• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ironi Melimpah: Ketika Presiden Panik Karena Tak Punya Tempat Menyimpan Keberhasilan

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 23, 2025
in Economy, Feature
0
BPS Pastikan Stok beras Nasional Aman, Kementan Mengatakan Surplus, Bulog mengatakan Cadangannya Menipis. Badan Pangan Nasional Mengatakan Mengkhawatirkan.
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Dalam salah satu pidatonya, Presiden Prabowo mengungkapkan kekhawatirannya terkait keterbatasan gudang penyimpanan gabah, menyusul lonjakan produksi beras yang luar biasa. Begitu seriusnya persoalan ini, Presiden bahkan memerintahkan para pembantunya untuk segera membangun 25 ribu gudang alternatif guna menampung gabah hasil serapan Perum Bulog.

Lonjakan produksi ini jelas merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Tak berlebihan jika diberi acungan jempol setinggi-tingginya. Menurut proyeksi Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi beras Indonesia pada tahun ini diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 30,4 juta ton.

Kebahagiaan Presiden semakin bertambah karena Perum Bulog, yang ditugasi menyerap gabah petani sebanyak-banyaknya, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Hingga pertengahan Mei 2025, serapan gabah oleh Bulog sudah mencapai 1,8 juta ton—angka yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan rerata lima tahun terakhir yang hanya berkisar antara 1 hingga 1,2 juta ton. Bahkan, ada prediksi bahwa angka ini bisa menembus 2 juta ton hingga akhir musim panen raya.

Kondisi ini tentu memperkuat cadangan beras pemerintah. Sampai saat ini, total cadangan beras pemerintah tercatat sebanyak 3,8 juta ton: sekitar 2 juta ton dari pengadaan tahun lalu dan 1,8 juta ton dari hasil serapan tahun ini.

Namun, keberhasilan ini menghadirkan persoalan baru: keterbatasan infrastruktur penyimpanan. Gabah yang diserap Bulog tidak hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai cadangan strategis pemerintah. Wajar jika Presiden Prabowo merasa risau. Tanpa gudang yang memadai, keberhasilan ini justru bisa berubah menjadi beban.

Sebagai operator pangan yang bertanggung jawab mengelola cadangan beras nasional, Bulog kini menghadapi tantangan besar. Mengelola 4 juta ton beras tentu berbeda dengan mengelola hanya separuhnya. Untuk itu, langkah antisipatif menjadi keharusan. Sebelum 25 ribu gudang baru benar-benar terbangun, Bulog bisa mengoptimalkan gudang-gudang filial yang dimilikinya atau menyewa gudang-gudang representatif yang tersebar di berbagai daerah. Tinggal bagaimana Bulog menyiapkan personel dan sistem manajemennya.

Satu persoalan lain yang tak kalah penting adalah kualitas gabah yang diserap. Karena pemerintah mewajibkan Bulog membeli gabah petani tanpa terlalu mempertimbangkan kadar air dan kotoran, Bulog pun terpaksa menerima gabah “apa adanya” atau yang biasa disebut any quality. Jika tidak dikelola dengan benar, gabah semacam ini sangat rentan rusak dan menurunkan kualitas cadangan beras.

Oleh karena itu, Bulog perlu menerapkan protokol ketat dalam proses penyimpanan. Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah pengeringan gabah, agar daya simpannya meningkat. Tahapan ini penting agar cadangan beras pemerintah tidak sekadar menumpuk, tapi tetap layak konsumsi ketika dibutuhkan.

Keberhasilan dalam produksi pangan semestinya membawa rasa bangga. Tapi dalam kasus ini, keberhasilan justru menguak kekurangan mendasar: ketidaksiapan infrastruktur dan manajemen logistik pangan nasional. Maka, pertanyaan kritisnya adalah: bagaimana kita bisa bicara kedaulatan pangan, jika untuk menyimpan hasil panen saja negara masih kelabakan?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Soeharto Pahlawan, Aktivis 98 Pengkhianat

Next Post

Kejahatan Dilindungi Negara? Polisi Sebut Jutaan Situs Judol Diduga Dibekingi Pegawai Kominfo

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir
Feature

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026
Feature

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026
Next Post
Kejahatan Dilindungi Negara? Polisi Sebut Jutaan Situs Judol Diduga Dibekingi Pegawai Kominfo

Kejahatan Dilindungi Negara? Polisi Sebut Jutaan Situs Judol Diduga Dibekingi Pegawai Kominfo

Dokter Zainal Muttaqin Dipecat karena Kritik Kebijakan Kesehatan, Ungkap Tekanan dari Menkes di Sidang MK

Dokter Zainal Muttaqin Dipecat karena Kritik Kebijakan Kesehatan, Ungkap Tekanan dari Menkes di Sidang MK

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026
Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 26, 2026

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tanggapan PAN dan Gerindra Terkait Keakraban  Jokowi-Prabowo-Erick Thohir

Prabowo, Klaim, dan Bayang-Bayang Kemunafikan (Disonansi Kognitif)

April 27, 2026

Belajar dari Kongo, Perebutan Kepentingan Geopolitik & Ekonomi di Kawasan Afrika (Neo-Kolonialisme Dulu dan Relevansi Kekinian, Termasuk Kawasan Asia Tenggara)

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...