Jakarta, FusilatNews— Di tengah ketegangan internasional akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang kembali melakukan serangan udara ke Palestina, Kahmi melalui Sub Departemen Pembangunan Perumahan dan Pemukiman tetap melaksanakan diskusi bertema “Pembangunan Perumahan untuk Kesra”. Acara ini berlangsung di Markas Kahmi Center, Jalan Turi 1, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta.
Diskusi yang digelar siang hari ini dipimpin oleh Rambun Sumardi dengan menghadirkan panelis Masruarar Sirait, S.I.P. (Menteri Perumahan dan Pemukiman), Ir. H. Syahrul Aidil Maazat (Komisi V DPR RI dari PKS), serta moderator Anang Rahmat. Panelis lain yang turut memberikan pandangan adalah Rachmana Ajie Tambunan, M.A.P., yang mewakili Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Rachmana menjelaskan pentingnya pengelolaan rumah susun dengan melibatkan P3SRS (Persatuan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun). “Ini menjadi elemen penting untuk memastikan tata kelola yang legitimate dan ekonomis, termasuk dalam menghadapi tantangan seperti lonjakan biaya sewa, IPL, PDAM, dan listrik,” ujar Rachmana.
Sementara itu, M. Syahrir, salah satu panelis dari Kahmi yang juga menjabat sebagai Staf Khusus, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pinjaman online (pinjol). “Pinjol seharusnya tidak hanya dibatasi, tetapi ditutup sepenuhnya karena dampaknya yang sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Sekjen Syamsul Komar, Bendahara Umum Sabarudin, serta anggota lain seperti Syawali, Ismedjafar, Baginda, Maulana CAS, Buchori, Azwar, Anwar Vespa, Rusli Bodygar, Tarso, Selphiana, Emma, dan Burhanudin.
Diskusi ini mencerminkan komitmen Kahmi untuk terus berkontribusi dalam isu-isu strategis pembangunan, meskipun dunia tengah dilanda konflik dan ketegangan politik global.


























