• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Kemiskinan: Cermin Retak Kebijakan yang Salah Arah – Negara Harus Hadir Bukan Menyamar

Ali Syarief by Ali Syarief
July 28, 2025
in Birokrasi, Feature, Layanan Publik
0
 Pemerintahan Jokowi dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem – Indonesia Paling Tinggi di ASEAN Jumlah Penduduk Miskin

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah geliat pembangunan infrastruktur dan narasi pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih dihantui oleh kenyataan yang mencengangkan: jutaan warganya hidup dalam kemiskinan. Padahal, negara ini tidak kekurangan sumber daya. Lantas, mengapa kemiskinan masih begitu tinggi? Jawabannya terletak pada arah kebijakan yang keliru. Seperti yang dikemukakan oleh Amartya Sen, peraih Nobel Ekonomi, “Poverty is not just a lack of income—it is the deprivation of basic capabilities.” Kemiskinan adalah kegagalan sistemik negara dalam membangun kemampuan dasar warganya untuk hidup layak.

Kemiskinan Bukan Takdir, Tapi Produk Kebijakan

Anggapan bahwa kemiskinan adalah takdir merupakan narasi usang yang berfungsi membenarkan status quo. Dalam kerangka pemikiran Structuralist, seperti yang dijelaskan oleh Gunnar Myrdal, kemiskinan terjadi karena kesenjangan struktural dalam sistem ekonomi dan sosial. Ketika kebijakan pembangunan hanya menguntungkan kelompok elite dan mengabaikan redistribusi kekayaan, maka kemiskinan akan terus direproduksi oleh sistem itu sendiri.

Contoh nyata: alokasi anggaran negara yang besar-besaran untuk proyek-proyek raksasa seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), namun minim investasi untuk pendidikan dasar, kesehatan primer, dan pemberdayaan ekonomi desa. Ini mencerminkan apa yang oleh David Harvey disebut sebagai “accumulation by dispossession”, yakni akumulasi kekayaan oleh segelintir pihak melalui pengabaian atau perampasan hak-hak kelompok marjinal.

Bansos: Obat Sementara, Bukan Penyembuh

Kehadiran bantuan sosial (bansos) dalam konteks ini adalah bentuk kompensasi, bukan solusi. Dalam teori Welfare State dari Richard Titmuss, negara memang memiliki kewajiban moral untuk memberikan jaring pengaman sosial bagi rakyatnya. Namun ketika bansos menjadi permanen dan tidak diiringi oleh transformasi struktural, ia menjelma menjadi candu. Dalam logika ini, negara justru mengakui kegagalannya sendiri—mendistribusikan bansos untuk menutupi luka yang diciptakannya.

Bansos menjadi semakin problematik ketika digunakan secara politis. Dalam teori Clientelism, seperti dijabarkan oleh James C. Scott, negara (atau elit politik) menggunakan bantuan sebagai alat transaksi politik untuk mendapatkan dukungan elektoral, bukan sebagai alat pemberdayaan. Maka yang terjadi bukanlah pengentasan kemiskinan, melainkan manajemen kemiskinan demi kekuasaan.

Paradoks Pertumbuhan dan Kemiskinan

Indonesia sering membanggakan diri sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi positif. Namun, seperti kritik Joseph Stiglitz, pertumbuhan ekonomi yang tidak disertai pemerataan justru memperparah ketimpangan. Ketika indikator makro seperti PDB tumbuh, tetapi angka kemiskinan hanya turun tipis atau bahkan stagnan, itu berarti ada yang salah dengan struktur distribusi kekayaan dan akses terhadap sumber daya produktif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa meskipun ada penurunan angka kemiskinan secara nominal, kemiskinan absolut dan ketimpangan tetap menjadi masalah besar. Hal ini diperparah oleh ukuran kemiskinan yang terlalu minimalis—hidup dengan Rp17.000 per hari dianggap tidak miskin, padahal belum tentu mencerminkan kehidupan yang bermartabat.

Jalan Keluar: Reformasi Struktural dan Keberpihakan Nyata

Dalam pendekatan Capability Approach dari Amartya Sen, pengentasan kemiskinan harus diarahkan pada penguatan kemampuan dasar manusia—akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan layak, dan kebebasan berpartisipasi. Maka, negara harus berani menggeser prioritas dari pembangunan simbolik menuju pembangunan manusia.

Reformasi agraria, keberpihakan fiskal terhadap UMKM, serta penguatan perlindungan tenaga kerja harus menjadi agenda utama. Teori Keadilan Sosial dari John Rawls juga mengingatkan bahwa ketimpangan hanya bisa diterima jika menguntungkan mereka yang paling tidak beruntung. Dalam konteks Indonesia saat ini, yang terjadi justru sebaliknya: ketimpangan menguntungkan yang sudah kaya, dan menyisakan yang miskin dalam perangkap sistemik.

Penutup: Negara Harus Hadir, Bukan Menyamar

Kemiskinan bukan sekadar masalah angka, melainkan refleksi dari kegagalan kebijakan yang adil. Jika negara terus bersembunyi di balik statistik dan proyek mercusuar, sementara rakyatnya masih mengantri bansos untuk bertahan hidup, maka negara sesungguhnya sedang menyamar sebagai penyelamat padahal ia adalah bagian dari masalah.

Indonesia tidak kekurangan sumber daya—yang kurang adalah keberanian untuk berpihak. Selama arah kebijakan tidak berubah, selama prioritas pembangunan masih berat sebelah, maka kemiskinan akan tetap menjadi cermin retak dari wajah negeri ini.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Demokrat Tersengat

Next Post

HMI Cabang DKI Resmikan 15 Kader Baru: Teguhkan Semangat Perjuangan dan Kaderisasi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post
HMI Cabang DKI Resmikan 15 Kader Baru: Teguhkan Semangat Perjuangan dan Kaderisasi

HMI Cabang DKI Resmikan 15 Kader Baru: Teguhkan Semangat Perjuangan dan Kaderisasi

Jokowi itu sedang “Inimicos Crescit” – Membangun Musuh

Jokowi itu sedang "Inimicos Crescit" - Membangun Musuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...