Jakarta – Fusilatnews- Menteri yusril mengatakan munculnya kebijakan efisiensi Anggaran karena ditemukannya kebocoran Anggaran sebesar 30 persen
“Kenapa dilakukan penghematan dan untuk apa uangnya dihemat itu.
Presiden tegas mengatakan bahwa sekitar 30 persen dari APBN kita selama ini ternyata itu bocor,” ujar Yusril, melansir Antara, Kamis. “(Ada anggaran yang) tidak dapat dipertanggungjawabkan dan terlalu banyak pengeluaran untuk hal-hal yang sebetulnya tidak terlalu perlu dan mendesak,” lanjut dia.
Presiden Prabowo, kata Yusril, memiliki cita-cita besar dalam lima tahun ke depan.
Penghematan APBN yang diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS itu akan diinvestasikan untuk membiayai program bantuan langsung ke rakyat, contohnya Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembiayaan 34-35 megaproyek yang dimulai pada tahun ini.
Investasi berbagai megaproyek itu diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen dalam kurun lima tahun mendatang.
Menurut Yusril, penghematan yang mencakup biaya perjalanan dinas, pembelian alat tulis kantor, hingga kegiatan seminar yang akan berkurang memang akan sangat terasa pada satu dua tahun pertama pemerintahan, namun akan berdampak positif pada masa depan.