• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

HIPNOTIS BERAS

by
January 18, 2025
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Hipnotis adalah suatu proses atau teknik yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran dan perilaku seseorang dengan cara memasuki alam bawah sadar mereka. Dalam keadaan hipnotis, seseorang menjadi lebih rentan terhadap saran dan dapat mengalami perubahan perilaku, pikiran, dan emosi.

Hipnotis sering digunakan dalam berbagai bidang, seperti: untuk mengobati gangguan mental dan emosional; untuk mengurangi rasa sakit dan stres; untuk mengubah perilaku dan kebiasaan; pertunjukan hipnotis untuk menghibur penonton, dan lain sebagainya.

Namun, perlu diingat bahwa hipnotis harus dilakukan oleh profesional yang terlatih dan berpengalaman untuk menghindari efek negatif. Hipnotis tidak boleh digunakan untuk tujuan yang merugikan atau memanifulatif. Hipnotis juga tidak bisa memaksakan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.

Lalu, apa dan kaitannya dengan “hipnotis beras” ? Inilah persoalan yang cukup penting untuk diperbincangkan. Pasalnya, beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat, seperti hal yang sangat sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Beras seakan telah menghipnotis masyarakat untuk selalu tergantung kepadanya. Tanpa beras, seperti tidak ada kehidupan.

Lebih jauh lagi, Pemerintah telah memposisikan beras sebagai komoditas politis dan strategis dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di Tanah Merdeka ini. Sebagai komoditas politis dan strategis, beras harus selalu tersedia sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat luas. Beras tidak boleh langka, apalagi menghilang dari pasar.

Akibatnya suatu hal yang lumrah, jika tiba-tiba produksi beras anjlok, dikarenakan oleh sesuatu hal, maka dengan cepat Pemerintah menyebutnya sedang berlangsung krisis beras. Beberapa pengamat, malah menyebutnya sebagai “darurat beras”. Inilah yang terjadi di negeri ini, sekitar dua tahun lalu, khususnya di saat Pesta Demokrasi akan digelar.

Pemerintah sadar betul, menghadapi momen penting seperti pemilihan Presiden dan Anggota Legislatif serta Kepala Daerah, beras harus tersedia dengan aman. Namun kita juga tidak mungkin memungkiri, adanya serangan El Nino yang berbarengan dengan terjadinya musim kemarau berkepanjangan, melahirkan masalah serius dalam dunia perberasan di negara kita.

Produksi beras secara nasional, menurun cukup signifikan. Harga beras di pasar melejit cukup tinggi dan enggan untuk kembali ke harga yang wajar. Kemudian, impor beras terjadi dengan angka cukup fantastis. Lebih dari 4 juta ton beras harus didatangkan dari luar negeri. Dan yang lebih memalukan di Kementerian yang bertanggungjawab menggenjot produksi, berlangsung kejahatan kerah putih. Memilukan sekali !

Begitulah gambaran beras di negeri ini. Dibalik kebanggaan, karena bangsa kita pernah meraih predikat sebagai bangsa yang telah mampu menggapai swasembada beras 1984, ternyata muncul pula kerisauan, setelah menyaksikan bangsa ini harus impor beras melebihi angka 4 juta ton, sekiranya nyawa masyarakat tidak ingin terganggu.

Bangsa ini tidak mengharamkan impor beras. Tapi, sebagian pengamat malah menyetakan “tidak seharusnya nangsa kita impor beras, seandainya tata kelola perberasan mampu digarap secara piawai, profesional dan cerdas”. Fantastisnya angka impor beras yang melewati angka 4 juta ton, jelas melebihi angka 10 % dari produksi yang dihasilkan petani di dalam negeri.

Hal ini berarti, syarat FAO terkait dengan swasembada beras bagi negara dan bangsa ini, otomatis gugur sendiri nya. Sebab, FAO masih mentolelir dan masih berhak menyandang predikat swasembada beras, jika impor berasnya tidak melewati angka 3,2 juta ton. Angka 4 juta ton sudah melewati persyaratan FAO soal swasembada beras tersebut. Gugur sudah predikai bangsa yang berswasembada beras.

Tugas berat, kini menjemput Kabinet Merah Putih. Sekalipun Presiden Prabowo ingin mencapai swasembada pangan, namun yang lebih diutamakan adalah perwujudan swasembada beras. Pemerintah harus buktikan, produksi beras bangsa ini melimpah ruah. Selain itu, impor beras, tidak lagi menjadi kebutuhan mendesak dan tidak dijadikan andalan untuk mencukupi kebutuhan beras di dalam negeri.

Tak kalah penting untuk digarap, pelan tapi pasti, ketergantungan masyarakat terhadap beras harus terus ditekan. Masyarakat perlu diragamkan pola makannya. Pemerintah perlu lebih nyata memberi dukungan terhadap pengembangan program diversifikasi pangan dan tidak melakukannya, hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban semata.

Mengkombinasikan sekaligus mengharmonisasikan pendekatan produksi (menggenjot produksi beras setinggi-tingginya) dengan pendekatan konsumsi (mengerem laju konsumsi masyarakat terhadap nasi secara lebih terukur), sudah saatnya dijadikan prioritas utama dalam mewujudkan ketahanan pangan bangsa yang berkualitas.

Lebih serius lagi, penting dicari terobosan cerdas, yang mampu menghentikan hipnotis beras terhadap masyarakat. Kita percaya, suatu waktu masyarakat akan mampu melawan hipnotis beras, sehingga pola makan karbohidratnya akan semakin beragam. Mari kita lihat perkembangannya. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemagaran Laut Tanah Timbul: Benang Merah Alih Isu PSN PIK 2

Next Post

Prabowo Mulai Berani Lawan Jokowi, Ini Buktinya!

Related Posts

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa
Feature

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat
Feature

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Mempertahankan Sistem Politik yang Tidak Ajeg: Demokrat Mempertanyakan Status PDIP
Feature

Mempertahankan Sistem Politik yang Tidak Ajeg: Demokrat Mempertanyakan Status PDIP

June 22, 2026
Next Post
Di Balik Pertemuan Prabowo-Jokowi di Solo: Upaya Penyelamatan atau Penangkapan Budi Arie?

Prabowo Mulai Berani Lawan Jokowi, Ini Buktinya!

Prabowo Presiden: Ambruk Wibawa Hanya untuk Perintahkan Cabut Pagar

Prabowo Presiden: Ambruk Wibawa Hanya untuk Perintahkan Cabut Pagar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Law

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

by Karyudi Sutajah Putra
June 22, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026), terkesan seperti menangkap teroris....

Read more
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Salahgunakan Wewenang, Kapolri Didesak Bebaskan Roy Suryo dan Tifa

Salahgunakan Wewenang, Kapolri Didesak Bebaskan Roy Suryo dan Tifa

June 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

Tolak Damai, Roy Suryo dan Dokter Tifa Akhirnya Menghirup Udara Bebas

June 22, 2026
Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

Penangguhan Belum Dikabulkan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Tetap Ditahan

June 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...