• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Lewat Puisi, Hendropriyono Sentil Diri Sendiri dan Jokowi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
July 29, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Pojok KSP
0
Lewat Puisi, Hendropriyono Sentil Diri Sendiri dan Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI) / Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia UNS

Jakarta – Tak ada yang lebih bebas selain menafsirkan makna puisi. Sebab puisi adalah karya fiksi. Rekaan. Fiktif. Meskipun ada juga puisi yang ditulis berdasarkan fakta.

Puisi bukan karya ilmiah yang perlu otoritas untuk menafsirkan atau memaknainya. Pun bukan ayat suci yang perlu otoritas sekelas majelis ulama untuk menafsirkannya.

Begitu pun ketika kita hendak menafsirkan sebuah puisi karya AM Hendropriyono yang melabeli dirinya sebagai Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Kita pun bebas menafsirkannya. Bebas memaknai apa saja.

Dengan puisi itu, mungkin Hendropriyono sedang menyentil dirinya sendiri. Mungkin juga menyentil Jokowi. Mungkin pula menyentil Try Sutrisno.

Dan puisi Hendropriyono yang sedang kita tafsirkan itu berjudul, “Estafet Kehidupan” yang dimuat detik.com, Senin, 28 Juli 2025.

Puisi itu sesungguhnya tayang prematur, karena bekas Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu menulis titi mangsa di bagian bawah puisi: Jakarta, 30 Juli 2025.

Sebab itu, puisi tersebut bisa dianggap tidak ada, karena saat tayang sesungguhnya puisi itu belum ditulis.

Tapi baiklah, namanya juga fiksi. Yang patut dipersalahkan adalah detik.com. Bagaimana bisa media itu menayangkan puisi dua hari sebelum karya sastra itu ditulis?

Sementara di bagian atas puisi, atau semacam pengantar, bekas Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan di era Presiden Soeharto yang berlanjut ke era Presiden Abdurrahman Wahid ini menulis, “Persembahanku untuk hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2025.”

Puisi itu tak panjang, tapi juga tak pendek. Sedang-sedang saja. Ada 5 bait di sana. Begini selengkapnya:

ESTAFET KEHIDUPAN

Anak kita, bukan pelayan usia
mereka bukan bahu untuk memikul raga renta
mereka adalah benih masa depan
yang tumbuh bukan untuk kembali ke akar
melainkan menjulang ke cahaya zaman

Kita yang tua –
bukan raja yang menunggu disembah
melainkan penulis bab terakhir
yang harus rampung tanpa jeda
dengan tangan sendiri
dan jiwa yang rela

Biarlah mereka mengurus anak-anaknya
sebagaimana dulu kita mengurus mereka
tanpa menoleh pada orang tua kita
yang telah menyatu dengan sunyi

Sebab hukum alam tidak bisa ditawar:
yang muda lahir untuk hidup
yang tua hadir untuk pergi
dan semua yang datang pasti akan kembali
pada kesunyian abadi

Maka diamlah
dengan martabat
dengan bijak
Karena selesai dengan tenang
adalah tugas paling agung
dari jiwa yang matang

Jika dilihat dari cara Hendropriyono melabeli dirinya sebagai Anggota LVRI, dan juga makna dari bait terakhir atau pamungkas, tak berlebihan jika dikatakan puisi itu ditujukan salah satunya bagi Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang beberapa waktu lalu mengirim surat kepada DPR dan MPR untuk meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan.

Salah satu tokoh yang menonjol dalam forum itu adalah Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden RI dan juga mantan Panglima ABRI, kini TNI.

Apakah puisi itu untuk menyentil Try Sutrisno dkk agar diam dengan bermartabat, dengan bijak, karena selesai dengan tenang adalah tugas paling agung dari jiwa yang matang?

Bisa jadi. Tapi bisa jadi pula untuk menyentil dirinya sendiri yang masih suka cawe-cawe terhadap urusan pemerintah usai pensiun. Baik pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo maupun kini pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tanpa cawe-cawe Hendropriyono, sepertinya akan terlalu sulit bagi anaknya, Diaz Hendropriyono untuk mendapatkan posisi di pemerintahan Jokowi, dan kini di pemerintahan Prabowo sebagai Wakil Menteri Lingkungan Hidup.

Pun untuk menyentil Jokowi yang setelah pensiun masih suka cawe-cawe pemerintahan Prabowo-Gibran. Diketahui, Jokowi adalah ayahanda dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Anak kita, kata Hendropriyono, bukan pelayan usia. Mereka bukan bahu untuk memikul raga renta. Mereka adalah benih masa depan yang tumbuh bukan untuk kembali ke akar, melainkan menjulang ke cahaya zaman.

Mungkin Hendropriyono menganggap Try Sutrisno dkk yang sudah renta itu menjadi beban generasi muda seperti Gibran yang merupakan benih masa depan.

Try Sutrisno dkk yang sudah tua, demikian mungkin maksud Hendropriyono, bukan raja yang menunggu disembah, melainkan penulis bab terakhir yang harus rampung tanpa jeda dengan tangan sendiri dan jiwa yang rela (ikhlas).

Mungkin juga sindiran itu ditujukan kepada Hendropriyono sendiri, dan juga Jokowi.

Biarlah generasi muda seperti Gibran, demikian pula mungkin maksud Hendropriyono, mengurus anak-anaknya, sebagaimana dulu Try Sutrisno dkk mengurus generasi muda, tanpa menoleh pada orang tua yang telah meninggal dunia.

Sebab, katanya, hukum alam tidak bisa ditawar: yang muda lahir untuk hidup, yang tua hadir untuk pergi (mati), dan semua yang hidup pasti akan mati.

Namun, mungkin saja puisi itu juga sekalian ditujukan kepada Hendropriyono sendiri, ibarat menepuk air di dulang tepercik muka sendiri; dan juga Jokowi, meskipun kita tahu tokoh intelijen itu adalah orang dekat bekas Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo itu.

Tapi, namanya juga fiksi, segala kemungkinan bisa terjadi. Termasuk ketika Hendropriyono menyentil dirinya dan juga Jokowi agar diam dan tak perlu cawe-cawe lagi terhadap pemerintah usai dirinya dan wong Solo itu pensiun.

Jokowi dan dirinya, demikian mungkin maksud Hendropriyono, diamlah dengan bermartabat. Dengan bijak. Karena pensiun dengan tenang adalah tugas paling mulia dari jiwa yang paripurna.

Jokowi dan Hendropriyono, kalian pun sudah tua sebagaimana Try Sutrisno dkk. Mungkin demikianlah maksud bapak mertua dari eks-Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa ini. Mungkin!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika AHY Menyentil Jokowi: Bandara Megah, Rakyat Gigit Jari

Next Post

Bareskrim: Ketika Data Primer Disita, Tapi Penyelidikan Justru Dihentikan

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi
Feature

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Next Post

Bareskrim: Ketika Data Primer Disita, Tapi Penyelidikan Justru Dihentikan

MAKNA DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959

MAKNA DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...