• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Ketika Pemimpin Menjadi Perusak: Deforestasi dan Pertanggungjawaban di Hadapan Tuhan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 6, 2025
in Bencana, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Anak-anak menjadi yatim. Istri kehilangan suami. Suami kehilangan istri. Seorang ibu kehilangan anak. Sebuah keluarga kehilangan saudara, ipar, atau keponakan. Para cucu kehilangan kakek dan nenek. Semua tragedi itu menggambarkan betapa panjang dan dalamnya luka, selama akal masih menempel di tempurung kepala—kecuali mereka yang telah hilang kepekaannya.

Mengelola sebuah negara bukan pekerjaan satu orang. Itu adalah orkestrasi rumit yang melibatkan presiden, para menteri, kepala lembaga, hingga pejabat tingkat bidang dan seksi. Negara adalah sistem besar yang bekerja dengan mata rantai antarsektor. Eksekutif dan legislatif memikul tanggung jawab kepada rakyat, sementara yudikatif memikul mandat menegakkan keadilan. Ketika seorang hakim menjatuhkan hukuman ringan untuk kejahatan berat, atau bahkan menerima sogok hingga membebaskan pelaku, maka rusaklah sendi keadilan. Setiap penyelenggara negara, sekecil apa pun posisinya, memegang kunci nasib bangsanya.

Lalu apa hubungan semua itu dengan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera—yang menyeret ratusan ribu batang pohon dari gunung dan perbukitan ke laut, sekaligus menyeret nyawa penduduk dan para pekerja?

Jawabannya sederhana: hubungan langsung antara kepemimpinan negara dan kelestarian alam.

Seperti halnya negara, alam adalah sebuah ekosistem. Apa yang terjadi di hulu menentukan keselamatan di hilir. Ketika pohon ditebang tanpa kendali, lereng dikuliti, kawasan hutan dihabisi, maka air kehilangan penyangga, tanah kehilangan cengkeraman, dan bencana tinggal menunggu saatnya. Manusia terseret arus, desa tertimbun tanah, bahkan flora dan fauna langka musnah. Semua itu akibat satu kata: deforestasi.

Deforestasi bukan sekadar kegiatan ekonomi; ia adalah awal dari kiamat ekologis. Secara ilmiah, deforestasi berarti hilangnya tutupan hutan secara permanen—baik disengaja maupun tidak—untuk dijadikan lahan sawit, pertanian, peternakan, tambang, atau infrastruktur. Ketika pepohonan lenyap, runtuh pula keseimbangan alam. Erosi meningkat, masyarakat adat terpinggirkan, satwa kehilangan habitat, dan gas rumah kaca melompat drastis.

Pertanyaannya: mengapa negara yang seharusnya menjaga kelestarian alam justru menjadi anomali dari amanat konstitusi?

Tuhan menciptakan alam lengkap dengan tujuannya: untuk dikelola manusia yang dibekali akal. Akal itu seharusnya digunakan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan kelestarian—bukan menjadi alat untuk memuaskan kerakusan. Nurani diberikan agar manusia tahu mana yang baik, mana yang merusak. Namun ketika akal tunduk pada perut, ketika pikiran kalah oleh keserakahan, deforestasi menjadi tanda jelas kecacatan moral manusia.

Pada titik di mana moral dan mentalitas tak lagi bersatu, maka tibalah saat ketika Zat Yang Maha Tinggi, Maha Kuat, Maha Adil dan Maha Bijaksana, menyatakan:

“AKU menurunkan kiamat kepada ciptaan-Ku, karena makhluk berakal yang Kuciptakan telah gagal menjaga apa yang Kutitipkan.”

Manusia mungkin bisa mengelabui hukum negara, tetapi tidak bisa mengelak dari pertanggungjawaban kepada Tuhan Pemilik Alam Semesta.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pecat Bupati Aceh Selatan Sekarang Juga!

Next Post

Bencana, Identitas Religius, dan Perilaku Etik Elit Kita

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi
Feature

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai
Feature

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026
Perseteruan Raja Jawa vs Roy Suryo dan Ketidakakuran Kasunanan Surakarta vs Kasultanan Yogyakarta
Crime

Bila Ijazah Asli;Roy CS Terancam Penjara 9 Bulan – Bila Palsu; Jokowi Terancam 10 Tahun

February 13, 2026
Next Post

Bencana, Identitas Religius, dan Perilaku Etik Elit Kita

MU: Bencana Alam, Karma yang Mestinya Menyadarkan Manusia

MU: Bencana Alam, Karma yang Mestinya Menyadarkan Manusia

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...