OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA
Terlepas dari setuju atau tidak, salah satu faktor penentu yang memenangkan Prabowo/Gibran dalam Pilpres 2024 lalu adalah adanya kebijakan Bantuan Langsung Beras kepada 22 juta rumah tangga penerima manfaat sebesar 10 kg per bulan, yang digarap selama 12 bulan. Bantuan Langsung Beras benar-benar efektif digunakan untuk merebut simpati rakyat.
Program Bantuan Langsung Beras, kini tersisa tinggal dua bulan lagi. Pemerintah telah menetapkan sisa bantuan yang dua bulan ini akan dieksekusi pada bulan Januari dan Pebruari 2025 untuk 16 juta keluarga penerima manfaat. Pertanyaannya, mengapa hanya 16 juta keluarga dan tidak lagi 22 juta keluarga ? Lalu, bagaimana dengan yang 6 juta keluarga lainnya ?
Jawabnya singkat, karena jumlah masyarakat miskinnya berkurang, sebagai wujud keberhasilan Pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan masyarakat. Banyak pandangan, selama kehidupan ekonomi rakyat berpendapatan rendah seperti sekarang, sangat keliru bila program yang pro rakyat miskin di stop oleh Pemerintah.
Itu sebabnya, mengapa Presiden Prabowo cukup peka terhadap suara semacam ini, sehingga diputuskan selama tahun 2025, Bantuan Langsung Beras ini akan dilaksanakan selama 6 kali. 2 bulan sudah diputuskan Januari dan Pebruari 2025. Sisanya yang 4 kali, akan disesuaikan dengan situasi dan ko disi yang ada. Yang jelas, bsntuan ini terus diberikan, untuk membantu kehidupan masyarakat miskin.
Memang ada yang pro dan kontra, terkait dengan program bantuan langsung pangan. Perdebatan soal ini sepertinya masih akan terus berlanjut. Hanya, kalau kita selisik nasib dan kehidupan masyarakat yang kurang beruntung dalam pembangunan atau sering disebut sebagai “korban pembangunan”, yang namanya bantuan langsung pangan, tetap dinilai sebagai “dewa penolong” kehidupan.
Berkat adanya bantuan langsung beras, mereka dapat mengatur pengeluaran belanjanya, sehingga memiliki pilihan untuk membeli lauk pauknya. Mereka tidak perlu membeli beras. Uang berasnya bisa dipakai untuk beli tahu, tempe, sayuran dan lain sebagainya. Lebih penting dari itu, mereka pun tetap dapat menyambung nyawa kehidupannya.
Jujur kita akui, kiprah Perum Bulog dalam menggarap Program Bantuan Langsung Beras selama ini, benar-benar berwujud nyata. Kerja keras Perum Bulog dalam menyalurkan bantuan, sehingga dapat dierima dengan baik oleh keluarga penerima mabfaat, patut diberi acungan jempol. Belum lagi bila dihubungkan dengan lokasi penerima manfaat yang tersebar dan sulit terjangkau.
Namun berkat semangat dan daya juang yang tinggi, ditambah dengan kekuatan jaringan yang kuat di daerah, Keluarga Besar Perum Bulog terbukti mampu menjalankan kehormatan dan tanggungjawab yang diembannya dengan baik. Hal ini, tentu saja satu nafas dengan aoa yang menjadi tagline “Bulog berbuat yang terbaik untuk menabur kebaikan”.
Begitu pun dengan penyaluran Bantuan Langsung Beras untuk bulan Januari-Pebruari 2025, Perum Bulog telah menyiapkan diri dengan baik, sehingga proses penyaluran bantuan akan berjalan lancar. Selain itu, penting diingatkan, dalam pelaksanaannya di lapangan, jarang terdengar adanya keluhan dari para penerima manfaat yang protes atas kualitas beras yang diterimanya.
Hal ini berbeda ketika Perum Bulog ditugaskan menyelenggaran penyaluran Beras Raskin. Saat itu, kita sering mendengar keluhan masyarakat yang protes terhadap kualitas beras Raskin. Apakah karena berasnya berwarna kekuning-kuningan, apakah karena berasnya banyak kutu, apakah berasnya bau apek, atau berasnya hancur. Kini, suara-suara semacam itu relatif tidak terdengar lagi.
Apa yang bisa kita simpulkan dari gambaran diatas ? Jawabannya jelas, kinerja Bulog sekarang relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih dengan kualitas beras yang diperoleh para penerima manfaat. Kita percaya kinerja Perum Bulog ini akan dijadikan pengalaman berharga sekuranya Perum Bulog telah nembebaskan diri dari statusnya sebagai Perusahaan Plat Merah.
Saat ini, kita telah memasuki bulan Januari 2025. Perum Bulog terlihat sudah siap-siap untuk menjalankan tugas mulia yang diembannya. Mengisi Tahun Baru ini, Perum Bulog tentu akan semakin mempertontonkan kepiawaian nya selaku lembaga pangan yang handal dan profesional. Bahkan sebagai operator pangan, Perum Bulog, pasti akan memberi pelayanan prima bagi masyarakat.
Akhirnya penting disampaikan, Program Bantuan Langsung Beras merupakan program yang selalu dinantikan oleh para penerina manfaat di berbagai daerah Tanah Merdeka ini. Termasuk kaum tani yang sekarang menyandang atribut selaku “net consumers”. Mereka adalah penghasil beras, namun suatu waktu mereka pun akan menjadi pembeli beras.
Program Bantuan Langsung Beras bagi para penerima manfaat, sering dianggap sebagai berkah kehidupan yang perlu disyukuri kehadirannya. Program seperti ini pula yang membuat kebutuhan pangan pokok tetap terpenuhi. Oleh karenanya, sangat keliru bila sekarang masih ada orang yang ingin menghentikannya. Sebaliknya, program ini perlu terus dilsnjutkan. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).






















