• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia Merdeka, Tetapi Belum Berdaulat: Mengapa Cita-Cita Syarikat Islam Masih Menjadi Pekerjaan Rumah Bangsa?

fusilat by fusilat
June 1, 2026
in Feature, Komunitas
0
SI Merah: Ketika Islam, Nasionalisme, dan Komunisme Pernah Berbagi Rahim Sejarah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Barna Soemantri

Ketika bangsa Indonesia memperingati kemerdekaan setiap tanggal 17 Agustus, yang terlintas dalam benak kita adalah keberhasilan para pendiri bangsa melepaskan diri dari penjajahan kolonial. Namun, pernahkah kita bertanya, apakah kemerdekaan yang diperjuangkan para pendahulu kita itu telah benar-benar mencapai tujuan akhirnya?

Bagi Syarikat Islam, organisasi pergerakan yang lahir dari Sarekat Dagang Islam pada 16 Oktober 1905, kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 sesungguhnya baru merupakan satu tahapan perjuangan. Kemerdekaan tersebut adalah kemerdekaan kebangsaan, sedangkan cita-cita yang lebih besar adalah terwujudnya “Kemerdekaan Sejati” atau Istiqlalul Haqiqi.

Pandangan itu bukan lahir tanpa dasar. Pada Kongres Nasional Syarikat Islam tahun 1916 di Bandung yang dipimpin H.O.S. Tjokroaminoto, organisasi ini telah mengajukan tuntutan Zelfbestuur atau pemerintahan sendiri kepada Pemerintah Kolonial Belanda. Tuntutan itu kemudian menjadi fondasi lahirnya Negara Republik Indonesia.

Namun para pendiri Syarikat Islam memahami bahwa memiliki pemerintahan sendiri bukanlah tujuan akhir. Karena itulah dalam Kongres Nasional tahun 1917 ditetapkan Beginsel Program atau Minhajul Asas yang berisi enam tujuan besar perjuangan umat dan bangsa, yaitu Persatuan Umat, Kemerdekaan Umat, Pemerintahan Kerakyatan, Penghidupan Ekonomi, Persamaan Derajat, dan Kemerdekaan Sejati.

Apabila enam tujuan tersebut dijadikan cermin untuk melihat kondisi Indonesia saat ini, maka muncul pertanyaan yang sangat mendasar: sudah sejauh mana cita-cita itu terwujud?

Persatuan umat dan bangsa masih menghadapi tantangan yang tidak ringan. Polarisasi politik, pertentangan kepentingan kelompok, serta menguatnya politik identitas yang sering dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaan menunjukkan bahwa persatuan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Pemerintahan kerakyatan yang dicita-citakan para pendiri bangsa juga menghadapi ujian berat. Demokrasi yang semestinya menjadi alat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat sering kali berubah menjadi arena pertarungan oligarki ekonomi dan politik. Dalam banyak kasus, rakyat hanya menjadi objek mobilisasi saat pemilu, tetapi tidak selalu menjadi subjek utama dalam proses pengambilan kebijakan.

Pada sektor ekonomi, keadaan bahkan lebih memprihatinkan. Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alam, tetapi sebagian besar nilai tambah ekonomi masih dinikmati oleh pemilik modal besar. Kesenjangan sosial terus melebar. Di satu sisi terdapat kelompok kecil yang menguasai aset dalam jumlah luar biasa, sementara di sisi lain jutaan rakyat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup dasar mereka.

Syarikat Islam sejak awal menempatkan penghidupan ekonomi sebagai salah satu pilar perjuangan. Karena itu, cita-cita ekonomi nasional seharusnya tidak hanya mengejar pertumbuhan angka statistik, melainkan membangun kemandirian dan kesejahteraan yang dirasakan seluruh rakyat.

Persamaan derajat juga belum sepenuhnya terwujud. Hukum masih sering dipersepsikan tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi belum merata. Padahal kemerdekaan sejati mensyaratkan adanya keadilan yang dapat dirasakan oleh seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun politik.

Di sinilah relevansi pemikiran Syarikat Islam menjadi semakin penting. Organisasi ini sejak awal membangun perjuangannya di atas tiga fondasi utama: sebersih-bersih tauhid, setinggi-tinggi ilmu, dan siyasah yang berlandaskan akhlakul karimah. Nilai-nilai tersebut sesungguhnya sangat dibutuhkan Indonesia hari ini.

Bangsa ini membutuhkan tauhid yang melahirkan integritas, sehingga kekuasaan tidak menjadi alat untuk memperkaya diri dan kelompok. Bangsa ini membutuhkan ilmu yang melahirkan inovasi dan daya saing, bukan sekadar ketergantungan kepada bangsa lain. Dan bangsa ini membutuhkan siyasah yang berakhlak, sehingga politik kembali menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan.

Kemerdekaan sejati yang dicita-citakan Syarikat Islam bukanlah slogan romantik sejarah. Ia adalah agenda kebangsaan yang masih relevan hingga saat ini. Selama keadilan belum dirasakan seluruh rakyat, selama kedaulatan ekonomi belum berdiri kokoh, selama pemerintahan belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat, maka perjuangan itu belum selesai.

Karena itu, tugas generasi sekarang bukan hanya mengenang jasa para pendiri bangsa, melainkan melanjutkan cita-cita mereka. Sebab kemerdekaan yang diwariskan kepada kita bukanlah garis akhir, melainkan titik awal perjalanan menuju Indonesia yang benar-benar berdaulat, adil, makmur, dan bermartabat.

Itulah makna terdalam dari perjuangan Syarikat Islam: bahwa bangsa ini tidak boleh berhenti pada kemerdekaan kebangsaan, tetapi harus terus bergerak menuju kemerdekaan sejati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Tuntutan Zelfbestuur hingga Kursus Kader: Syarikat Islam Tegaskan Perjuangan Kemerdekaan Belum Usai

Next Post

Produk Dosa Syirik yang Selalu Update, Kekinian, Beracun & Berbahaya

fusilat

fusilat

Related Posts

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?
Feature

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Next Post

Produk Dosa Syirik yang Selalu Update, Kekinian, Beracun & Berbahaya

PARAMETER BARU UNTUK PARADIGMA BARU

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

Mengapa Kepuasan Publik terhadap Prabowo Terus Menurun?

July 28, 2026
Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

Pangeran Saudi Ditemukan Tewas di Hotel Mewah London, Koroner: Dipicu Campuran Alkohol dan Narkoba

July 27, 2026
Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

Publik Bukan Koruptor Kata-kata, Fifi!

July 27, 2026

TANGGAPAN UNTUK ADHIE DAN HENDARDI: JANGAN HANYA MEMINDAHKAN PERKARA, PERBAIKI SISTEM

July 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist