• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Zuhud di Era VUCA

fusilat by fusilat
February 28, 2026
in Feature, Sejarah
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Jika suatu sore Anda melintas di simpang susun Jembatan Semanggi, menatap lengkung atap Gedung MPR/DPR, atau berdiri di tepi Bendungan Jatiluhur yang menahan jutaan meter kubik air—ingatlah satu nama: Ir. Sutami.

Ia menjabat Menteri Pekerjaan Umum selama 14 tahun, melintasi dua rezim besar: Soekarno dan Soeharto. Di tangannya, beton-beton raksasa ditegakkan. Infrastruktur negara menemukan bentuknya. Pembangunan memperoleh wajah yang konkret.

Namun kehidupan pribadinya nyaris tak bersuara.

Suatu hari Lebaran, hujan turun deras di rumah dinasnya. Air menetes ke ruang tamu. Sang Menteri mengambil ember.
“Maaf, atapnya sudah lama bocor. Belum ada uang untuk memperbaiki,” ujarnya ringan.

Di kesempatan lain, listrik rumah pribadinya di Solo diputus. Bukan sabotase politik. Bukan krisis nasional. Hanya karena ia terlambat membayar tagihan—gajinya telah habis.
Ketika penyakit lever dan kurang gizi menggerogoti tubuhnya, ia menolak dirawat karena khawatir tak mampu menanggung biaya rumah sakit.

Ironis: seorang Menteri PU yang memegang ribuan proyek “basah”, justru kering dari rekening pribadi.

Ia bisa saja mengambil satu persen dari setiap proyek besar. Satu persen saja cukup mengubah nasib tujuh turunan.
Namun ia memilih nol rupiah.
NOL.

Ia menolak mobil mewah pemberian pengusaha. Mengembalikan seluruh fasilitas negara saat pensiun. Rumah sederhana yang ia cicil baru lunas sesaat sebelum wafat pada 1980.
Ia tidak mewariskan emas.
Ia mewariskan integritas.

Namun sejarah tidak hanya menyimpan kisah orang-orang seperti itu.


Badai di Era VUCA

Di zaman kita hari ini, ada pula kisah yang berjalan ke arah sebaliknya.

Seorang pejabat—satu dari sekian ratus—tampil sederhana di panggung publik. Lengan baju digulung. Senyum ramah. Narasi merakyat. Media sosialnya penuh kutipan motivasi dan doa. Ia tampak seperti simbol harapan di tengah dunia yang serba tak pasti.

Namun dunia hari ini adalah dunia VUCA—volatile, uncertain, complex, ambiguous. Badai bukan hanya datang dari luar. Ia sering berputar diam-diam di dalam dada.

Di tengah kompleksitas kekuasaan dan tekanan pencapaian, batas etika perlahan kabur.
Pencitraan menggantikan ketulusan.
Ambisi menyamar sebagai pengabdian.
Hasrat akan pengaruh dan pengakuan bergerak lebih cepat daripada suara hati.

Lalu badai itu datang.

Kasus korupsi mencuat.
Rekening-rekening terbuka.
Rumah tangga retak di saat yang sama.

Apa yang dibangun dengan citra runtuh oleh fakta.
Apa yang ditanam dengan ambisi dituai dalam bentuk aib yang terbuka.

Tragis? Ya.
Final? Belum tentu.

Dalam Islam, pintu taubat tidak tertutup sebelum ajal tiba. Kita tidak perlu mencaci. Cukup mengambil pelajaran—dan mendoakan semoga yang bersangkutan kembali ke jalan Allah sebelum semuanya benar-benar terlambat.

VUCA ternyata bukan sekadar menguji kapasitas manajerial.
Ia menguji kedalaman iman.


Relevansi Konsep Zuhud

Di titik inilah konsep zuhud menjadi relevan—bahkan mendesak.

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia. Bukan pula menolak jabatan atau memusuhi keberhasilan. Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan: zuhud adalah mengosongkan hati dari ketergantungan pada dunia, bukan mengosongkan tangan dari dunia.
Ibnu Taimiyah menambahkan: zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi akhirat.

Artinya, seseorang boleh menjadi pejabat tinggi, pengusaha sukses, profesional kelas dunia—tetapi hatinya tidak menetap di sana.

Zuhud adalah manajemen keterikatan.

Di era VUCA, banyak orang runtuh ketika kehilangan jabatan. Panik saat reputasi jatuh. Hancur ketika target meleset. Mengapa? Karena identitasnya melekat sepenuhnya pada itu semua.

Orang yang zuhud tidak anti-ambisi.
Ia hanya anti-ketergantungan.

Ia bekerja keras, tetapi tidak mabuk posisi.
Ia memimpin proyek besar, tetapi tidak membangun istana pribadi dari proyek yang sama.
Ia berada di dalam sistem, tetapi tidak larut dalam penyakit sistem.

Sutami membangun bendungan untuk menahan air.
Sebagian dari kita hari ini justru gagal membendung keinginan.

Dan mungkin di situlah rahasia ketenangan jiwa yang disebut Al-Qur’an sebagai an-nafs al-muthma’innah—jiwa yang tenang (QS. Al-Fajr: 27–30). Jiwa yang tidak panik saat dunia berubah, karena ia tahu tempat pulangnya.

Zuhud membuat seseorang siap kehilangan sebelum benar-benar kehilangan.
Siap turun sebelum dipaksa turun.
Siap pulang sebelum dipanggil pulang.


Kesimpulan

Zuhud di era VUCA bukan romantisme masa lalu. Ia adalah kebutuhan masa depan.

Di tengah volatilitas politik, ketidakpastian ekonomi, kompleksitas regulasi, dan ambiguitas moral, satu-satunya jangkar yang tidak ikut goyah adalah hati yang tidak menggantungkan diri pada dunia.

Ir. Sutami membuktikan bahwa kekuasaan bisa dipegang tanpa harus digenggam di hati.
Sementara kisah para pejabat yang terjerat kasus hari ini mengingatkan kita: ketika dunia dibiarkan masuk ke dalam jiwa, kapal perlahan pasti tenggelam.

Kapal boleh berada di tengah samudera.
Asal samudera tidak masuk ke dalam kapal.


Saran Reflektif

  • Pisahkan identitas dari jabatan. Anda lebih besar dari posisi Anda.

  • Tetapkan garis etika yang tak bisa dinegosiasikan, bahkan ketika sistem menormalisasi kompromi.

  • Hiduplah sedikit di bawah kemampuan finansial, agar keputusan moral tidak digadaikan oleh gaya hidup.

  • Lakukan audit batin secara berkala: jika semua fasilitas dicabut hari ini, apakah harga diri ikut runtuh?

Karena pada akhirnya, bukan seberapa tinggi kita naik yang menentukan makna hidup—melainkan seberapa ringan kita saat diminta turun.

Pertanyaannya bukan lagi:
“Masih adakah pejabat seperti Sutami?”
Melainkan:
“Sudahkah kita menyiapkan diri agar tidak tenggelam oleh zaman kita sendiri?”

Apakah kita akan menjadi korban VUCA—
atau pengendali diri di tengah VUCA?

Jawabannya tidak tersimpan di jabatan, bukan pula di sorotan publik.
Ia tersimpan di dalam hati—dan pada keberanian kita menjaga keterikatan.

Semoga kita dijaga dari badai yang kita bangun sendiri.
Dan jika pernah terseret, semoga Allah masih memberi jalan pulang.
Aamiin.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Istiqomah di Ruang Tertutup

Next Post

Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Bui dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Bui dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

Kerry Adrianto Divonis 15 Tahun Bui dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Kecam Gugatan yang Melarang Keluarga Presiden Nyapres

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...