Menurut JK Indonesia butuh pemimpin yang tangguh dan mampu menyejahterakan rakyat. JK menegaskan bahwa saat ini dan kedepan Indonesia berpotensi menghadapi krisis ekonomi dunia yang terjadi akibat perang di Eropa.dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah
Jakarta – Fusilatnews – Mantan Wakil Presiden RI , Mantan Ketua Umum sekaligus Tokoh Utama Partai Golkar HM Jusuf Kalla (JK) menjelaskan alasannya mengapa memutuskan memberikan dukungannya kepada Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden Anies Baswedan / Abdul Muhaimin Iskandar
Menurut JK Indonesia butuh pemimpin yang tangguh dan mampu menyejahterakan rakyat. JK menegaskan bahwa saat ini dan kedepan Indonesia berpotensi menghadapi krisis ekonomi dunia yang terjadi akibat perang di Eropa.dan konflik berkepanjangan di Timur Tengah
“Kalau presiden tidak tangguh, akan sulit, dunia akan sulit. Ekonomi dunia juga lagi sulit. Perang di Ukraina, perang antara Hamas dan Israel di Palestina, ancaman perang China dan Amerika. Kalau ekonomi dunia turun, kita juga ikut kena,” kata JK saat bertemu relawan AMIN di Makassar, Selasa (19/12).
JK juga menyinggung karakter presiden dalam mengelola anggaran. Dia menyarankan relawan untuk memilih calon pemimpin yang tidak suka menghambur-hamburkan uang.
Menurut JK, Indonesia bisa bangkrut bila pemimpinnya senang menghambur-hamburkan anggaran.
“Jadi kita harus pilih presiden yang tidak menghambur dana. Kalau presidennya boros, asal belanja saja, maka bisa bangkrut negeri ini,” ujar JK.
Juru Bicara AMIN Sudirman Said menyambut dukungan JK untuk Anies di Pilpres 2024. Dia yakin dukungan JK akan mendongkrak suara Anies-Cak Imin di Sulawesi Selatan.
“Insyaallah tampaknya bakal hujan,” ujar Sudirman.
Kedekatan JK dengan Anies diketahui publik setelah Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu, JK menjabat wakil presiden, sedangkan Anies mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta.
JK mengaku sebagai orang yang mengusulkan pencalonan Anies ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Dia mengusulkan pencalonan Anies ke Prabowo untuk melawan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
“Saya telepon dari New York [Amerika Serikat], karena ada bahayanya, kalau Ahok yang menang, ribut ini dan bisa-bisa kena akibatnya ke Pak Jokowi,” kata JK dalam program Special Interview with Claudius Boekan yang diunggah di kanal YouTube BeritaSatu, 4 Desember 2020
























