Jakarta – Fusilatnews – Kementerian Luar Negeri secara bergelombang sedang berupaya mengevaluasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada diwilayah Suriah
Dari 37 WN tersebut Mereka terdiri dari 35 WNI dan 2 staf pendamping dari Kedutaan Besar RI di Damaskus, Suriah. “Para WNI berasal dari beberapa daerah yaitu, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Banten, dan Lampung,” tulis Kemenlu RI, Kamis.
Pemerintah RI berencana memfasilitasi evakuasi gelombang kedua karena masih ada 97 WNI di Suriah menyatakan diri siap mengikuti proses evakuasi.
Sebab itu, Kemenlu RI dan Perwakilan RI Damaskus terus melakukan pendataan bagi WNI yang ingin mengikuti proses evakuasi ke tanah air
. Kemenlu juga mengimbau agar WNI tetap waspada, menghindari lokasi yang rawan maupun kerumunan massa, meminimalisasi pergerakan yang tidak perlu serta menjalin komunikasi erat dengan KBRI Damaskus.
“Bagi keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di Suriah dapat menghubungi hotline Direktorat Pelindungan WNI di nomor +6281290070027,” tulis Kemenlu RI.
Peralihan kekuasaan di Suriah dari rezim Bashar Al-Assad kepada kelompok pemberontak Abu Mohammed Al Julani terjadi pada Minggu (8/12/2024).
Kelompok pemberontak berhasil menguasai dua kota besar Suriah, Aleppo dan Damaskus. Sedangkan Assad diketahui melarikan diri ke Rusia.
Transisi kepemimpinan kini di tangan Julani dengan pemerintahan sementara hingga 1 Maret 2025 sebelum dilakukan pemilihan kepala negara yang baru.























