• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gaya Komunis dan Praktek Adu Domba Antara Si Kaya dan Si Miskin

fusilat by fusilat
September 28, 2022
in Feature
0
Palu Arit di Takeran
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Damai Hari Lubis- Pengamat Hukum & Politik

Borjuis atau Bourgeoisie sebutan bagi kaum the have, atau orang punya atau kelas menengah keatas.Kaum Borjuis muncul di kota-kota yang ada di akhir zaman feodal ( monarki ) dan memasuki awal abad dari zaman modern, melalui kontrol perdagangan jarak jauh dan manufaktur kecil. Kata borjuis dan atau golongan borju berasal dari bahasa Prancis, yang berarti “penghuni-kota” atau kata bourg, atau burg (kastil) atau penghuni istana dari bahasa Jerman

Label atau pemberian identitas borjuis oleh kaum Komunis terhadap raja dan sistimnya (politik oligarki/ monarki) awalnya dilandasi oleh penolakan dan rasa benci dari para buruh atau rakyat jelata. Mereka merasakan kesewenangan yang terjadi pada saat itu, sekitar tahun 1800-an atau abad 18. Pada umumnya merupakan golongan atau kalangan istana atau kerajaan atau kalangan para bangsawan dan penguasa istana.  Pula para pengusaha kaya, yang kemudian menjadi cikal bakal atau musuh dari faham komunisme.

Berkelanjutan hingga saat ini, dalam persepsi pemerintahan, apapun yang tidak menggunakan sistim komunis.

Catatan sejarah eksistensi kelompok atau golongan komunisme ada di tanah air, dan pernah mencoba beberapa kali, berbuat anslag atau makar, melalui berakan Partai komunis Indonesia yang ingin menghancurkan NKRI melalui perubahan terhadap landasan atau sistim dasar negara Pancasila, seperti yang penjabaran pelaksanaan sistimnya terdapat pada batang tubuh UUD.1945.

 Kelompok atau golongan komunis ingin merubah dasar negara yang ber- sistim Pancasila menjadi sistim komunisme, melalui pemberontakan PKI, diantaranya terjadi di Madiun, pada tahun 1948  dan Tahun 1965 di Jakarta melalui pembunuhan para Jendral TNI. Pada malam 30 September 1965 ( Gerakan Gestapoe/ Gestapu ) atas peristiwa  kejahatan atau penghianatan kaum komunis/ PKI terhadap bangsa dan negara ini ( NKRI ).

Melahirkan historis TAP. MPRS. No. XXV, Tahun 1966 yang melarang keberadaan faham komunis ( PKI ) dan melarang penyebaran fahamnya,  kemudian TAP. MPRI dimaksud dirujuk oleh Pasal 107, UU. RI. NO. 27 . Undang – undang Tentang Perubahan UU. RI. No.1 Tahun 1946 Tentang KUHP,  yang materil nya mengandung unsur pidana dan terdapat sanksi berat hukuman bagi para pelanggarnya

Khas penganut komunis di Indonesia, mereka yang menamakan diri sebagai proletarian atau kelompok atau komunitas – komunitas rakyat bawah/ jelata, setelah berhasil ditampuk politik dan kekuasaan, malah menjadikan diri mereka sebagai kepanjangan tangan dari oligarki.  

Jadi persepsi negatif, namun objektif, bahwa orang – orang bodoh dan miskin akan tetap menjadi ajang dulang konstituen politik mereka sebagai ladang suara. Sehingga wong cilik atau orang-orang jelata, mesti terus dibangun sentimen psikologis dengan pembatas atau terus mengumandangkan  batasan kriteria antara yang kaya dan si miskin.  Mereka akan terus hembuskan sebagai suara atas nama wong cilik.

Walau mereka sudah menjadi pengganti para pejabat dan pengusaha terkemuka di negeri yang sudah dikuasai atau negara yang sudah bersistem komunis.

Dalam prakteknya komunisme (dulu di NKRI adalah PKI) tentu akan tetap memelihara kebodohan dan kemiskinan, padahal  bertentangan cita cita dan kewajiban UUD. 45 & Pancasila, supaya tetap menjadikan mereka  setia dan patuhi para penguasa komunis.

Paham komunis bertolak belakang dengan cita cita UUD 1945 yakni negara berkewajiban mencerdaskan dan sejahterakan anak bangsa. Dan mazhab  komunisme  hanya itu.

Karl Marx dengan segala buah pikirnya marxisme, lalu ke pengikutnya Lenin ( Leninisme ) akhirnya membuahkan pemahaman komunisme  seorang dan pengikutnya yang mengawali perjuangannya, dalam bentuk penentangan terhadap sistim feodal atau monarki absolut, yang bekerja sama atau berkolaborasi dengan pemuka agama atau dewan gereja ( Katholik/ atau Kristen). 

Pada pemerintahan komunisme yang sampai kini masih tetap bertahan, dalam berbagai bentuknya sepeti di Russia, RRC & Korea Utara. Entahlah jika di negara Russia yang ada di belahan Benua Eropa, mungkin pengaruh  alam demokrasi ala barat karena berdekatan dengan Eropa Barat, mulai berbeda dalam prakteknya.

Adanya bukti sudah terlepas atau melepaskan diri daripada beberapa gabungan / uni dari bangsa atau negara yang ada sebelumnya di Uni Sovyet ; Chezna , Ukrania dan lain – lain ? 

Namun jika menurut fakta China amat kejam terhadap kehidupan demokrasi contoh kongkret, perilaku mereka terhadap ras Uyghur dan pemerintahan Korea Utara yang begitu kejam terhadap lawan politiknya, amat sedikit publik dunia mendengar kebebasan kehidupan demokrasi dinegaranya

Kembali kepada pemahaman komunisme dalam praktek penyelenggaraan negara ( ditanah air ), atau dimanapun mereka paham komunis hidup dan diberlakukan, akhirnya tentu membutuhkan kapital karena persaingan globalisasi butuh science & technology. Maka tentunya para pengusaha/ tuan saudagar disertakan, jadilah mereka sebagai komunis kapitalis yang oligarki.

Namun tetap soundingnya rakyat jelata serta terus kepada wong cilik atau kaum jelata mewakili mereka dalam melawan orang kelompok faham lain, yg sudah kalah. Aneh kan ? Padahal atau seandainya pun sejatinya  mereka sudah berkuasa sebagai penyelenggara negara yang berkuasa/ penguasa.

Sekali lagi mereka hanya berlindung dan hembuskan api amarah sentimen yg ekstra kepada orang2 kaya walau sebenarnya sudah menjadi ( wujud diri ) mereka. Maka mereka tentu akan pelihara terus kebodohan pada rakyat jelata. Antisipasi terhadap gejala – gejala komunisme di tanah air adalah membangun perihal character building of nation atau menghidupkan faktor kesadaran berbangsa dalam bernegara, melalui salah satunya tingkatkan daripada sisi iman dengan memperdalam agama masing – masing bagi para penganutnya , dengan dilandaskan kejujuran dan objektifitas serta menggali kecerdasan, seperti yang dimaknai dengan revolusi akhlak

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

2023: Ekonomi Dunia Gelap, RI Terang?

Next Post

Respon Novel Baswedan: Mantan Jubir dan Penyidik KPK Jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

fusilat

fusilat

Related Posts

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Respon Novel Baswedan:  Mantan Jubir dan Penyidik KPK Jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

Respon Novel Baswedan: Mantan Jubir dan Penyidik KPK Jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

Kremlin mengatakan hasil referendum membuka jalan untuk mencaplok sebagian Ukraina

Kremlin mengatakan hasil referendum membuka jalan untuk mencaplok sebagian Ukraina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist