• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gugurnya Wakil Tuhan di Bumi

fusilat by fusilat
October 24, 2024
in Feature, Law, Pojok KSP
0
Gugurnya Wakil Tuhan di Bumi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – Entah siapa yang pertama kali mengasumsikan hakim sebagai wakil Tuhan di muka Bumi ini. Padahal tak ada satu pun undang-undang atau peraturan yang menyatakan demikian.

Asumsi itu mungkin berakar dari Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Pokok-Pokok Kekuasaan Kehakiman bahwa setiap putusan hakim harus mencantumkan “irah-irah” atau semacam judul atau “lead”, “Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”.

“Irah-irah” ini menggarisbawahi bahwa tanggung jawab hakim tidak hanya terbatas pada hukum dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab itu, hakim diberi gelar “Yang Mulia” atau “officium nobile”.

Namun kini asumsi hakim sebagai wakil Tuhan di muka Bumi gugur sudah. Bahkan sudah sejak lama.

Teranyar, tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, ditangkap terkait kasus suap vonis bebas Gregorius Ronald Tanur (31), terdakwa kasus pembunuhan kekasihnya, Dini Sera Afrianti.

Ketiga hakim itu adalah Heru Hanindyo, Erintuah Damanik dan Mangapul. Bersama penangkapan ketiganya, Rabu (23/10/2024), Kejaksaan Agung juga menyita uang tunai sekitar Rp 20 miliar. Ketiganya langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Selain tiga hakim, Kejagung juga menangkap Lisa Rahmat, pengacara Ronald Tanur dan menetapkannya sebagai tersangka serta langsung menahannya. Pihak Kejagung membuka kemungkinan Ronald Tanur dan keluarganya menjadi tersangka kasus suap ini.

Ini adalah bukan yang pertama hakim yang diasumsikan sebagai wakil Tuhan di muka Bumi ditangkap karena korupsi.

Data Mahkamah Agung (MA), sepanjang 2010-2022 sedikitnya 21 hakim menjadi tersangka suap perkara yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu belum termasuk tahun 2023-2024.

Bahkan, kasus suap hakim juga melibatkan hakim agung MA. Sudradjad Dimyati dan Gazalba Saleh adalah contohnya.

Melawan Akal Sehat

Sebenarnya aroma suap sudah tercium sejak PN Surabaya memvonis bebas Ronald Tanur yang merupakan anak dari bekas anggota DPR RI. Sebab putusan tersebut melawan akal sehat.

Kini, usai penangkapan tiga hakim PN Surabaya, mestinya Kejagung dan KPK mencermati lagi perkara-perkara lain yang terdakwanya dibebaskan. Termasuk perkara konglomerat Surya Darmadi yang belum lama ini memantik kontroversi.

Perkara apa pun, jika putusannya melawan akal sehat, misalnya vonis ringan atau bahkan bebas, patut dicurigai terjadi suap.

Ihwal independensi hakim, itu normatif belaka. Seperti asas praduga tak bersalah atau “presumption of innocent” yang secara normatif harus diberlakukan kepada setiap tersangka atau terdakwa.

Praktiknya, hakim pun manusia biasa yang punya nafsu akan harta, takhta dan wanita. Hakim tak benar-benar bisa independen. Hakim tak bisa benar-benar berpegang pada hati nuraninya. Hakim bisa diintervensi. Terutama dengan suap.

Pelajaran lainnya, ternyata banyak kasus suap hakim yang melibatkan pengacara. Termasuk kasus suap tiga hakim perkara Ronald Tanur dan dua hakim agung MA itu.

Artinya, banyak pengacara di Indonesia yang dalam praktik membela klien tidak semata-mata demi menegakkan kebenaran dan keadilan, supaya hak-hak tersangka atau terdakwa dipenuhi secara proporsional, misalnya, tetapi untuk membebaskan tersangka atau terdakwa supaya dapat “success fee”. Bagaimana pun caranya.

Di samping itu, dalam membela klien, para pengacara di Indonesia juga masih banyak yang tidak mengandalkan dalil-dalil hukum, tetapi mengandalkan lobi kepada hakim melalui suap. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menteri HAM Natalius Pigai Minta Tambahan Anggaran Rp 20 Triliun, Dapat Tanggapan Beragam dari Publik – “Pecat Saja”

Next Post

Skandal Menteri Desa – Ditegur Menteri Sek. Kabinet Teddy – “Diminta Mundur”?

fusilat

fusilat

Related Posts

Misi Mata-mata Prabowo di BGN
Feature

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026
Feature

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Next Post
Skandal Menteri Desa – Ditegur Menteri Sek. Kabinet Teddy – “Diminta Mundur”?

Skandal Menteri Desa - Ditegur Menteri Sek. Kabinet Teddy - "Diminta Mundur"?

Mahkamah Agung Akan Pecat Tiga Hakim PN Surabaya “Sudah Ditahan”

Mahkamah Agung Akan Pecat Tiga Hakim PN Surabaya "Sudah Ditahan"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Deang Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

Misi Mata-mata Prabowo di BGN

June 3, 2026

Solusi Program MBG: Bangun Dapur Sekolah, Bukan Proyek Raksasa

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...