• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Globalisasi, Pariwisata, dan Transformasi Budaya: Studi Perbandingan Bali dan Papua

Ali Syarief by Ali Syarief
September 19, 2025
in Cross Cultural, Feature, Science & Cultural
0
Globalisasi, Pariwisata, dan Transformasi Budaya: Studi Perbandingan Bali dan Papua
Share on FacebookShare on Twitter

Ali Syarief
CEO Cross Culture Institute dan Country Representative LEX HIPPO Family Club Japan


Pendahuluan

Globalisasi merupakan sebuah proses yang menghubungkan masyarakat dunia melalui arus informasi, modal, barang, manusia, dan ide. Dampaknya bersifat ambivalen: di satu sisi membuka akses terhadap kemajuan dan pertukaran budaya, namun di sisi lain dapat menggerus identitas lokal. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keragaman etnik, mengalami proses ini secara berbeda di setiap daerah. Dua contoh yang kontras terlihat di Bali dan Papua. Bali sejak tahun 1975 menjadi destinasi utama wisatawan internasional, sementara Papua, yang dianggap sebagai salah satu wilayah “terbelakang” oleh paradigma luar, mengalami transformasi budaya karena interaksi intensif dengan dunia luar.

Bali: Budaya Lokal yang Mengkristal di Tengah Globalisasi

Sejak dibukanya pariwisata internasional secara masif di Bali pada pertengahan 1970-an, pulau ini menjadi magnet bagi turis asing dari seluruh dunia. Fenomena ini memunculkan dinamika yang menarik: budaya lokal Bali tidak terkikis, melainkan justru menguat dan mengkristal. Identitas budaya seperti upacara keagamaan Hindu, seni tari, arsitektur pura, serta filosofi Tri Hita Karana semakin dipertontonkan, bahkan dikomodifikasi, untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.

Dalam kajian antropologi, fenomena ini disebut sebagai “reifikasi budaya” — suatu proses di mana budaya lokal dipertegas dan dipertahankan karena adanya dorongan eksternal (Picard, 1996). Bali menemukan strategi untuk bertahan dengan menjadikan budaya sebagai modal ekonomi. Namun, konsekuensinya budaya mengalami komersialisasi: upacara adat bisa menjadi atraksi wisata, dan otentisitas kadang dipertanyakan (Geertz, 1973). Meski demikian, inti dari identitas Bali tetap lestari karena masyarakat merasa budaya mereka adalah “daya jual” sekaligus fondasi spiritual.

Papua: Pergeseran Budaya di Tengah Interaksi dengan Dunia Luar

Papua memberikan gambaran berbeda. Sebelum integrasi intensif dengan dunia luar, masyarakat Papua dikenal dengan kebudayaan berbasis tradisi lokal: berpakaian koteka, berburu dan meramu, pola makan berbasis umbi-umbian, serta struktur sosial komunal yang kuat (Koentjaraningrat, 1994). Namun, interaksi dengan misionaris, pemerintah, serta masyarakat pendatang mempercepat perubahan.

Papua tidak mengalami “komodifikasi budaya” seperti Bali. Sebaliknya, budaya tradisional banyak ditinggalkan demi menyesuaikan diri dengan nilai-nilai modern yang dibawa pihak luar. Pola makan berubah dari umbi-umbian ke beras dan makanan instan; pakaian tradisional berganti busana modern; bahkan praktik adat tertentu terkikis karena dianggap tidak sesuai dengan norma agama atau pembangunan (Ballard, 2002).

Dalam perspektif sosiologi budaya, ini menunjukkan “asimilasi paksa” atau acculturation under pressure, di mana masyarakat lokal merasa inferior terhadap budaya luar, lalu meninggalkan tradisinya. Tidak ada dorongan ekonomi untuk mempertahankan budaya sebagaimana di Bali, melainkan tekanan modernisasi dan homogenisasi budaya.

Analisis Perbandingan

Perbedaan respons Bali dan Papua terhadap globalisasi dapat dijelaskan melalui beberapa faktor:

  1. Modal Budaya – Bali memiliki budaya yang “eksotis” dan mudah dipasarkan ke turis asing. Papua tidak mendapatkan momentum yang sama karena konstruksi sosial dunia luar memandang budayanya sebagai primitif.
  2. Peran Negara dan Ekonomi – Pariwisata Bali mendapat dukungan penuh dari negara sebagai devisa utama (Hitchcock & Darma Putra, 2007). Papua lebih banyak diposisikan dalam kerangka eksploitasi sumber daya alam, bukan budaya.
  3. Hubungan Kekuasaan – Bali relatif diberi ruang untuk mengembangkan identitasnya, sementara Papua mengalami tekanan politik, sosial, dan agama yang lebih kuat, sehingga budaya lokal sulit bertahan.

Kesimpulan

Globalisasi tidak selalu menghasilkan erosi budaya; ia dapat melahirkan penguatan identitas sebagaimana terjadi di Bali. Namun, dalam konteks Papua, globalisasi justru mempercepat transformasi dan hilangnya praktik budaya lokal. Hal ini memperlihatkan bahwa globalisasi bersifat asimetris, dipengaruhi oleh modal budaya, struktur ekonomi, serta relasi kuasa antara masyarakat lokal dan pihak eksternal.

Dengan demikian, tantangan ke depan adalah bagaimana merancang kebijakan budaya yang tidak hanya melindungi warisan lokal, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar tradisi mereka tetap relevan dalam dunia modern, tanpa kehilangan nilai otentiknya.


Daftar Pustaka

  • Ballard, C. (2002). The Signature of Terror: Violence, Memory and Landscape at Freeport in Papua, Indonesia. In B. Anderson (Ed.), Violence and the State in Suharto’s Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.
  • Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.
  • Hitchcock, M., & Darma Putra, I. N. (2007). Tourism, Development and Terrorism in Bali. Aldershot: Ashgate.
  • Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
  • Picard, M. (1996). Bali: Cultural Tourism and Touristic Culture. Singapore: Archipelago Press.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RUU PERAMPASAN ASET, UU PEMBUKTIAN TERBALIK, DAN RUU PEMBATASAN TRANSAKSI TUNAI DI ATAS RP 10 JUTA MERUPAKAN KENISCAYAAN JIKA SERIUS INGIN MEMBERANTAS KORUPSI

Next Post

Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional
Birokrasi

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Next Post
Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Rempah: Aroma Kejayaan yang Menanti untuk Kembali

Membandingkan Gagasan Anies, Ganjar dan Prabowo Tentang Kebijakan Pajak

PBB: Pajak Penjajahan Gaya Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

MMS Sambut Baik Langkah Kementerian Kebudayaan Sederhanakan Proses Dana Indonesia Raya 2026

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...