• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Erick Thohir dan Korporatisme Jokowi: Jejak Uang Rakyat yang Menguap

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
June 8, 2025
in Crime, Feature
0
Erick Thohir Harus Mundur: Pertanggungjawaban atas Mega Korupsi di PT Pertamina
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Christovia Wiloto

Erick Thohir bukan sekadar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia adalah wajah korporatisme era Jokowi, produk dari rekayasa politik yang sengaja didandani bersih dan profesional, namun sesungguhnya memegang kendali atas jejaring korupsi yang disusun rapi. Tidak berteriak, tidak mencolok. Justru karena itulah ia efektif—sebagai eksekutor senyap dari strategi besar kekuasaan.

Lahir dari keluarga pebisnis, Erick dan kakaknya, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, bukan pemain baru dalam bisnis energi dan pertambangan. Boy, yang lebih akrab dijuluki Polytohir karena keluwesannya dalam lintas jaringan kekuasaan, dikenal luas sebagai pengendali Adaro Energy—raksasa batu bara nasional yang kini meluas ke nikel dan pembangkit energi. Jejak bisnis keluarga ini menancap dalam pada jantung ekonomi nasional, dan celakanya, ikut mewarnai bagaimana BUMN dikelola bukan untuk publik, melainkan untuk menyuburkan oligarki.

Produksi BBM: Jaringan Uang Haram yang Terstruktur

Kita pernah percaya bahwa Pertalite dan Pertamax adalah bagian dari subsidi rakyat. Tapi kenyataan yang mulai menguap ke permukaan sangat berbeda. Di balik label subsidi, terdapat sistem produksi dan distribusi BBM yang menyerap dana rakyat dalam jumlah triliunan setiap harinya. Ini bukan sekadar mekanisme pasar. Ini adalah skema ekonomi rente yang menggunakan stabilitas harga sebagai dalih untuk menyedot darah rakyat.

Skemanya sistematis: PT Pertamina Patra Niaga mendistribusikan BBM ke SPBU dengan hitung-hitungan yang sudah mengandung “biaya tak resmi”. Tiap liter memiliki komponen upeti, baik melalui jalur SPP rekanan maupun dana talang proyek yang bermuara ke rekening pribadi operator-operator tertentu. Dana yang mengalir? Diperkirakan antara Rp1–3 triliun per hari. Mengalir tenang ke kantong jaringan politik, relawan, hingga partai. Semua dalam nama “stabilitas”.

Korupsi BUMN: Satu Pola, Banyak Wajah

Kasus di Pertamina bukan satu-satunya. Erick disebut-sebut sebagai benang pengikat dalam sejumlah skandal di BUMN besar lain.

  • Garuda Indonesia: Skandal pengadaan pesawat dan leasing yang menjerat manajemen. Erick tampil sebagai ‘pembersih’, namun proses hukum tak kunjung jelas.
  • PT KAI dan Kereta Cepat: Proyek mercusuar yang digadang sebagai lompatan teknologi, justru membengkak jadi Rp113 triliun, dipenuhi mark-up dan biaya fiktif. Konsultan asing yang terafiliasi dengan jaringan bisnis Boy Thohir ikut bermain.
  • Waskita Karya dan Adhi Karya: BUMN konstruksi ini terus disuntik dana, namun tetap merugi. Aliran dana proyek menguap ke rekening kontraktor fiktif dan jejaring politik.

Skema holding tambang yang digagas pun tampak hanya sebagai cara licik untuk menyamarkan aliran aset dan keuangan strategis negara ke tangan-tangan yang sudah lama menguasai sumber daya alam kita. Erick di kementerian, Boy di sektor bisnis—dua sisi dari koin yang sama.

Jokowi dan Erick: Konstruksi Oligarki yang Telanjang

Jangan kira Jokowi tak tahu. Ia adalah otak dari penempatan Erick di pos strategis itu. Ia sadar betul konflik kepentingan yang inheren dalam posisi tersebut. Tapi itu bukan masalah, justru bagian dari desain besar: mengalirkan dana pemilu, membangun mercusuar warisan, dan mengokohkan kekuasaan keluarga dan jejaringnya.

Kepemimpinan Jokowi dibungkus dalam retorika kerja dan infrastruktur, namun tubuh kebijakannya dipenuhi aliran uang dari BUMN untuk pembiayaan politik. Apa yang dilakukan Erick bukan kerja untuk negara. Ia bekerja untuk kekuasaan pribadi—dan, tentu saja, untuk sang patron.

Prabowo: Strategi Diam Seorang Prajurit

Kini, ketika Jokowi telah selesai, publik bertanya: Mengapa Presiden Prabowo diam? Apakah ia tidak tahu?

Justru sebaliknya. Prabowo sudah tahu segalanya. Ia memegang bukti-bukti: rekening penampungan, struktur aliran dana dari Pertamina ke perusahaan elektronik, pengaturan tender di Kementerian BUMN, hingga catatan keterlibatan pihak-pihak di lingkaran dalam.

Namun, Prabowo memilih strategi sunyi. Ia tidak terburu-buru menggebrak. Ia membiarkan jaringan Erick bergerak, berkembang, dan pelan-pelan terseret oleh beban korupsinya sendiri. Seperti kata Sun Tzu: “Jangan ganggu musuhmu saat ia sedang menghancurkan dirinya sendiri.”

Penangkapan yang Menanti: Simbol Berakhirnya Era Jokowi?

Ada indikasi kuat bahwa Erick akan dijatuhkan. Bukan karena moralitas hukum, tapi karena kebutuhan panggung. Prabowo perlu satu simbol: bahwa era korupsi sistemik ala Jokowi telah berakhir. Dan Erick, dengan seluruh jejaring bisnis-politiknya, menjadi pilihan yang pas—sebagai wajah oligarki yang akan ditumbangkan.

Namun publik tak akan puas dengan boneka. Jika Prabowo serius, maka ia harus menyapu bersih akar-akarnya, bukan sekadar mengorbankan satu atau dua figur untuk mencuci muka kekuasaan.

Rakyat Jangan Diam

Di tengah manuver elite, rakyat tak boleh hanya jadi penonton. Rakyat harus menuntut audit publik atas pengelolaan BBM dan BUMN. Mendesak KPK dan Kejaksaan Agung untuk bergerak tanpa pandang bulu. Karena uang yang digelapkan bukan sekadar angka. Itu adalah napas kehidupan kita semua: dari ibu rumah tangga yang membeli beras, sopir ojek yang mengisi bensin, hingga petani yang menggantungkan harapan pada pupuk subsidi.

Penutup

Kita berada di ujung transisi. Di satu sisi, ada warisan korupsi yang disusun rapi di bawah jargon kerja-kerja pembangunan. Di sisi lain, ada janji perubahan yang masih menggantung di balik senyum diam seorang jenderal.

Tapi perubahan sejati tidak akan datang dari atas, jika tekanan dari bawah tak ada. Sejarah mengajarkan: kekuasaan tak pernah jujur pada dirinya sendiri. Dan kita, rakyat, harus menjadi cermin yang membuatnya takut.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Intoleransi Makin Marak, Presiden Jangan Acuh Tak Acuh

Next Post

Manis Kue Kekuasaan dan Masa Depan Jokowi

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Jokowi Alami Alergi Kulit Usai Kunjungan ke Vatikan

Manis Kue Kekuasaan dan Masa Depan Jokowi

Kudeta Konstitusi di Balik Amandemen: Seruan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945

Kudeta Konstitusi di Balik Amandemen: Seruan Kembali ke Pancasila dan UUD 1945

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...