• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika AHY Menyentil Jokowi: Bandara Megah, Rakyat Gigit Jari

Ali Syarief by Ali Syarief
July 29, 2025
in Feature, Politik
0
Apa Kata Pakar “Makna Pertemuan Jokowi dan AHY di Jogja”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam politik, diam kadang lebih bising daripada teriakan. Tapi tidak dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kali ini, ia tidak lagi memilih kata-kata yang lembut. Dalam sebuah momen strategis—Rapat Koordinasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)—AHY menanggalkan sikap normatif dan meluncurkan kritik yang tajam namun elegan. Sasaran tembaknya jelas: infrastruktur era Jokowi yang katanya megah, tapi kosong makna.

“Bandara kelihatan megah, tapi belum berdampak bagi masyarakat,” ujar AHY, dan dari pernyataan itu, kita bisa mencium aroma kritik yang jauh lebih dalam: sindiran kepada satu dekade pembangunan infrastruktur yang lebih memanjakan lensa kamera drone daripada isi dapur rakyat.

Apa yang sedang AHY balas? Bisa jadi ini reaksi dari pernyataan Jokowi yang dalam banyak kesempatan—termasuk menjelang akhir masa jabatannya—masih terus menggaungkan proyek-proyek besar sebagai “warisan”. Sebuah agenda besar yang seolah menjadi pembenaran atas utang yang kian menggunung dan rakyat yang tetap tertinggal dalam kemiskinan struktural. Jokowi membangun jalan, bandara, bendungan, tapi melupakan satu hal: dampaknya bagi rakyat tidak bisa diukur hanya dengan potongan pita peresmian.

Dan di sinilah letak keberanian AHY. Ia tidak sekadar mengkritik proyek, tapi paradigma. “Paradigma pembangunan nasional harus digeser,” tegasnya. Dari pencitraan ke perencanaan. Dari gebrakan ke keberlanjutan. Dari beton ke kehidupan.

Apa yang dilakukan Jokowi selama ini, jika mengikuti narasi AHY, adalah pembangunan yang terpisah dari realitas masyarakat. Jalan tol dibangun, tapi ekonomi lokal stagnan. Bandara berdiri megah, tapi pesawat yang mendarat bisa dihitung jari. Dermaga dibangun, tapi nelayan tetap miskin. Bendungan dibuka, tapi sawah tetap kering. Ini bukan pembangunan. Ini pamer kekuasaan berbalut semen dan baja.

Kritik AHY terasa seperti dentuman palu godam di tembok kejumawaan Jokowi. Ia berbicara tentang integrated planning—perencanaan yang terpadu. Sebuah ide yang ironisnya sangat mendasar, namun tampaknya terabaikan dalam hiruk pikuk ambisi pembangunan nasional selama sepuluh tahun terakhir. Ia menyentil bahwa kegagalan bukan soal niat buruk, tapi soal kebodohan sistemik: ketidakmampuan merancang pembangunan yang tidak hanya terlihat indah di televisi, tapi benar-benar mengubah kehidupan rakyat.

Dan ini bukan sekadar kritik teknokratis. Ini adalah positioning politik. AHY sedang memosisikan diri bukan sekadar sebagai menteri, tapi sebagai calon pemimpin masa depan. Ia menyodorkan alternatif dari gaya kepemimpinan Jokowi yang penuh retorika infrastruktur. Ia berbicara tentang outcome, bukan hanya output. Tentang impact, bukan hanya image.

Pernyataan AHY ini adalah sinyal bahwa zaman pencitraan mulai kehilangan daya magisnya. Publik sudah mulai jenuh dengan pembangunan yang hanya menjadi headline, tapi tidak menyentuh garis kemiskinan. Mereka butuh pemimpin yang bicara dampak, bukan drama. Dan di sinilah AHY mengambil peran: menyuarakan akal sehat di tengah kegilaan pembangunan yang timpang.

Maka, jika ini dianggap sebagai balasan terhadap agenda besar Jokowi, itu bukan sekadar balasan. Ini adalah koreksi arah. Sebuah provokasi untuk membangkitkan kembali semangat pembangunan yang manusiawi, bukan megaproyek tanpa makna. Dan mungkin, inilah awal dari narasi besar berikutnya: pembangunan yang membumi, bukan hanya membentang.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak butuh bandara mewah jika perut mereka tetap kosong.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IPW: Polisi Harus Usut Tuntas Pengrusakan Rumah Doa di Padang

Next Post

Lewat Puisi, Hendropriyono Sentil Diri Sendiri dan Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post
Lewat Puisi, Hendropriyono Sentil Diri Sendiri dan Jokowi

Lewat Puisi, Hendropriyono Sentil Diri Sendiri dan Jokowi

Bareskrim: Ketika Data Primer Disita, Tapi Penyelidikan Justru Dihentikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist