• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Jika Nabi Muncul di Era Digital: Refleksi atas Ketidakhadiran Wahyu di Zaman Modern

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Spiritual
0
Jika Nabi Muncul di Era Digital: Refleksi atas Ketidakhadiran Wahyu di Zaman Modern
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bayangkan suatu hari muncul seseorang di YouTube, mengaku sebagai nabi, utusan Tuhan. Ia melakukan siaran langsung, menunjukkan mukjizat, lalu membacakan wahyu. Dalam hitungan menit, akun X, TikTok, dan Reddit akan membahasnya. Jutaan orang menontonnya, separuhnya mengejek, separuh lagi percaya, dan sisanya skeptis. Dalam 24 jam, akun itu diblokir karena dianggap menyebarkan klaim palsu atau ujaran kebencian. Lalu ia ditangkap, diperiksa kejiwaannya, dan dibantah oleh para ahli dari berbagai disiplin ilmu.

Di era modern ini, jika seorang nabi datang seperti di masa lampau—tanpa QR Code, tanpa bukti ilmiah—ia akan sulit sekali diyakini. Logika publik hari ini telah berubah drastis. Keyakinan kolektif kini dibangun bukan dari rasa kagum terhadap hal gaib, tapi dari pembuktian, peer review, dan verifikasi empiris. Maka pertanyaannya muncul: mengapa semua nabi justru muncul di era ketika sains belum berkembang? Kenapa wahyu hanya datang ketika umat manusia masih bergantung pada mitos dan simbol?


Nabi dan Zaman Pra-Sains: Keberuntungan atau Strategi?

Dalam sejarah peradaban, kemunculan nabi hampir selalu terjadi dalam era pra-sains. Mereka muncul di tengah masyarakat yang belum memiliki metode ilmiah, logika deduktif yang mapan, atau pemahaman rasional tentang gejala alam. Pada masa itu, badai dianggap murka dewa, dan gerhana dipercaya sebagai pertanda ilahi. Dalam konteks seperti itu, seorang individu yang mampu memberi arah moral dan mengklaim hubungan langsung dengan Tuhan akan lebih mudah dipercaya.

Muncul pertanyaan lanjutan: apakah ini berarti klaim kenabian adalah hasil dari keterbatasan pengetahuan manusia pada saat itu? Jika wahyu adalah realitas objektif dari entitas mahakuasa, bukankah seharusnya ia juga mampu menyesuaikan diri dengan era modern yang lebih rasional? Mengapa Tuhan berhenti mengirim nabi setelah manusia mulai mengenal mikroskop, teleskop, dan hukum gravitasi?


Absennya Wahyu di Zaman Modern: Iman yang Terperangkap Sejarah?

Ketiadaan nabi di era sains membuat sebagian orang mulai mempertanyakan ulang fungsi kenabian. Jika wahyu adalah kanal komunikasi antara Tuhan dan manusia, mengapa ia terputus saat manusia paling kritis dan paling membutuhkan validasi?

Dalam paradigma modern, untuk mempercayai sesuatu, kita butuh bukti. Dalam ilmu pengetahuan, kita diminta skeptis sampai terbukti sebaliknya. Namun dalam agama, kita diminta percaya sebelum melihat. Di sinilah letak benturan antara wahyu dan sains. Dan absennya nabi dari era rasional ini justru memperkuat kecurigaan: barangkali, kenabian memang bukan kanal ilahi, melainkan mekanisme budaya untuk mengatur masyarakat sebelum hadirnya institusi negara, hukum tertulis, dan sains.


Apakah Tuhan Tak Lagi Bicara, atau Manusia Tak Lagi Mau Mendengar?

Tentu saja, dari sudut pandang keimanan, ada jawaban lain: bahwa wahyu sudah cukup. Bahwa pesan telah lengkap. Dalam Islam, ini disebut “penutup kenabian” (khatam an-nabiyyin). Dalam Kristen, penebusan Yesus dianggap sebagai klimaks wahyu. Tapi secara filosofis, ini tetap menyisakan pertanyaan: mengapa Tuhan memilih berhenti berbicara justru ketika manusia telah punya kemampuan paling baik untuk memahami, mengkritisi, dan menyebarkannya?

Bukankah lebih logis jika Tuhan terus berkontak, menyapa ulang generasi digital, menjawab keresahan manusia modern lewat wahyu baru yang bisa dipertanggungjawabkan di hadapan sains dan akal?


Penutup: Kenabian sebagai Jejak Budaya, Bukan Proyek Langit?

Jika kita menarik kesimpulan dari semua ini secara logis dan netral, kita bisa melihat bahwa kenabian, sejauh yang kita tahu, memang sangat kontekstual. Ia hadir dalam ruang budaya, politik, dan psikologis tertentu. Nilai-nilai yang dibawanya—keadilan, kasih, dan moralitas—tidak bisa disangkal. Tapi status ilahinya tidak pernah benar-benar bisa dibuktikan. Dan ketika tradisi wahyu berhenti justru saat manusia paling siap untuk mengujinya, kita patut bertanya ulang: apakah para nabi adalah utusan Tuhan atau hasil dari kebutuhan sosial manusia di zaman tertentu?

Sains tidak bisa menjawab ini sepenuhnya, tapi iman pun tidak bisa memaksakan jawabannya tanpa bukti. Maka mungkin, satu-satunya jalan ke depan adalah jujur: bahwa nabi adalah warisan sejarah yang luar biasa, namun keilahiannya bukan realitas objektif, melainkan pengalaman kolektif yang terbentuk di ruang dan waktu tertentu—tak lebih, tak kurang.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Qulil Haq Walau Kana Murran: Etos Kebenaran di Jantung Demokrasi dan Pers

Next Post

UUD 1945 Itu Keramat, Bukan untuk Dikudeta — Jika Dikhianati, Hancurlah Bangsa Ini

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain
Feature

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026
Next Post
UUD 1945 Itu Keramat, Bukan untuk Dikudeta — Jika Dikhianati, Hancurlah Bangsa Ini

UUD 1945 Itu Keramat, Bukan untuk Dikudeta — Jika Dikhianati, Hancurlah Bangsa Ini

Vonis Tom Lembong dan Solidaritas Tokoh Nasional: Cermin Suram Hukum yang Mengabaikan Akal Sehat

Vonis Tom Lembong dan Solidaritas Tokoh Nasional: Cermin Suram Hukum yang Mengabaikan Akal Sehat

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi
Feature

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Tak pernah kita menyaksikan Jusuf Kalla seemosional...

Read more
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026
Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

Silaturahmi yang Terlupakan, Kekuatan yang Dijalankan Orang Lain

April 19, 2026

​Pembuktian Mens Rea: Abu-Abu, Pelik, tapi Pangkal Keadilan

April 19, 2026
Negeri Para Jongos

Seberapa Pentingkah Teddy Wijaya Bagi Bangsa Ini?

April 19, 2026
JK dan Keris Mpu Gandring

JK dan Keris Mpu Gandring

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Presiden Harus Optima Prima: Antara Kekuasaan dan Kesadaran

April 19, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist