• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Istiqomah di Ruang Tertutup

fusilat by fusilat
February 28, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ruangan itu senyap.
Pendingin udara berdengung pelan, namun hawa yang terasa justru lebih dingin dari biasanya.

Seorang bawahan duduk tegak ketika ditawari posisi strategis: pimpinan Internal Audit di anak perusahaan. Jabatan yang, bagi banyak orang, adalah loncatan karier—tangga menuju puncak, tiket masuk ke lingkar kekuasaan.

Namun wajahnya biasa saja.
Tidak tampak tersanjung. Tidak pula berbinar.

Jawabannya datar, nyaris klise:
“Saya siap ditempatkan di mana saja sesuai ketentuan perusahaan.”

Jawaban yang terdengar profesional.
Tetapi justru di situlah cerita dimulai.

Atasan itu menatapnya lama, lalu berkata—dengan nada setengah bercanda namun sarat makna—bahwa penempatan tersebut bisa membuatnya “melupakan” sang Chief Audit Executive di holding.

Kalimat itu terdengar ringan.
Padahal sesungguhnya berat.

Bawahan itu tidak menangkap makna tersembunyi. Ia menjawab polos, tegas, bahkan meyakinkan: koordinasi akan tetap berjalan. Kantor berdekatan. Telepon dan pesan singkat mudah. Audit dan konsultasi tetap mengikuti tata kelola.

Ia berbicara tentang sistem.
Atasannya berbicara tentang sesuatu yang lain.


Ujian Integritas

Ruangan kembali hening.
Lalu kalimat itu keluar—tanpa bungkus, tanpa metafora, tanpa diplomasi.

“Sekarang ini masih ada penugasan titipan. Dari Direktur, atau dari saya sendiri. Kita harus memfasilitasi. Bisa soal tender, bisa hal lain. Itu tidak bisa dihindari.”

Tidak ada eufemisme.
Tidak ada kalimat indah untuk menyamarkan maksud.

Busuk yang disebut busuk tetaplah busuk, meski dibalur parfum tata bahasa.

Bawahan itu terdiam sejenak. Bukan karena terkejut—ia tahu dunia tidak selalu hitam-putih—melainkan karena vulgaritas pengakuan itu terasa seperti tamparan langsung ke nurani profesional.

Sejak awal, ia telah menetapkan garisnya. Tidak ada kompromi untuk hal semacam itu.
Itu pertaruhan harga diri.
Itu pengkhianatan terbuka.
Itu pelacuran profesi.
Itu kemaksiatan yang dibungkus jabatan.

Iming-iming karier apa pun, jika harus dibayar dengan integritas, jauh panggang dari api.

Ia menjawab setegas itu pula: dirinya tetap sama seperti dulu. Peristiwa di Singapura tidak mengubah prinsipnya. Ia tetap keras dalam soal integritas.

Percakapan berakhir singkat.

“Posisi itu tidak cocok untuk Anda.”
“Mungkin memang itu keputusan terbaik.”

Tidak ada penyesalan.
Tidak ada kekecewaan.
Hanya satu kata yang tersisa: istiqomah.


Integritas Bukan Soal Kesempatan, Melainkan Pilihan

Istiqomah kerap dipersempit sebagai konsistensi dalam ibadah. Padahal maknanya jauh lebih luas: keteguhan dalam nilai, bahkan ketika nilai itu membuat kita kehilangan peluang.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah kamu bersama orang-orang yang jujur.”
(QS. At-Taubah: 119)

Kejujuran bukan sekadar berkata benar.
Ia adalah keberanian untuk tidak memutar arah ketika sistem mengajak menyimpang.

Dalam ayat lain Allah mengingatkan:

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang batil…”
(QS. Al-Baqarah: 188)


Bungkus Manajerial

Tender titipan.
Proyek pesanan.
Rekomendasi yang “harus dimenangkan.”

Semua itu kerap dibungkus istilah manajerial. Padahal hakikatnya tetap sama: mengambil hak yang bukan milik kita, menggeser keadilan agar condong pada kepentingan.

Bagi seorang auditor—atau siapa pun yang memegang amanah—ini bukan sekadar pelanggaran prosedur. Ini pengkhianatan kepercayaan.


Hadits yang Terlalu Jelas untuk Ditawar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga… Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa ke neraka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak ada catatan kaki.
Tidak ada klausul pengecualian jabatan.

Dalam riwayat lain:

“Setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih pantas baginya.”
(HR. Tirmidzi)

Harta perusahaan.
Uang negara.
Anggaran proyek.

Semuanya bukan milik personal yang bisa dipindahkan demi loyalitas pada atasan. Amanah publik bukan ruang privat.

Istiqomah berarti menolak menjadi perantara kezaliman—meski risikonya kehilangan jabatan.


Rezeki Tidak Pernah Salah Alamat

Sering kali ketakutan terbesar kita bukan pada dosa, melainkan pada kehilangan kesempatan:
takut dianggap tidak kooperatif,
takut dikucilkan,
takut karier berhenti.

Padahal Allah telah menegaskan:

“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”
(QS. Hud: 6)

Rezeki tidak pernah tertukar.
Tidak berkurang satu rupiah pun karena menolak yang haram.

Yang justru berkurang adalah keberkahan ketika prinsip dijual demi posisi.


Audit, Amanah, dan Ujian Karakter

Integritas di ruang audit bukan slogan di dinding. Ia diuji dalam percakapan tertutup, dalam kalimat setengah berbisik, dalam tawaran yang tampak strategis.

Sering kali bukan sistem yang menjatuhkan kita, melainkan kompromi kecil yang kita anggap sepele.

Istiqomah bukan keras kepala.
Ia adalah keteguhan pada garis yang sudah jelas: tidak menzalimi, tidak memakan hak orang lain, tidak memfasilitasi ketidakadilan.

Karena ketika auditor ikut menutup mata, siapa lagi yang menjaga cahaya?


Penutup: Jabatan Bisa Hilang, Nama Baik Lebih Panjang Umurnya

Percakapan di ruang tertutup itu singkat, tetapi maknanya panjang.

Ada jabatan yang hilang.
Tetapi ada harga diri yang selamat.
Ada peluang yang lewat.
Tetapi ada prinsip yang tetap tegak.

Istiqomah memang tidak selalu menghadiahkan promosi. Tetapi ia menghadiahkan ketenangan—dan dalam jangka panjang, kepercayaan.

Mahkota auditor adalah integritas. Melepaskannya sama dengan menanggalkan mahkota itu sendiri.
Dan mahkota itu tetap singgah di kepala yang tegak—tanpa kesombongan, tetapi penuh wibawa dan kebijaksanaan.


Kesimpulan

Istiqomah dalam integritas bukan romantisme moral. Ia fondasi tata kelola yang sehat. Tanpanya, audit hanya menjadi formalitas, dan amanah berubah menjadi komoditas.


Saran

  • Bangun sistem yang melindungi integritas, bukan sekadar menuntut loyalitas.

  • Pimpinan perlu sadar bahwa “titipan” hari ini adalah risiko hukum dan reputasi di masa depan.

  • Setiap profesional harus menetapkan garis pribadinya sejak awal—sebelum diuji.

Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang layak memimpin bukan kesediaannya memfasilitasi kepentingan, melainkan keberaniannya menolak yang salah.

Dan mungkin, di situlah makna istiqomah yang sesungguhnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ADUH, ADA ISU IMPOR BERAS 1.000 TON DARI AS

Next Post

Zuhud di Era VUCA

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post

Zuhud di Era VUCA

Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Bui dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Bui dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...