• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

KEMENTERIAN HUKUM “TIGA SEKAWAN” : Koreksi Untuk Tiga Professor

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
February 22, 2025
in Birokrasi, Feature
0
KEMENTERIAN HUKUM “TIGA SEKAWAN” : Koreksi Untuk Tiga Professor
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh M Yamin Nasution-Pemerhati Hukum

Muhammad Yamin Nasution

Yusril Ihza Mahendra, Otto Hasibuan dan Eddie Hiariej adalah tiga Professor Hukum yang namanya telah begitu besar.

Walaupun dibalik nama besar tersebut juga melekat hal lain, yaitu tentang ketidakmampuan membawa organisasi yang dipimpin berkembang.

Yusril tak mampu membawa Partai untuk lebih baik tahun demi tahun, melainkan organisasi tersebut hanya untuk memperbesar dirinya.

Otto Hasibuan adalah ketua oragnisasi Advokat, anggapan dirinya sukses merebut kekuasaan dengan cara manipulasi dan tanpa Kongres juga menjadi penyebab pecahnya organisasi yang dipimpin.

Eddie Hiariej adalah guru besar hukum pidana dari Unuversitas Gajah Mada yang akhir tahun 2024 namanya tersandung kasus Korupsi walaupun sudah di cabut status tersebut.

Ketiga orang-orang tersebut menduduki jabatan tertinggi dan setrategis di Kementerian Hukum dengan harapan dapat membawa penegakan hukum dan keadilan dan dapat menjadi motor system hukum yang lebih baik.

Harapan dimana ide-ide perbaikan rusaknya Lapas Pemasyarakat begitu besar, demikian juga yang lainnya sehingga hukum dan keadilan lebih dirasakan nyata di Negara Republik Indonesia.

Akan tetapi, paska 100 hari para Professor tersebut berada di Kabinet Pemerintahan Merah Putih, ketiga orang ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman untuk memperbaiki system Negara dalam hukum.

Setelah menjabat di Kementerian hukum, Yusril, Otto dan Hiariej hanya berbicara betapa buruknya Advokat di Indonesia sehingga perlu diperbaiki.

Upaya yang dilakukan cukup massive, Yusril bahkan membandingkan bahwa satu-satunya organ Negara “state organ” yang lebih dari satu hanya di Indonesia.

Sedangkan Eddie Hiariej mengatakan bahwa dirinya dan kawan-kawannya secara akademis pernah melakukan penelitian tentang system penegakan hukum di Indonesia dan yang terburuk adalah advokat.

Eddie Hiariej juga mengatakan didalam Kepolisian mereka dari Akpol, dan system pendidikan yang dimiliki Jaksa untuk menjadi penuntut umum dan Hakim harus menjalani pendidikan cukup lama, berbeda dengan Advokat yang hanya melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Pernyataan-pernyataan Hiariej diatas dapat dengan mudah gugur dengan sendirinya, bila suatu penelitian tersebut dikaji sebab akibatnya.

Sebagaimana disebutkan dua orang ahli kejiwaan kepolisian yaitu Alex Dorian dan Carry M. Mitchel mengatakan bahwa suatu profesi hanya akan profesional bila pelaku profesi dapat bebas dari ikatan lain yang mempengaruhi kejiwaannya. Seorang polisi mustahil dapat menjalankan profesi dengan professional bila saat bekerja ia masih memikirkan kebutuhan dirumah tangganya.

Demikian pula perbandingan yang dilakukan oleh Hiariej, pendidikan bagi Polisi menjadi penyidik, Jaksa sebagai penuntut dan Hakim sebagai pemutus dibiayai oleh Negara, selain dari Aparat Penegak Hukum tersebut juga digaji oleh Negara.

Akademi Polisi (AKPOL) yang disebutkan Hiariej adalah satu argumentasi keliru, dimana penyidik tidak dipelajari secara spesifik di AKPOL dan Anggota Kepolisian lulusan AKPOL juga tidak sebanyak polisi yang lulus dari SMA dan menjadi penyidik hanya memiliki dasar pengetahuan hukum yang minim.

Hal yang sama dengan pernyataan Yusril, bahkan dengan polosnya beliau tidak membandingkan bahwa satu-satu organ Negara (Advokat) yang tidak mendapatkan perhatian dan tidak diberikan upah oleh Negara hanya di Indonesia atau Negara-negara miskin dibawah Indonesia.

Selain itu, yang lebih utama ialah, bila berbicara tentang Hukum dan Keadilan harus dilihat secara menyeluruh (holistik), bagaimana system hukum yang lebih baik, sebagaimana Yusril sendiri pernah menyatakan disalah satu media mainstream bahwa; “….. bila hukum yang baik dibuat maka akan menarik orang-orang yang buruk menjadi baik”

Sebagai pemikiran hukum yang mengikuti mazhab Islam tentunya Yusril melihat itu dari system hukum berbasis teologis, dimana dalam sejarah Indonesia masyarakat animisme masih kanibal, dan hukum agama dijadikan rujukan bagi masyarakat perlahan demi perlahan kebiasaan buruk masyarakat terdahulu berubah menjadi baik.

Dalam sejarah peradaban, Advokat pada dasarnya adalah profesi yang lahir untuk melawan buruknya penegak hukum yang bersekongkol, yang terdiri dari Polisi, Jaksa dan Hakim.

Sejauh ini para professor tersebut tidak pernah membicarakan secara masif tentang kondisi buruk Lapas yang ada di Indonesia, apakah lapas masih menjadi tempat premanisme pungutan liar hidup atau system pemesanan kamar lapas bagi pejabat korup masih terjadi, atau muatan lapas sudah lebih baik.

Tiga Sekawan adalah nama dua jenis perkumpulan yang pernah berjaya di Indonesia. PERTAMA, pada tahun 1970an group Pelawak yang dikenal dengan Ateng, Iskak, dan Edi Sud, sedangkan Tiga Sekawan yang KEDUA adalah kelompok penjahat yang memiliki kehidupan bengis, borjouis dan membuat kehidupan masyarakat makin resah.

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengingatkan ketiga orang tersebut diatas agar tidak menunjukkan pemikiran miskin dalam pengelolaan Negara hukum.

Bangunan Hukum dan Keadilan harus diperbaiki secara mendasar yaitu dengan fondasi yang kuat, sehingga bila tujuan utama untuk memperbaiki penegakan hukum dan keadilan maka berhentilah memperbaiki sisi terkecil dari rusaknya system.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perintah Megawati “Diam” Strategi atau Tanda Kelemahan?

Next Post

Empat Anggota Polri Diperiksa atas Dugaan Intimidasi terhadap Band Sukatani

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing
Birokrasi

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

Empat Anggota Polri Diperiksa atas Dugaan Intimidasi terhadap Band Sukatani

Harga Minyak Mendekati USD 100 Per Barel. BBM Non Subsidi Pasti Naik Lagi

Harga Asli Pertalite dan Solar Jika Tidak Disubsidi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...