Jakarta-Fusilatnews – Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto, membawa sejumlah misi penting dalam kunjungan kenegaraannya ke Arab Saudi, termasuk gagasan besar untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Rencana ini telah mendapat lampu hijau dari Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud (MBS).
Kabar itu dikonfirmasi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang turut serta dalam lawatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh permintaan Presiden Prabowo dalam pertemuannya dengan MBS disambut positif, termasuk pembangunan kawasan hunian khusus bagi jemaah haji Indonesia.
“Kita dengarkan bersama bahwa semua permintaan Bapak Presiden kita itu dipenuhi oleh Arab Saudi, antara lain adalah perumahan haji,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Kamis (3/7/2025), dikutip dari Antara.
Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan beberapa masalah krusial yang dihadapi jemaah haji asal Indonesia, termasuk tingginya angka kematian yang mencapai 14 persen karena kondisi fisik, jumlah jemaah yang besar, dan fasilitas yang belum memadai. Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa banyak warga Indonesia justru memiliki harapan untuk wafat di Tanah Suci, yang disambut dengan tawa ringan oleh Pangeran MBS.
Untuk mewujudkan proyek besar ini, Prabowo berencana membentuk tim khusus guna mengkaji secara mendalam berbagai aspek teknis dan kerja sama yang diperlukan.
“Terkait rencana pembangunan Kampung Haji, beliau menyampaikan bahwa akan dibentuk tim untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kerja sama antara pemerintah Saudi dan pemerintah Indonesia,” ujar Kepala Badan Penyelenggara Haji, Mochamad Irfan Yusuf.
Konsep Kampung Haji
Konsep Kampung Haji ini sebelumnya telah diutarakan oleh Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, pada akhir tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa kawasan ini akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektar di Jabal Umar, yang merupakan wilayah konsesi Arab Saudi untuk Indonesia selama 100 tahun.
“Rencana pembangunan Kampung Haji ini ditujukan untuk memberikan pelayanan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi jemaah haji asal Indonesia,” ujar Syafi’i pada 3 Desember 2024.
Kampung Haji nantinya akan berfungsi sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup akomodasi, dapur dengan menu khas Indonesia, klinik kesehatan, dan pusat kegiatan manasik. Tujuannya adalah untuk merasionalisasi biaya haji dengan tetap menjaga mutu layanan.
“Presiden RI sangat memperhatikan kebutuhan jemaah haji, termasuk memastikan kebijakan biaya haji dirancang secara rasional tanpa mengurangi kualitas layanan,” kata Syafi’i.
Urgensi Strategis
Menag Nasaruddin Umar menilai rencana Kampung Haji ini merupakan langkah strategis pemerintah Indonesia mengingat tingginya volume jemaah asal Indonesia. Setiap tahun, lebih dari 220.000 orang menunaikan ibadah haji dan sekitar 1,5 juta orang melaksanakan ibadah umrah.
“Sudah saatnya Indonesia memiliki gagasan konstruktif untuk mendukung pelayanan jemaah secara jangka panjang,” ujar Nasaruddin, Rabu (2/7/2025).
Pemerintah Indonesia berharap, proyek Kampung Haji ini dapat segera terealisasi dengan dukungan penuh dari pihak Arab Saudi, dan menjadi simbol kuat pelayanan ibadah sekaligus kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.

























