• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Contributor

Kenapa Melalui Jalan Radikal? Mereka yang tidak bersaudara dalam iman bisa bersaudara dalam kemanusiaan

Ali Syarief by Ali Syarief
December 24, 2021
in Contributor, Feature
0
Kenapa Melalui Jalan Radikal? Mereka yang tidak bersaudara dalam iman bisa bersaudara dalam kemanusiaan
Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa Melalui Jalan Radikal? Mereka yang tidak bersaudara dalam iman bisa bersaudara dalam kemanusiaan

Telah menjadi viral terutama di media-media sosial, ada beberapa aktifitas kelompok umat islam yang di beri label sebagai “gerakan kelompok Islam radikal”. Pers asing sering kali menyebut mereka sebagai the hard-liners. Opini Kelompok Radikal, hard liners, atau istilah lain juga, dengan konotasi negative (?), sebagai Jihadist, terbentuk dari ulah-ulah mereka juga. Mengapa? Sesederhana referensinya, teori komunikasi, atau teori da’wah, yaitu bila audience/mustami gagal faham, yang salah adalah si pembicaranya atau da’inya. Itu saja.

Sudah lama saya merenung, dan ingin menulis hal ini, ahirnya saya mulai di hari pertama bulan suci ramadhan ini. Atas permintaan beberapa teman juga. Tulisan ini, ibarat si 5 orang buta, yang diminta menjelaskan pengalaman meraba raba seekor gajah; Salah seorangnya mengatakan, kalau gajah itu bentuknya pipih, karena yang di pegang hanya bagian kupingnya saja. Itulah tulisan ini!. Hanya dari salah satu aspek saja.

Kembali kepada Label Islam Radikal itu. Saya mulai dengan suatu pertanyaan awal, mengapa itu terjadi? Apakah keliru yang menuding?. Atau salah yang berbuat? Tadi diatas sudah saya jawab, “tiada asap bila tiada api”, statement ini saya kutip untuk memperkuat premis saya tadi.

Supaya saya tidak berputar-putar, maka saya akan langsung saja memulai dengan mengutip ayat quran ini;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

________________________________________Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Al-Hujarat 13.

Ayat yang turun 14 abad yang lalu, sesungguhnya menjawab kebutuhan pada era global sekarang ini, yang sempat saya sampaikan kepada para ulama dan tokoh-tokoh terkemuka muslim, di berbagai kesempatan. bila dijadikan thema central da’wah para ulama Muslim itu, untuk kondisi di Indonesia, pas. Tepat sekali. Ruh da’wah dengan dasar ayat tersebut. Karena kata kunci kalimat “lita’arafu” ( لِتَعَارَفُوا ), atau arti bebasnya “faham akan artinya berbagai perbedaan”, maka asumsi saya, damailah Indonesia. Sehinga jangan sampai ada orang yang meragukan akan islam itu mempunyai falsafah kelembutan. Munculah keindahanya Islam sebagai agama yang rachmatan lil alamin. Kelompok-kelompok yang gerakannya dijuluki sebagai kelompok radikal pun akan sirna dengan sendirinya.

Setelah thema, sekarang saya ingin menjelaskan bagaimana watak para juru da’wah muslim itu. Sejatinya ahlaqnya tentu adalah al qur’an. Ayat yang indah, yang tidak pernah lupa dalam ingatan saya, sebagai peminat ilmu komunikaksi, adalah
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan Al Hikmah dan Pelajaran
yang baik, dan Bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa saja yang tersesat dari jalan-Nya. Dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS 16 An Nahl ayat 125)”

Itu ayat metoda da’wah yang tetap modern sepanjang jaman, yang lebih dari sekedar hanya dengan cara persuasive saja. Sama sekali tidak mengandung “fear off arrousing”. Tetapi ada kata hikmat dan contoh tauladan yang baik. Not only just to talk.

Siapa target audiencenya (mustami)? Da’wah kepada siapa saja, ketika Tuhan memiminta untuk memahami siapa audience kita, apalagi dengan metoda bil hikmah wal mauidhoti hasanah itu, maka tidak akan pernah berbenturan karena perbedaan nilai-nilai, etnis, dan karena berbeda berbagai bangsa-bangsa itu. Tidak perlu dengan cara radikal pula, yang tidak pernah diajarkan bahkan tidak ada contoh sama sekali dalam sejarah Islam.

Rumus lain, dari Nabi SAW adalah “khotibunnasa ala qudri uqulihim”, khotbahilah manusia-manusia itu, yang sesaui dengan kemampuan kadar intelektualnya. Ini menjelaskan kualifikasi segmentif, kelas social, kelas pendidikan, sexual, dan lain-lainnya. Ada golongan-golongan. Artinya tidak boleh menyama ratakan dalam menyusun materi da’wah. Jangan pukul rata.

Materi Da’wah

Produk dari memprioritaskan “dakwah syariah” (hukum), lahirlah perbedaan-perbedaan pemahaman Pilihan mahzab-mahzab yang sangat tajam. Berbenturan satu sama lain, hanya gara-gara soal mengucapkan dan tidak mengucapkan niat sholat. Urusan membaca ussholi atau doa qunut saja dalam sholat, sampai saat ini masih tetap tajam dan tetap hangat diperdebatankan. Padahal hukum-hukum itu produk dari penelusuran para zumhur dahulu atas perilaku dan ucap nabi, yg antara lain disimpulkan menurut sikap pandang para sahabat yang hidup sejaman dengan rosulullah, yg terkumpul dalam hadist-hadist itu.

Jadi harus darimana menjelaskan/menda’wahkan agama itu? Nah..ini yg menarik. Tidak perlu terlalu jauh mencari rujukannya. Kita ingat ungkapan rosul, bahwa ia diutus untuk menyempurnakan ahklaq (innamal buistu liutamimakarimul ahklaq). Aku diutus untuk menyempurnakan ahklaq. Luar biasa bukan? Ahlaq!. Inilah esensi dari orang menganut agama. Kumulatif dari semua elemen seperti iman, taqwa, aqidah tauhid, dll, adalah “ahlaqul karimah”. Dalam bahasa yang sederhana falsafah keagamaan adalah “budi pekerti”. Bahkan kesantunan itu menjadi suatu kekuatan.
Mulailah berislam itu dengan ahklaq yang baik. Respek kepada orang yang berbeda segalanya dengan kita. Toleransi. Jangan mengkafirkan orang. Assida’u alal kufar itu, lbh baik ditujukan untuk diri kita sendiri. Karena kafir itu, nida-nya bukan hanya menunjuk kepada orang lain, tetapi kepada diri kita sendiri. Membunuh Yahudi itu, bukan orangnya, tetapi sifat keyahudiaan yang ada dalam otak kita. “Ibda binafsihi” atau self correction.

“Muslim ialah orang yang menyelamatkan orang lain dari gangguan lidah dan tangannya.” Bolehkan ini jadi pedoman bagi para da’i. Ayat lain mengatakan “sebaik-baik umat, adalah mereka yang memberi manfaat kepada orang lain”.

Janganlah sampai kejadian seperti sekarang, akibat da’wah-da’wah kelompok yang diberi label radikal tersebut, Islam yang mottonya rahmatan lil alamin dan yang “ya’lu wala yu’la alaihi” itu, terjungkal ketempat yang sangat bawah hingga ke dasar yang serendah-rendahnya. Keberanian orang saat ini menista agama Islam dan para ulama-ulamanya dalam berbagai bentuknya, adalah ahir kumulatif dari dakwah-dakwah yang tidak berpedoman kepada dalil dalil shahih tadi. Dalil ahlaqul karimah.

*Buya Hamka* menasehati kita semua tentang Dakwah, seperti ini;
Dakwah itu *membina*, bukan menghina.Dakwah itu *mendidik*, bukan ‘membidik’Dakwah itu *mengobati* bukan melukai.Dakwah itu *mengukuhkan* bukan meruntuhkan.Dakwah itu *saling menguatkan*, bukan saling melemahkan.Dakwah itu *mengajak*, bukan mengejek.Dakwah itu *menyejukkan*, bukan memojokkan.Dakwah itu *mengajar*, bukan menghajar.
Dakwah itu saling *belajar*, bukan saling bertengkar.Dakwah itu *menasehati* bukan mencaci maki.Dakwah itu *merangkul* bukan memukul.Dakwah itu ngajak *bersabar*, bukan ngajak mencakar.Dakwah itu *argumentative*, bukan provokatif.Dakwah itu *bergerak cepat*, bukan sibuk berdebat.Dakwah itu *realistis* bukan fantastis.Dakwah itu *mencerdaskan* bukan membodohkan.Dakwah itu *menawarkan solusi* bukan mengumbar janji.Dakwah itu *berlomba dalam kebaikan* bukan berlomba saling menjatuhkan.Dakwah itu *menghadapi masyarakat* bukan membelakangi masyarakat.Dakwah itu *memperbarui masyarakat*, bukan membuat masyarakat baru.Dakwah itu *mengatasi keadaan* bukan meratapi kenyataan.Dakwah itu *pandai memikat*, bukan mahir mengumpat.Dakwah itu *menebar kebaikan* bukan mengorek kesalahan.Dakwah itu *menutup aib dan memperbaikinya,* bukan mencari2 aib dan menyebarkannya.Dakwah itu *menghargai perbedaan*, bukan memonopoli kebenaran.Dakwah itu *mendukung semua program kebaikan* bukan memunculkan keraguan.Dakwah itu memberi *senyum manis*, bukan menjatuhkan vonis.Dakwah itu *berletih-letih menanggung problema umat*, bukan meletihkan umat.Dakwah itu *menyatukan kekuatan*, bukan memecah belah barisan.Dakwah itu *kompak dalam perbedaan*, bukan ribut mengklaim kebenaran.Dakwah itu *siap menghadapi musuh* bukan selalu mencari musuh.Dakwah itu *mencari teman*, bukan mencari lawan.Dakwah itu *melawan kesesatan* bukan mengotak atik kebenaran.Dakwah itu *asyik dalam kebersamaan* bukan bangga dengan kesendirian.Dakwah itu *menampung semua lapisan*,bukan memecah belah persatuan.Dakwah itu kita mengatakan: *”aku cinta kamu”*bukan “aku benci kamu”Dakwah itu kita mengatakan: *”Mari bersama kami”* bukan “Kamu harus ikut kami”.Dakwah itu *”Beaya Sendiri”*bukan “Dibeayai/Disponsori”Dakwah itu *”Habis berapa ?”* bukan “Dapat berapa ?”Dakwah itu “Memanggil/ *Mendatangi* bukan “Dipanggil/Panggilan”Dakwah itu *”Saling Islah”* bukan “Saling Salah”Dakwah itu di masjid, di sekolah, di pasar, di kantor, di parlemen, di jalanan, hingga dimana saja, *bukan hanya di pengajian.*Dakwah itu dengan *”Cara Nabi”* bukan dengan *”Cara Sendiri”*.

Menghidupkan Islam

Mempraktekan Islam dalam kehidupan sehari-hari jangan memisah-misahkan (dikotomi) antara aktifitas ritualitas dan praktek kehidupan sehari-hari. Jangan. Islam itu kaffah (paripurna). Berislam bukan sholat. Bukan Pula hanya sekedar puasa atau pergi berhaji. Tetapi menyayangi sesama, tanpa kecuali, adalah berislam. Bertani yang baik adalah berislam. Belajar yang ulet adalah berislam. Berumah tangga yang harmonis adalah berislam. Memaklumi orang lain berbeda dengan kita adalah berislam. Mendalami berbagai masalah untuk kemasalahatan sosial adalah berislam. Ikut siskamling ronda malam, adalah berislam, dll. Nggak perlu di cari-cari lagi dalil-dalilnya, sehingga harus pergi mengaji kepada ustadz-ustadz. Mulailah dengan bismilah, lalu tersenyum kepada setiap orang, and do the right thing, dst.

Di ahir tulisan ini, saya kutip fatwa Ali bin Abi-Thalib RA. pernah mengatakan: “Mereka yang tidak bersaudara dalam iman bersaudaralah dalam kemanusiaan”.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ilhan Omar dan Masa Depan Habib Rizieq

Next Post

POTRET BURAM AKHIR TAHUN

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?
Birokrasi

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia
Feature

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
Next Post
POTRET BURAM AKHIR TAHUN

POTRET BURAM AKHIR TAHUN

Apakah seluruh Warga DKI sudah tau? Just info bagi yg belum tau.

Apakah seluruh Warga DKI sudah tau? Just info bagi yg belum tau.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Perencanaan Tanpa Ilmu, Ambisi Tanpa Ekologi

January 25, 2026
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist