• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

HKTI di Persimpangan: Antara Kemandirian dan Bayang-bayang Politik

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
November 8, 2025
in Feature, Komunitas
0
Ketika Para Jenderal Mengurus Sawah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) adalah organisasi sosial berskala nasional yang berdiri sejak 27 April 1973 di Jakarta, hasil penyatuan empat belas organisasi pertanian utama. Sejak awal, HKTI dimaksudkan sebagai wadah mandiri bagi insan tani dan masyarakat pedesaan—berdasarkan kesamaan profesi, aktivitas, serta komitmen terhadap pengembangan sektor agrikultur dan pedesaan.

Tujuan utama HKTI sederhana namun fundamental: meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat, dan martabat petani serta pelaku agribisnis melalui pemberdayaan rukun tani dan percepatan pembangunan pertanian nasional. HKTI juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sistem pertanian yang berdaulat, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Namun, kata “independensi”—yang berarti kebebasan dan kemandirian dalam berpikir serta bertindak tanpa intervensi pihak luar—sering kali menjadi kata yang mudah diucap, tapi sulit diwujudkan. Bagi HKTI, independensi bukan sekadar semboyan. Ia adalah napas organisasi.

HKTI yang independen semestinya:

  • Tidak terikat dengan partai politik atau kelompok kepentingan tertentu.

  • Tidak menerima bantuan atau dana yang menggerus kebebasannya.

  • Mampu mengambil keputusan secara mandiri demi kepentingan petani.

  • Mengelola sumber dayanya sendiri tanpa ketergantungan eksternal.

Independensi inilah yang seharusnya menjadikan HKTI wadah efektif bagi petani untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingannya.

Bayang-Bayang Masa Lalu

Pada masa Orde Baru, HKTI tak ubahnya “milik” Golkar. Para ketua—baik di pusat maupun daerah—umumnya adalah kader Golkar yang disiapkan menjadi calon legislatif. Jabatan Ketua HKTI bahkan sering menjadi tiket menuju kursi DPR. Artinya, sejak awal, ada sejarah panjang keterikatan antara HKTI dan kekuasaan politik.

Padahal, secara hakikat, HKTI adalah organisasi petani nasional yang seharusnya berdiri di atas nilai-nilai profesionalisme dan kerukunan. Ia mestinya bebas nilai—tidak menjadi alat kekuasaan, meskipun realitas politik sering kali menempatkannya dalam pusaran kepentingan.

Sudaryono dan Ujian Kemandirian HKTI

Terpilihnya Sudaryono secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPN HKTI periode 2025–2030 bukanlah kejutan. Posisi Wakil Menteri Pertanian ini memang menguat setelah Amran Sulaiman menyatakan tidak berminat memimpin HKTI.

Namun, perlu dicatat: Sudaryono bukan figur yang lahir dari rahim HKTI. Ia dikenal sebagai kader Partai Gerindra dan pendiri Tani Merdeka, organisasi sayap partai tersebut. Meski sama-sama kader Gerindra, kiprah Sudaryono di HKTI belum sebanding dengan Fadli Zon yang memiliki rekam jejak panjang dalam kepengurusan HKTI.

Di sinilah ujian sesungguhnya. Mampukah Sudaryono memimpin HKTI tanpa menyeretnya kembali ke dalam orbit politik partai? Mampukah ia menjadi pemimpin yang memisahkan kepentingan partai dengan kepentingan petani?

Belajar dari Prabowo

Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus mantan Ketua Umum HKTI, pernah memberi contoh jelas soal batas etik. Dalam setiap acara HKTI, ia menegaskan larangan bagi pengurus mengenakan atribut partai politik—meskipun mereka kader Gerindra. “Acara HKTI ya HKTI,” tegasnya. Begitu pula sebaliknya: acara partai tidak boleh menumpangi nama HKTI.

Sikap ini adalah refleksi dari pemahaman bahwa HKTI bukan underbouw partai politik. Organisasi ini bukan kendaraan politik, melainkan jembatan moral antara pemerintah dan petani—sebuah bridging institution yang memperjuangkan kedaulatan pangan, bukan kursi kekuasaan.

Menjaga Marwah Organisasi

HKTI didirikan atas tiga roh utama:

  1. Profesionalisme, lahir dari kesamaan aktivitas dan fungsi dalam pertanian.

  2. Kerukunan (Brotherhood Spirit), semangat persaudaraan yang menjadi jiwa organisasi.

  3. Komitmen pada Nilai, yaitu keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan petani.

Tiga roh ini menegaskan bahwa HKTI bukan sekadar organisasi formal, tetapi kekuatan moral. Ia harus berdiri di atas kepentingan petani, bukan di bawah bayang-bayang politik.

Tantangan Hari Ini

Di tengah kondisi petani yang masih jauh dari sejahtera, HKTI dituntut menjadi kekuatan penggerak yang nyata. Tantangan ke depan bukan hanya soal peningkatan produksi dan kedaulatan pangan, tetapi juga menjaga marwah organisasi agar tak tergadai oleh kepentingan politik sesaat.

Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan HKTI benar-benar bebas dari kepentingan partai politik. Hanya dengan begitu, HKTI dapat kembali ke khitahnya: menjadi wadah perjuangan petani Indonesia yang merdeka, mandiri, dan bermartabat.


Penulis: Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perangkap Dua Arah: Jokowi dan Roy Suryo Saling Menjerat

Next Post

Tiga Seragam, Tiga Dunia: Polisi di AS, Jepang, dan Indonesia

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Tiga Seragam, Tiga Dunia: Polisi di AS, Jepang, dan Indonesia

Tiga Seragam, Tiga Dunia: Polisi di AS, Jepang, dan Indonesia

Jokowi, Gibran, Anwar Usman: Nepotisme, Omon-Omon, dan Ancaman Estafet Kekuasaan

Kepribadian dan Genetika Gibran Bahayakan Demokrasi dan Pembangunan Hukum

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...