• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Gus Dur di Tubuh Perempuan

fusilat by fusilat
January 19, 2023
in Feature
0
Gus Dur di Tubuh Perempuan

Zannuba Ariffah Chafsoh/Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Moch Eksan

ZANNUBA Ariffah Chafsoh atau lebih akrab dikenal dengan Yenny Wahid merupakan salah satu dari tiga perempuan Indonesia yang masuk dalam bursa calon kepemimpinan nasional.

Selain Puan Maharani (Ketua DPR RI) dan Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Yenny Wahid dipasang-pasangkan dengan dua calon kuat presiden.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menduetkan Yenny Wahid dengan Ganjar Pranowo. Dan Nasdem menggulirkan Yenny Wahid dengan Anies Rasyid Baswedan.

Tiba-tiba, Yenny Wahid menjadi tokoh perempuan paling seksi di belantika politik Indonesia. Putri kedua Presiden Abdurrahman Wahid dalam benak publik dinilai punya kelayakan sebagai wakil presiden mendampingi Ganjar atau Anies.

Padahal, karir Yenny Wahid tidak sementereng Puan atau Khofifah. Namun, sebagai trah Presiden Gus Dur, aktivis Nahdlatul Ulama (NU), punya rekam jejak yang bagus, dipandang punya daya ungkit bagi kemenangan pasangan calon presiden.

Pengalaman politik Yenny Wahid taklah mulus. Istri politisi Gerindra, Dzahir Farisi, terdepak dari posisi sebagai Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2005-2010. Ini akibat konflik internal yang dimenangkan oleh kubu A Muhaimin Iskandar.

Kemudian, Yenny Wahid mencoba keberuntungan politiknya dengan membidani Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Namun, partai ini tidak lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta pemilu 2014.

Pengalaman Yenny Wahid di pemerintahan masih terbatas. Perempuan kelahiran Jombang, 29 Oktober 1974 pernah menjadi staf khusus bidang komunikasi politik di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun cuma berlangsung satu tahun. Ia memilih mundur dan berkonsentrasi sebagai Sekjen PKB.

Yenny Wahid di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pernah menjadi Komisaris Independen Garuda Indonesia.Tapi tak bertahan lama juga.

Lagi-lagi, ia mengundurkan diri karena maskapai penerbangan milik pemerintah ini sedang mengalami krisis keuangan. Ia mundur untuk mengurangi beban biaya dan berkorban demi efisiensi perusahaan.

Nampak, pengunduran diri Yenny Wahid dari berbagai jabatan strategis yang menjanjikan cuan, membuktikannya tidak kemaruk pada kekuasaan dan tidak pula memuja uang. Jabatan publik lebih dimaknai sebagai jalan pengabdian, seperti bapaknya, Presiden Gus Dur.

Yenny Wahid lebih menikmati sebagai Direktur Wahid Institute yang didedikasikan untuk menjaga, merawat dan mengembangkan pemikiran Gus Dur. Lembaga yang didirikan pada 7 September 2004 ini banyak melakukan kegiatan berikut:

Pertama, kampanye Islam, demokrasi dan pluralisme.

Kedua, peningkatan kapasitas muslim progresif.

Ketiga, monitoring terhadap isu keagamaan.

Keempat, melakukan advokasi terhadap kebijakan publik dan kaum minoritas.

Kelima, pemberdayaan akar rumput.

Keenam, pengembangan Koperasi Cinta Damai Wahid Institue (KOCIDA WI).

Ketujuh, dompet Gus Dur untuk kemanusiaan.

Kedelapan, pengembangan Center For Islam and Southeast Asian Studies (CISEAS).

Kesembilan, pemberian beasiswa Riyanto.

Kesepuluh, melakukan riset, menggelar diskusi, seminar dan dialog, dan seterusnya.

Yenny Wahid pula terkesan lebih suka fokus sebagai Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad NU, daripada merespons wacana menduetkannya sebagai wakil presiden. Ibu tiga anak ini sedang asyik masyuk dalam panggung besar ke-NU-an.

Suatu organisasi muslim terbesar di dunia yang lahir dan besar bersamaan dengan perjalanan hidup keluarganya, semenjak Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim sampai dengan Gus Dur.

Memang, peran dan kiprah Yenny Wahid sekarang lebih besar di NU setelah terjadi suksesi kepemimpinan PBNU. Wabilkhusus usai pergantian ketua umum dari KH Said Aqiel Siradj kepada KH Yahya Cholil Staquf. Sebab, Gus Yahya dalam kampanye perebutan kursi Ketua Umum PBNU adalah menghidupkan Gus Dur.

Selaras dengan itu, adalah benar pendapat yang menyatakan Yenny Wahid adalah Gus Dur dalam tubuh perempuan. Ia mewarisi bait syair politik dan kemanusiaan Gus Dur. Tanpa menafikan putri Gus Dur yang lain, ia yang paling banyak mendampingi bapaknya dalam suka dan duka.

Yenny Wahid adalah penerus trah politik Gus Dur yang paling otentik. Hubungan yang luas di dalam maupun di luar negeri, berkah dari mendampingi Gus Dur menemui berbagai tokoh besar dunia.

Disamping, Yenny Wahid sendiri  punya pengalaman lapangan luar biasa, sampai sempat ditodong pistol dalam melakukan liputan jurnalisme untuk media harian The Sydney Morning Herald dan The Age.

Pengalaman sebagai wartawan, pendamping Presiden Gus Dur, melewati konflik internal partai, serta kiprah menjadi narasumber internasional, telah mematangkan pribadi Yenny Wahid sebagai aktivis politik dan sosial sejati.

Kini, Yenny Wahid menuai hasilnya. Peran dan kiprahnya yang berliku-liku di panggung politik, sampai terjungkal dari partai yang dideklarasikan oleh bapaknya. Publik mengapresiasi dengan memunculkan namanya sebagai calon wakil presiden.

Lulusan Magister Administrasi Publik dari Havard University ini punya kans yang sama dengan Cak Imin maju sebagai calon wakil presiden. Inilah dialektika sejarah. Politisi tanpa partai dengan politisi dengan partai, diperlakukan sama.

Bahkan, satu dekade terakhir kemewahan posisi sebagai ketua umum partai justru menjadi sandungan dalam meraih jabatan publik. Hasil semua survei menemukan bahwa rakyat lebih percaya pada tokoh di luar partai.

Moch Eksan Pendiri Eksan Institute

Dikutip Rmol.id Rabu, 18 Januari 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Degradasi Pelanggaran HAM Berat dalam KUHP Baru

Next Post

Presiden Vietnam Langsung Mengundurkan Diri Setelah Tahu Ada Bawahan Korupsi

fusilat

fusilat

Related Posts

Jokowi – The King Can do No Wrong
Feature

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Anom & Ambar
Feature

Anom & Ambar

August 6, 2026
Feature

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI

August 6, 2026
Next Post
Presiden Vietnam Langsung Mengundurkan Diri Setelah Tahu Ada Bawahan Korupsi

Presiden Vietnam Langsung Mengundurkan Diri Setelah Tahu Ada Bawahan Korupsi

Ruang Kerja Anggota F-PDIP DPRD DKI Cinta Mega Digeledah KPK

Ruang Kerja Anggota F-PDIP DPRD DKI Cinta Mega Digeledah KPK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi – The King Can do No Wrong

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

August 6, 2026
Anom & Ambar

Anom & Ambar

August 6, 2026

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI

August 6, 2026
Tunanetra Tak Lagi Tertinggal di Era Digital, Gammara Inklusi dan Kita-Kita Tonji Luncurkan “Tek Off” untuk Cetak Generasi Mandiri

Tunanetra Tak Lagi Tertinggal di Era Digital, Gammara Inklusi dan Kita-Kita Tonji Luncurkan “Tek Off” untuk Cetak Generasi Mandiri

August 6, 2026

Ingkar Janji, Meluruskan Niat, dan Memperbanyak Istighfar

August 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi – The King Can do No Wrong

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

August 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist