• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Indonesia di Ambang Kehilangan Kedaulatan Substantif: Analisis Kritis atas Perjanjian ART 2026

fusilat by fusilat
March 10, 2026
in Economy, Feature
0
Indonesia di Ambang Kehilangan Kedaulatan Substantif: Analisis Kritis atas Perjanjian ART 2026
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
9 Maret 2026

Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026 bukan sekadar kesepakatan perdagangan bilateral biasa. Dokumen tersebut—yang memuat ratusan kewajiban asimetris bagi Indonesia—menandai babak baru dalam sejarah hubungan internasional RI, di mana akses pasar dan penurunan tarif (dari ancaman 32% menjadi 19%) dibayar dengan harga yang sangat mahal: pengikatan kedaulatan substantif secara bertahap.

Proses Gradual Penguasaan: Pola “Slow Boil Frog”
Kehancuran kedaulatan tidak selalu datang dalam bentuk ledakan dramatis. Ia lebih sering muncul sebagai proses gradual yang hampir tak terdeteksi—mirip pola slow boil frog yang dikembangkan oleh ilmuwan perilaku John Brockman dan diadopsi dalam studi hubungan internasional untuk menggambarkan bagaimana negara-negara kecil kehilangan otonomi secara perlahan tanpa perlawanan signifikan (Brockman, 2019; lihat juga analogi dalam Chomsky, 2003, tentang hegemoni ekonomi). Perjanjian ART membuka pintu bagi penguasaan asing atas aset strategis Indonesia melalui empat tahap yang dapat dipetakan secara logis:

Tahap Penyesuaian Regulasi (2026–2028)
Ratifikasi DPR hampir pasti lolos mengingat komposisi koalisi yang sangat kuat. Berbagai peraturan pelaksana (PP, Perpres, dan aturan turunan) akan diterbitkan untuk menyelaraskan regulasi nasional dengan komitmen ART: transfer data lintas batas bebas hambatan, impor energi wajib dari AS (US$15 miliar per tahun), perpanjangan kontrak Freeport hingga 2061, pembatasan produksi smelter nikel/tembaga, dan mandatori campuran bioetanol E5 (2028) serta upaya E10 (2030). Pada tahap ini, publik masih sibuk dengan narasi win-win dan “investasi masuk” (lihat juga analisis ketergantungan struktural dalam Wallerstein, 2004, World-Systems Analysis).

Tahap Implementasi Perdana (2027–2029)
Impor minyak mentah, LPG, dan BBM AS mulai mengalir dalam volume besar. Perusahaan seperti Freeport dan ExxonMobil beroperasi dengan kontrak baru yang lebih menguntungkan investor. Impor kedelai dan gandum membanjiri pasar domestik. Narasi resmi tetap: “Ini hanya pengalihan sumber impor, bukan penambahan volume.” Namun, petani lokal mulai merasakan tekanan harga yang tidak kompetitif (bandingkan dengan studi ketergantungan pangan di negara berkembang oleh McMichael, 2013, Food Regimes and Agrarian Questions).

Tahap Konflik Sosial (2029–2032)
Produksi kedelai dan gandum domestik semakin tertekan hingga mati. Harga energi domestik naik akibat ketergantungan impor. Demonstrasi buruh, petani, aktivis lingkungan, dan kelompok agama (terkait isu halal dan kedaulatan data) mulai masif. Polarisasi sosial semakin tajam, diperparah oleh narasi di media sosial yang semakin kritis terhadap pemerintah (lihat dinamika polarisasi digital dalam Bennett & Pfetsch, 2018, Rethinking Political Communication in a Digital Age).

Tahap Kehilangan Kedaulatan Substantif
Indonesia secara efektif menjadi “negara sewa” di tanah sendiri: sumber daya alam (SDA) semakin dikuasai asing, regulasi disesuaikan dengan kepentingan Washington, dan generasi muda terbiasa hidup dalam ketergantungan struktural. Proses ini berlangsung pelan-pelan, tanpa perlu konflik bersenjata, namun hasil akhirnya sama: hilangnya otonomi nasional (konsep “quasi-sovereignty” dalam Krasner, 1999, Sovereignty: Organized Hypocrisy).

Skenario Alternatif: Percepatan Chaos akibat Intervensi China
Jika Tiongkok—yang telah menanam investasi ratusan miliar dolar di sektor nikel, smelter, dan infrastruktur—merespons dengan tegas terhadap erosi pangsa pasarnya di Indonesia, maka keributan dapat terjadi lebih cepat (2027–2028). Reaksi potensial Beijing meliputi penundaan proyek Belt and Road Initiative, pengurangan impor komoditas RI, atau dukungan tidak langsung terhadap kelompok oposisi. Akibatnya: perang proksi ekonomi di dalam negeri, demonstrasi besar-besaran, dan konflik horizontal yang lebih cepat (lihat analisis rivalitas hegemonik dalam Mearsheimer, 2014, The Tragedy of Great Power Politics).

Kesimpulan:
Dari Peringatan ke Realitas Prabowo Subianto memang membuka jalan bagi proses ini—entah karena ijon politik, tekanan geopolitik, atau pragmatisme jangka pendek. Buku Paradoks Indonesia yang ia tulis sebagai peringatan kini justru menjadi bukti bahwa ia sendiri yang memperdalam paradoks tersebut.

Bubarnya negara secara formal mungkin belum akan terjadi di tahun 2030. Namun, bubarnya kedaulatan substantif sudah dimulai dari sekarang. Indonesia bukan lagi tuan rumah di rumah sendiri, melainkan penyewa jangka panjang dengan kontrak yang sangat mahal—dan kontrak itu baru saja diperpanjang hingga 2061.

Bubarnya boleh jadi tidak sekarang. Namun, katak yang direbus pelan-pelan tetap akan mati—hanya saja ia mati sambil berpikir airnya masih terasa nyaman.

Malika Dwi Ana
9 Maret 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Garda Revolusi Iran: Kami yang Akan Menentukan Akhir Perang di Timur Tengah

Next Post

Mahfud MD: Pilkada Bisa Digelar Langsung atau Lewat DPRD Berdasarkan Putusan MK

fusilat

fusilat

Related Posts

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat
Feature

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra
Feature

Mata Terbuka, Pikiran Tertutup: Ketika Tunanetra Ingin Menulis dan yang Awas Malas Membaca

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra
Feature

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026
Next Post

Mahfud MD: Pilkada Bisa Digelar Langsung atau Lewat DPRD Berdasarkan Putusan MK

Indonesia Menyerah pada Tekanan Trump: Mengulang Trauma Soeharto 1998 demi Hindari Chaos Ekonomi?

Indonesia Menyerah pada Tekanan Trump: Mengulang Trauma Soeharto 1998 demi Hindari Chaos Ekonomi?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

May 25, 2026
Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

Mata Terbuka, Pikiran Tertutup: Ketika Tunanetra Ingin Menulis dan yang Awas Malas Membaca

May 25, 2026
Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

Dari Kaset Bekas ke Perpustakaan Digital: 35 Tahun Mitra Netra Membuka Jalan Literasi Tunanetra

May 25, 2026

Menghidupkan Ruh PAI di Madrasah: Strategi Taktis Menanamkan Soft Skills Pasca-Pembatasan Gawai

May 25, 2026
Menkomdigi Meutya Hafid Lantik  Pejabat di Lingkungan Kemenkom Digi

Taruhan Prabowo Lengser Bikin Geger: Mengapa Komdigi Bergerak Secepat Kilat?

May 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

Pelibatan Tentara Atasi Begal Menyimpang dari Fungsi TNI

May 25, 2026
Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

Pemadaman Sumatera: Ketika Listrik Padam, Peradaban Ikut Tersendat

May 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...