• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Sejarah Diceritakan oleh yang Terluka; “Makzulkan Gibran”

Ali Syarief by Ali Syarief
June 29, 2025
in Feature, Politik, Sejarah
0
Ketika Sejarah Diceritakan oleh yang Terluka; “Makzulkan Gibran”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatneqws – Ada satu waktu dalam hidup kita ketika kata-kata orang lain terasa seperti gema dari hati sendiri. Barangkali itulah yang saya rasakan ketika mendengar Prof. Connie berbicara. Bukan karena beliau dosen, bukan karena jabatannya, bukan pula karena analisis geopolitiknya yang biasa berkelindan antara Laut China Selatan dan reruntuhan Gaza. Tetapi karena ia bicara dari luka, bukan sekadar dari buku.

Ia tidak sedang membicarakan Amerika. Tidak juga Israel. Ia bicara tentang Indonesia. Tentang kita. Tentang bagaimana negeri ini kerap dijebak dalam kecanggungan berpikir dan ketidaksiapan bertindak. Ia bicara dalam irama yang tidak populer di ruang-ruang siaran: tentang ancaman, risiko, dan kekacauan sistem yang dibungkus dalam upacara harian kenegaraan yang tampak rapi—tapi kosong.

Connie Rahakundini Bakrie

Saya baru mengerti maksudnya. Ketika ia berkata, “Di sinilagi kita tidak membahas Amerika dan Israel,” ia sebetulnya sedang mengingatkan: kita terlalu sering melarikan diri dari pertempuran kita sendiri. Kita lebih fasih mengutuk yang jauh, dibanding menggugat yang dekat. Karena menggugat yang dekat, seperti menegur cermin: menyakitkan.

Lalu datang suara lain, kali ini dari seorang Letnan Jenderal Purnawirawan, Suharto,  dengan suara parau, tidak dibuat-buat, tanpa kehormatan seremonial, tapi justru karena itu—terasa tulus. Ia berbicara dalam forum, bukan sebagai politisi, bukan sebagai pemuja kekuasaan, tapi sebagai seseorang yang merasa dikhianati oleh sejarah yang pernah ia bela. Ia bicara tentang poin ke-8. Tentang pemakzulan. Tentang seorang wakil presiden bernama Gibran yang menurutnya “tidak untuk itu.” Ada nada amarah yang rapuh, ada rasa cinta yang kecewa.

Dan dalam tutur katanya yang melompat-lompat, kadang sulit diikuti, saya mendengar sesuatu yang jauh lebih jernih daripada pidato kenegaraan: bahwa ada prajurit tua yang tidak ingin bangsanya ditipu oleh kemasan. Ia ingin Prabowo bertahan, katanya. Tapi bukan dengan Gibran. Bukan dengan keanehan sistem yang memungkinkan seorang anak Presiden mendadak meloncat ke podium tertinggi, tanpa peluh dan jerih.

Dia berkata, “Saya ikut mendirikan Gerindra, saya bawa 26 Pati dan Kolonel.” Ia tidak sedang menyombongkan diri. Ia sedang membela cerita hidupnya yang hendak dirampas oleh generasi selfie yang terlalu cepat merasa pahlawan hanya karena disorot kamera.

Kita tidak sedang membahas politik, sesungguhnya. Kita sedang membahas nurani. Tentang betapa sepinya ruang publik dari orang-orang yang mau jujur. Tentang betapa mahalnya keberanian untuk berkata “tidak,” bahkan kepada penguasa yang dulu kita dukung.

Ada ironi yang mencolok: Seorang jenderal tua memegang resume tentang “kesalahan pengangkatan,” sementara gedung-gedung tinggi di Jakarta bicara tentang pembangunan, investasi, dan legacy. Tapi sejarah tidak dibangun dari legacy. Sejarah dibangun dari keberanian menyebut salah sebagai salah.

Di ujung pidatonya yang ganjil itu, saya tidak menangkap semua kata. Tapi saya menangkap maksudnya. Ia berbicara sebagai orang yang tahu, bahwa republik ini bisa dibawa entah ke mana, jika semua orang hanya diam. Dan dalam diam kita yang panjang, bisa jadi nanti kita menyadari: satu-satunya yang kita wariskan bukanlah kejayaan, tetapi kepalsuan yang diwariskan turun-temurun.

Dan saat itulah, sejarah akan bertanya: siapa yang bicara saat semua orang memilih untuk bungkam?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Filsuf Barat Sering Menuliskan Kekuasaan yang Biadab?

Next Post

Membangun Musuh Bersama “KORUPTOR” Penyebab Untuk Bertindak

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Wahai KPK – Kemana Firli Bahuri? “Mimpi Buruk Yang Kita Tabuh Sendiri”

Membangun Musuh Bersama "KORUPTOR" Penyebab Untuk Bertindak

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Satu Tewas dan Belasan Luka-Luka

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Satu Tewas dan Belasan Luka-Luka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...