• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KETIKA PANCASILA DISETUBUHKAN DENGAN INDIVIDUALISME-LIBERALISME

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
July 28, 2025
in Feature, Sejarah
0
KETIKA PANCASILA DISETUBUHKAN DENGAN INDIVIDUALISME-LIBERALISME
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto – Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Pancasila

Telah terjadi pergeseran makna dalam penafsiran Pancasila, terutama sejak munculnya jargon, “Saya Pancasila, Saya Indonesia.” Sepintas terdengar patriotik dan membanggakan, namun jika ditelaah lebih dalam, semboyan ini justru menjadi pintu masuk bagi pencangkokan nilai-nilai individualisme ke dalam tubuh ideologi Pancasila. Hal ini tentu perlu dikoreksi dan diluruskan agar Pancasila tidak diseret keluar dari jati dirinya sebagai ideologi kolektif kebangsaan.

Pancasila sejatinya adalah antitesis dari individualisme. Kudeta terhadap konstitusi, yang dibungkus dalam bentuk amandemen UUD 1945, merupakan bentuk pengkhianatan terhadap Pancasila. Dalam proses itu, aliran pemikiran keindonesiaan dihancurkan dan digantikan oleh paham-paham asing yang tidak berakar pada budaya dan sejarah bangsa kita. Salah satu bentuk nyata dari pencangkokan itu adalah dengan secara sembrono menyalin deklarasi HAM milik PBB ke dalam Pasal 28, tanpa memahami konteks sejarah, karakter bangsa, maupun semangat ideologis Pancasila itu sendiri.

Ideologi Pancasila adalah hasil kristalisasi pemikiran tentang negara yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia oleh para pendiri negeri ini. Gagasan-gagasan itu kemudian dijelmakan ke dalam batang tubuh UUD 1945. Misalnya, konsep kedaulatan rakyat tercermin dalam Pasal 2 Ayat 1 UUD 1945, sedangkan gagasan sistem ekonomi berkeadilan sosial diwujudkan dalam Pasal 33. Begitulah Pancasila dijelmakan ke dalam sistem bernegara kita.

Namun, pasca amandemen, UUD 1945 telah disusupi paham individualisme-liberalisme dan kapitalisme yang secara diametral bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Kita bisa merujuk pada peringatan Bung Karno dalam pidatonya di sidang BPUPKI, ketika beliau dengan tegas menyatakan:

“… Maka oleh karena itoe, djikalau kita betoel-betoel hendak mendasarkan negara kita kepada faham kekeloeargaan, faham tolong-menolong, faham gotong-royong, faham keadilan sosial, enjahkanlah tiap-tiap pikiran, tiap-tiap faham individualisme dan liberalisme dari padanja…”

Apa yang Bung Karno sampaikan adalah protes keras terhadap dasar individualisme-liberalisme yang telah menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan di dunia Barat. Demokrasi liberal, katanya, telah membuat parlemen menjadi arena raja-raja kecil yang mewakili kepentingan diri dan kelompok, bukan rakyat. Wakil rakyat menjadi boneka pemilik modal, buruh jadi budak pemilik pabrik, dan kemiskinan tetap lestari meski hak-hak formal warga negara ditulis indah dalam konstitusi.

“Buat apa kita membikin grondwet, apa gunanya grondwet itu kalau ia tidak dapat mengisi ‘droits de l’homme et du citoyen’, kalau tidak bisa menghilangkan kelaparan orang miskin yang hendak mati kelaparan?”

Karena itu, Bung Karno mengajak kita untuk “menunjukkan keberanian merobohkan faham yang salah di dalam kalbu kita”, untuk tidak membebek kepada konstitusi negara lain, dan menyusun sistem sendiri yang berdasarkan gotong royong, kekeluargaan, dan keadilan sosial – yang menjadi jantung Pancasila.

Sayangnya, para pengubah UUD 1945 dan partai-partai politik penguasa hari ini telah mengingkari cita-cita luhur tersebut. Mereka menjebloskan Indonesia ke dalam sistem liberal-kapitalistik, yang bertentangan dengan sila kelima Pancasila: “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Lebih parah lagi, sistem presidensial yang kita anut saat ini juga bertentangan dengan sila keempat Pancasila:
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Sistem presidensial berpijak pada prinsip individualisme dan kompetisi: suara terbanyak menang, yang kalah tersingkir. Mayoritas menindas minoritas. Tak ada lagi semangat musyawarah untuk mufakat. Tak ada lagi “onok rembuk yo dirembuk.” Yang tersisa hanyalah pertarungan kekuasaan yang keras, dingin, dan transaksional.

Padahal, sistem bernegara yang digagas dalam semangat Pancasila mengedepankan kebersamaan, kolektivisme, kekeluargaan, dan gotong royong. Itulah yang seharusnya menjadi dasar dalam membangun Indonesia.

Kini, kita membutuhkan kesadaran kolektif untuk mengembalikan negeri ini ke akar konstitusionalnya, yakni Pancasila dan UUD 1945 yang asli – seperti yang diproklamasikan pada 18 Agustus 1945 dan ditegaskan kembali melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Pancasila bukan jargon. Ia bukan alat propaganda kekuasaan. Ia adalah jiwa bangsa, yang hanya akan hidup jika kita membersihkannya dari racun individualisme dan liberalisme yang kini menyusup ke setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Intoleransi Kian Marak, Pemerintah Justru Memberi ‘Angin Surga”

Next Post

Demokrat Tersengat

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026
Birokrasi

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Economy

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026
Next Post
Demokrat, Berhentilah Meratap

Demokrat Tersengat

 Pemerintahan Jokowi dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem – Indonesia Paling Tinggi di ASEAN Jumlah Penduduk Miskin

Kemiskinan: Cermin Retak Kebijakan yang Salah Arah - Negara Harus Hadir Bukan Menyamar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026

Kesenjangan Ekonomi & Sosial, Dampak Kesenjangan Hukum & Politik (Saatnya Kebijakan Berpihak kepada Koperasi & UMKM dengan Dukungan Ekosistemnya)

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...