kekacauan di era Prabowo.

Jokowi bisa main di dua kubu: pelukan Ba’asyir jaga basis garis keras untuk Gibran/PDIP jelang pilkada 2025 atau amunisi 2029, sekaligus distraksi dari isu ijazah palsu. Sementara Prabowo yang apes kena sialnya: dianggap pengkhianat agama (sebagaimana narasi Siauw) dan di kelompok nasionalis (dianggap melanggar UUD 1945 dengan akui kolonialisme Israel). Jokowi, di balik layar, jadi pemenang—popularitasnya terdongkrak, relevansi politiknya naik, dan Prabowo akan semakin terpojok.

Dalam politik, apa yang terlihat di permukaan bukanlah peristiwa sebenarnya. Politik praktis itu bukan yang tersurat melainkan apa yang tersirat. Apa yang terjadi di panggung pertunjukan, belum tentu yang sesungguhnya terjadi. Pertunjukan sesungguhnya justru terjadi di balik layar. Di sini, Jokowi tampil sebagai sutradara narasi lewat Ba’asyir dan Siauw, sementara Prabowo menjadi target tanpa sadar. Pelukan Ba’asyir dan hoax Zionis hanyalah tirai—realitasnya, Jokowi main catur politik untuk kembali relevan atau dukung Gibran, dengan chaos dan terorisme sebagai alat legitimasi.

Skenario Jokowi ini cerdas namun culas. Pelukan Ba’asyir kontra “Shalom-Gate”, hoax Siauw mengamplifikasi antipati, dan potensi chaos melegitimasi posisinya. Politik Indonesia: sinetron di mana Jokowi main lempar batu sembunyi tangan, sambil Prabowo diumpankan sebagai sasaran tembaknya. Ngeri membayangkan eskalasinya—tapi verifikasi fakta jadi senjata kita. Wallahu a’lam(MDA)

Teras Malawu, 29 September 2025, 08:15 PM WIB

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jeritan Sawah yang Dibungkam Pupuk Kimia

Next Post

Dualisme Reformasi Polri: Antara Krisis Legitimasi dan Kepatuhan pada Sistem Presidensial

fusilat

fusilat

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Target Kosongkan Rempang. Polisi Dikerahkan Mengintimidasi Warga Rempang Agar Segera Pergi dari Rumah Mereka Sendiri

Dualisme Reformasi Polri: Antara Krisis Legitimasi dan Kepatuhan pada Sistem Presidensial

Polisi, Sherif, Koban, dan Pecalang: Menjaga Keamanan dari Pusat Komunitas

Polisi, Sherif, Koban, dan Pecalang: Menjaga Keamanan dari Pusat Komunitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...