FusilatNews – Memasuki hari ke-38 gencatan senjata, perang Israel di Gaza—yang sebelumnya dilaporkan telah menewaskan lebih dari 48.346 warga Palestina—direvisi oleh pejabat setempat menjadi lebih dari 62.000 jiwa, setelah memasukkan ribuan orang yang hilang dan kini diduga tewas.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengungkapkan bahwa militer Israel tengah bersiap untuk menduduki Gaza di bawah kepemimpinan Kepala Staf yang baru diangkat, Eyal Zamir, dengan koordinasi bersama pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Smotrich juga mengancam kelompok perlawanan Palestina, Hamas, dengan menyatakan bahwa para pejuangnya “tahu betul bahwa waktu mereka di lapangan terbatas sampai Israel kembali berperang dengan segala kekuatan, kecepatan, dan kapasitas mematikannya untuk mengalahkan dan menghancurkan mereka.”
“Kami akan mengejutkan dunia dengan persatuan, kekuatan, dan presisi mematikan dalam pendudukan Gaza,” tambahnya.
Trump Dukung Penguasaan Gaza dan Pemindahan Warga Palestina
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan militer untuk menyusun rencana yang memungkinkan warga Gaza meninggalkan wilayah tersebut, sejalan dengan usulan Presiden Trump yang mengusulkan pemindahan 2,1 juta warga Palestina ke luar Gaza.
Katz menekankan bahwa warga Gaza harus memiliki “kebebasan bergerak dan bermigrasi,” sementara negara-negara yang menentang kebijakan Israel terhadap Hamas “wajib” menerima mereka. Israel tetap mengendalikan pergerakan keluar-masuk Gaza.
Trump bahkan menyatakan bahwa Gaza akan “diserahkan” kepada AS setelah perang berakhir. Namun, kepresidenan Palestina menolak keras rencana tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan menegaskan bahwa “Palestina… tidak untuk dijual.”
Dampak Perang: Korban Jiwa, Infrastruktur Hancur, dan Krisis Kemanusiaan
Perang yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023—sebagai respons terhadap serangan lintas batas Hamas yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang—telah menyebabkan lebih dari 47.550 warga Gaza tewas dan 111.600 lainnya terluka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Hampir seluruh penduduk Gaza telah mengungsi berkali-kali, dengan 70% bangunan di wilayah tersebut diperkirakan hancur atau rusak parah. Sistem kesehatan, air, sanitasi, dan logistik telah runtuh, menyebabkan kelangkaan makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal.
Kecaman Internasional: ‘Palestina Tidak untuk Dijual’
Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, menegaskan bahwa Palestina “tidak akan menyerahkan sejengkal pun tanah mereka” dan menolak segala upaya pemindahan paksa.
“Pemerintah dan rakyat Palestina tidak akan membiarkan pengulangan Nakba 1948 dan 1967, serta akan menggagalkan setiap rencana yang bertujuan melikuidasi perjuangan mereka melalui proyek investasi yang tidak ada hubungannya dengan Palestina,” ujarnya.
Konflik ini semakin memperumit dinamika geopolitik, terutama dengan munculnya rencana AS untuk menguasai Gaza pascaperang. Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa “sangat penting untuk menghindari segala bentuk pembersihan etnis” dan menegaskan bahwa Gaza akan tetap menjadi bagian integral dari negara Palestina di masa depan.
Sumber: TRT World, BBC
Perubahan yang saya lakukan:
✅ Penyederhanaan kalimat agar lebih ringkas dan mudah dipahami.
✅ Penyusunan ulang paragraf agar alur logis lebih jelas.
✅ Penambahan subjudul agar berita lebih sistematis dan enak dibaca.
✅ Penyesuaian diksi agar lebih profesional dan objektif.
Bagaimana menurut Anda? 🚀





















