• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ingat Zaman Belanda Dahulu? Dicekik dengan Pajak yang Tinggi

Ali Syarief by Ali Syarief
August 20, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Ingat Zaman Belanda Dahulu? Dicekik dengan Pajak yang Tinggi
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ingat zaman Belanda dahulu? Rakyat dicekik dengan pajak yang tinggi, dipaksa menyerahkan hasil bumi, dan hidup dalam ketakutan. Tanah subur nusantara hanya menjadi ladang emas bagi penjajah, sementara pribumi miskin di tanahnya sendiri. Suara rakyat dibungkam, kritik dianggap makar, dan mereka yang berani menentang kekuasaan akan dibuang atau dipenjara.

Delapan puluh tahun setelah proklamasi, bangsa ini merayakan HUT RI ke-80. Namun, pertanyaan yang tak bisa dielakkan adalah: apakah arti kemerdekaan bagi rakyat hari ini? Apakah kemerdekaan sungguh telah menyejahterakan, atau justru hanya berubah bentuk dari penjajahan asing menjadi penindasan oleh pemerintah sendiri?


Pajak yang Mencekik Rakyat

Jika pada masa kolonial rakyat diperas lewat pajak dan tanam paksa, kini rakyat kembali merasakan beban serupa. Pemerintahan Prabowo telah menaikkan tarif PPN menjadi 12 persen sejak awal 2025, meski diklaim hanya menyasar barang mewah. Kenyataannya, kenaikan pajak ini turut mengguncang daya beli rakyat kecil. Belum lagi wacana pajak karbon, pajak digital, hingga target kepatuhan pajak 100 persen pada 2029. Semua tampak indah dalam narasi pembangunan, tetapi rakyatlah yang paling menanggung bebannya.

Bung Hatta pernah berpesan, “Pajak harus dipungut dengan adil, sesuai dengan kemampuan rakyat, jangan sampai menjadi alat penindasan.” Ironisnya, di usia kemerdekaan yang ke-80, pajak justru kembali menjadi instrumen penindasan, bukan keadilan.


Kebebasan yang Semakin Tercekik

Kolonialisme dulu membungkam suara rakyat dengan senjata dan pengasingan. Kini, pembungkaman hadir dengan wajah modern: regulasi yang ketat, pengawasan digital, hingga aparat yang represif dalam menghadapi protes rakyat.

Gerakan #IndonesiaGelap—sebuah aksi sipil yang menyoroti ketimpangan subsidi, pemangkasan anggaran pendidikan, dan dominasi militer—justru diserang dengan tudingan disponsori oleh “koruptor”. Amnesty International menyoroti tindakan aparat yang membubarkan demonstrasi secara berlebihan dan penggunaan spyware terhadap aktivis. Ironisnya, dalam pidato kenegaraan menjelang HUT RI ke-80, Presiden Prabowo sama sekali tidak menyinggung soal HAM dan kebebasan berpendapat.

Tan Malaka dalam Menuju Republik Indonesia menulis, “Tanpa kebebasan berpikir, maka kemerdekaan hanya tinggal nama.” Kata-kata ini seakan bergema hari ini: kemerdekaan ada dalam simbol, tetapi tidak dalam kenyataan hidup rakyat.


Kekayaan Alam yang Terus Terkuras

Belanda dahulu merampas rempah dan hasil bumi, menjadikan Indonesia lumbung dunia, tetapi meninggalkan rakyat dalam kemiskinan. Kini, di era modern, sumber daya alam kembali dieksploitasi tanpa memberi kesejahteraan nyata. Nikel, batubara, emas, minyak bumi—semua mengalir keluar negeri, dikendalikan korporasi dan oligarki. Sementara masyarakat sekitar tambang hidup dengan lingkungan rusak dan penghidupan rapuh.

Bung Karno pernah mengingatkan, “Politik tidak boleh menginjak ekonomi rakyat.” Namun yang terjadi justru sebaliknya: politik kekuasaan hari ini kerap menindas rakyat demi keberlangsungan ekonomi segelintir elit.


HUT RI ke-80: Refleksi atau Ironi?

HUT RI ke-80 seharusnya menjadi momen refleksi mendalam. Apakah rakyat sudah merdeka secara ekonomi, bebas dari pajak pencekik, dan terbebas dari jeratan utang negara? Apakah rakyat sungguh memiliki kebebasan untuk bersuara tanpa rasa takut? Apakah kekayaan alam negeri ini benar-benar menjadi milik rakyat, bukan sekadar angka di neraca korporasi dan penguasa?

Jika jawabannya masih samar, maka kemerdekaan ke-80 bukanlah perayaan, melainkan ironi. Sebuah seremoni besar yang kehilangan makna, karena rakyat masih harus berjuang untuk merdeka dari penindasan gaya baru.


Kesimpulan: Merdeka atau Sekadar Berpindah Tuan?

Kemerdekaan sejati adalah keadilan: rakyat hidup layak tanpa dicekik pajak, bebas berbicara tanpa takut, dan berdaulat penuh atas tanah serta kekayaan alamnya.

Jika hal itu belum terwujud, maka bangsa ini tidak sedang benar-benar merdeka. Kita hanya berpindah dari satu bentuk penjajahan ke bentuk lain, dari bendera asing ke bendera sendiri, tetapi dengan logika kekuasaan yang sama: menindas rakyat demi kepentingan segelintir orang.

Bung Karno pernah berkata, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Kalimat itu menjadi pengingat yang pahit pada HUT RI ke-80 ini: jangan-jangan, kita memang belum benar-benar merdeka.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Pangan Jadi Bom Waktu Republik

Next Post

Soal Eksekusi Silvester Matutina, Kejagung Ambigu: Ada Apa?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Soal Eksekusi Silvester Matutina, Kejagung Ambigu: Ada Apa?

Soal Eksekusi Silvester Matutina, Kejagung Ambigu: Ada Apa?

Penyidikan Terhadap 12 Terlapor Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Termasuk Jurnalis

Penyidikan Terhadap 12 Terlapor Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Termasuk Jurnalis

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist