• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ketika Negara Gagal Menyediakan Lapangan Kerja, tapi Gesit Memungut Pajak

fusilat by fusilat
June 23, 2025
in Birokrasi, Feature
0
Ketika Negara Gagal Menyediakan Lapangan Kerja, tapi Gesit Memungut Pajak
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Suatu hari di bawah kolong langit yang semakin sempit dan panas oleh terik, seorang pemuda bernama Surya—yang tidak ada hubungannya dengan PLN atau Sinar Matahari—mendadak mendapat pekerjaan setelah lima tahun berjudi dengan nasib. Bukan pekerjaan tetap, bukan pula pegawai negeri, apalagi staf khusus. Ia hanya jadi operator fotokopi di ujung gang kantor kelurahan. Tapi demi Tuhan dan negara, itu pun ia syukuri, karena selama ini ia lebih akrab dengan formulir lamaran kerja daripada dengan slip gaji.

Begitu mendapat pekerjaan, tanpa upacara potong pita, negara langsung datang. Bukan lewat sambutan Menteri Ketenagakerjaan atau senyum manis Wakil Presiden di televisi, tapi lewat potongan-potongan kecil pada penghasilannya yang bahkan belum cukup untuk beli kopi sachet rasa asli. PPh pasal sekian, iuran ini, pungutan itu. Seakan negara berkata, “Selamat bekerja, mari kita nikmati hasil jerih payahmu bersama-sama.”

Tapi tunggu. Bukankah dulu negara—atau wakil-wakilnya yang duduk di singgasana empuk nan ber-AC—berjanji akan membuka jutaan lapangan kerja? Bukankah rakyat diberi angan bahwa dengan pembangunan ini-itu, akan muncul peluang-peluang baru bagi mereka yang selama ini cuma jadi penonton pembangunan? Tapi nyatanya, banyak yang masih menganggur. Dan yang lebih lucu lagi, angka pengangguran bisa saja menurun bukan karena semua orang bekerja, tapi karena statistiknya diolah dengan cinta.

Jadi, bagaimana ini bisa disebut adil? Negara tak sempat mengantar si Surya ke meja kerja, tak juga membantu melatih skill-nya yang sudah kedaluwarsa oleh zaman. Tapi begitu ia mencium bau kertas gaji, tangan negara langsung muncul dari balik dinding, memotong sebagian sebagai “tanggung jawab warga negara.”

Lucu juga, rakyat ini seperti orang yang dipinjamkan payung saat cuaca cerah, lalu diambil kembali ketika hujan mulai turun. Ketika tak punya pekerjaan, mereka disuruh bersabar. Ketika sudah kerja, mereka disuruh bayar.

Di titik ini, saya ingin mengajukan pertanyaan yang tak perlu dijawab: apakah negara kita ini orang tua yang suka memalak anaknya sendiri saat baru belajar jalan? Atau mungkin seperti tukang parkir yang muncul setelah mobil kita susah payah mundur sendiri, lalu berkata, “Terima kasih, Bang. Seribu ya!”

Negara, oh negara, begitu cepat mengambil, begitu lambat memberi. Kalau memang negara tak bisa menyediakan pekerjaan, setidaknya beri waktu bagi rakyat bernapas sejenak sebelum diperas. Tapi apa daya, kita hidup dalam republik yang kadang lebih seperti koperasi pungutan, di mana rakyat adalah anggota yang wajib setor, tapi tidak tahu dana dikelola ke mana.

Surya akhirnya tetap bekerja. Ia masih tersenyum, meski giginya tinggal separuh. Karena begitulah hidup di negeri ini: kita belajar mencintai negara, meski ia sering memperlakukan kita seperti mantan yang cuma datang saat butuh.


Penutup:

Esai ini bukan ajakan untuk membangkang pajak. Tapi jika negara ingin rakyat taat, mulailah dengan menepati janji. Jangan terus-terusan membebani pundak rakyat kecil yang baru saja bangkit dari kubangan pengangguran. Jangan jadi negara yang hanya kuat saat memungut, tapi lemah saat diminta memenuhi.

Karena rakyat bisa bersabar. Tapi sabar pun ada batas masa berlakunya.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Negara Mensubsidi, Tapi Pelit Amat – Rumah Seluas Untuk 2 Parkiran Mobil

Next Post

Cecilia Payne: Perempuan yang Menulis Ulang Bintang

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Cecilia Payne: Perempuan yang Menulis Ulang Bintang

Cecilia Payne: Perempuan yang Menulis Ulang Bintang

Ghibah Medis, Di Mana Para Dokter?

Ghibah Medis, Di Mana Para Dokter?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist