• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

ADUH, ADA ISU IMPOR BERAS 1.000 TON DARI AS

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 28, 2026
in Economy, Feature
0
KEMANA ARAH KETAHANAN PANGAN KE DEPAN ?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Lewat salah satu keterangannya, Anggota Komisi IV Fraksi PKS DPR RI, Johan Rosihan, meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka komitmen impor beras 1.000 ton dari Amerika Serikat (AS) yang dikaitkan dengan perjanjian dagang bilateral. Ia menegaskan, Komisi IV DPR RI akan mengkaji isu ini secara objektif dengan tetap memprioritaskan perlindungan petani dan ketahanan pangan nasional.

Menurut Johan, volume impor 1.000 ton relatif kecil bila dibandingkan dengan total produksi beras nasional. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perdagangan pangan strategis tetap harus diawasi secara ketat, agar tidak memicu gejolak pasar maupun menekan harga gabah di tingkat petani.

Lebih lanjut, anggota Komisi IV DPR RI ini menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin polemik impor beras bergeser menjadi bias politik. Yang terpenting, kata Johan, adalah memastikan bahwa kebijakan apa pun tidak mengganggu serapan gabah petani, tidak menekan harga di tingkat produsen, serta tidak merusak momentum produksi beras dalam negeri yang sedang berjalan.

Isu impor beras dari AS kemudian mengemuka menjadi polemik karena dinilai kurang tepat waktu, mengingat petani Indonesia tengah memasuki musim panen. Kekhawatiran pun muncul bahwa kebijakan ini, meski volumenya kecil, tetap berpotensi memberi sinyal negatif ke pasar dan berdampak pada harga beras lokal.

Selain soal waktu, muncul pula pertanyaan mengenai urgensi impor tersebut. Sebab, produksi beras nasional sejatinya masih mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Bahkan, pemerintah telah mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras, dengan produksi nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton.

Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa rencana impor beras khusus 1.000 ton dari AS bukan karena kekurangan stok nasional, melainkan untuk memenuhi kebutuhan beras dengan spesifikasi tertentu, terutama bagi industri makanan dan minuman. Impor ini juga dikaitkan dengan komitmen perdagangan internasional antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Dengan demikian, impor beras 1.000 ton dari AS tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai ketidakmampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ia lebih merupakan bagian dari strategi perdagangan dan pemenuhan kebutuhan spesifik industri dalam negeri. Meski begitu, kebijakan impor beras yang muncul beriringan dengan klaim swasembada beras, wajar jika memantik polemik di ruang publik.

Dalam konteks swasembada, perlu dipahami bahwa keberhasilan mencapai swasembada beras tidak otomatis menutup pintu impor sepenuhnya. Impor masih dimungkinkan dalam kondisi tertentu. Pertama, terkait kualitas dan varietas, ketika kebutuhan pasar atau industri tidak sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Kedua, terkait stabilitas harga dan pasar. Dalam situasi tertentu, impor dapat digunakan sebagai instrumen untuk meredam fluktuasi harga. Ketiga, adanya komitmen perdagangan internasional yang mengharuskan Indonesia membuka ruang impor secara terbatas.

Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan toleransi impor hingga sekitar 10 persen bagi negara yang telah mencapai swasembada beras. Artinya, swasembada tidak identik dengan larangan impor secara absolut.

Namun demikian, pada saat yang sama, pemerintah juga perlu menunjukkan keberpihakan nyata kepada petani. Fokus utama tetap harus diarahkan pada peningkatan produksi, perbaikan tata niaga, dan perluasan ekspor. Kebijakan ekspor beras haji ke Arab Saudi, misalnya, patut diapresiasi dan didukung sepenuh hati.

Tak bisa dimungkiri, impor beras juga menyentuh harga diri sebuah bangsa. Beras bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan komoditas politik dan simbol kedaulatan pangan. Karena itu, setiap kebijakan impor beras—sekecil apa pun volumenya—akan selalu mengundang perhatian dan perdebatan publik.

Dalam sistem perdagangan internasional, ekspor dan impor adalah praktik yang lazim. Namun, ketika yang diperdagangkan adalah beras, sensitivitasnya menjadi berlipat ganda. Di sinilah pentingnya kehati-hatian, transparansi, dan komunikasi kebijakan yang jujur kepada rakyat.

Inilah sebabnya, rencana impor beras khusus 1.000 ton dari AS mengemuka dan menghangatkan diskursus publik. Harapannya, semangat mewujudkan swasembada beras yang berkelanjutan tetap terjaga, meskipun dinamika impor masih mewarnai dunia perberasan nasional. Swasembada memang tidak mengharamkan impor, tetapi kedaulatan petani dan pangan nasional harus tetap menjadi panglima.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

Next Post

Istiqomah di Ruang Tertutup

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi
Feature

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Next Post

Istiqomah di Ruang Tertutup

Zuhud di Era VUCA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

Diplomasi Bukan Wisata Politik: Mengukur Perjalanan Presiden dari Hasil, Bukan Frekuensi

May 31, 2026
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...