• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Citayam

Membangun Musuh Bersama “KORUPTOR” Penyebab Untuk Bertindak

Ali Syarief by Ali Syarief
June 29, 2025
in Citayam, Feature
0
Wahai KPK – Kemana Firli Bahuri? “Mimpi Buruk Yang Kita Tabuh Sendiri”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada saatnya bangsa membutuhkan musuh. Bukan untuk membenci, bukan pula untuk membunuh. Tapi untuk menyadari bahwa mereka punya sesuatu yang sama: luka yang diwariskan, luka yang dipelihara, luka yang tak kunjung sembuh. Dan musuh itu barangkali bukan di luar, tapi di antara kita. Ia menyamar dalam dasi, duduk dalam sidang, berjargon tentang pembangunan, dan tetap mencuri dari piring orang miskin.

Koruptor. Tak salah bila kita menjadikannya musuh bersama. Kita butuh musuh untuk bersatu, kata sebagian filsuf. Tapi lebih dari itu, kita butuh sebab untuk bertindak. Dan korupsi memberi kita alasan yang sangat sahih: ia mencuri harapan, merampok waktu, menyabot masa depan.

Dalam sejarah bangsa, terlalu sering kita dikumpulkan oleh musuh yang salah. Komunisme. Separatisme. Asing. Aseng. Tapi tak pernah sungguh-sungguh oleh sebuah kejahatan yang diam-diam lebih dalam merusak: korupsi yang sistemik. Dan barangkali ini yang harus dikerjakan oleh Prabowo. Bukan sekadar membentuk satgas atau pidato lantang di podium, tapi menyalakan rasa jijik kolektif terhadap korupsi seperti Soekarno dulu membangkitkan kebencian terhadap kolonialisme.

Energi bangsa bisa terkumpul saat ada satu titik api yang disepakati. Bayangkan jika kita sepakat bahwa siapa pun yang mencuri uang rakyat adalah pengkhianat kemanusiaan. Bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi perusakan cita-cita republik. Maka di titik itu, kita bisa mulai menyusun langkah: memberantas dengan keberanian, bukan sekadar basa-basi penegakan hukum.

Tapi setelah itu, jangan berhenti pada kemarahan. Jangan hidup dalam dendam terus-menerus. Karena bangsa juga butuh cinta.

Cintailah rakyat dengan memberi mereka jaminan atas kesejahteraan. Mulailah dari yang paling sederhana: makan yang cukup, harga yang wajar, penghasilan yang memadai. Ketahanan pangan bukan sekadar soal gudang beras, tapi tentang keadilan dalam akses dan distribusi. Ia menyentuh inti dari martabat manusia: bahwa lapar itu bukan takdir, melainkan kelalaian negara.

Selanjutnya, letakkan dasar ekonomi yang bertumpu pada penciptaan nilai tambah. Bangunlah industri yang tak hanya memproduksi, tapi menciptakan. Bangsa yang besar bukan yang menjual bahan mentah, tapi yang mampu mengolah ide menjadi inovasi. Teknologi tinggi bukan mimpi bila pendidikan menjadi landasannya. Dan pendidikan tak akan tumbuh di tanah yang gersang oleh ketimpangan.

Maka pendidikan dan kesehatan bukan sekadar program kementerian. Ia adalah wujud dari kasih negara kepada warganya. Anak-anak harus tumbuh cerdas tanpa takut besok tak bisa makan. Ibu-ibu harus melahirkan tanpa cemas kehilangan nyawa karena rumah sakit penuh dan biaya mahal.

Semua ini bukan utopia. Tapi ia butuh keberanian. Bukan keberanian untuk berperang, tapi keberanian untuk memilih yang paling sulit: membela rakyat yang tak bersuara. Dan keberanian itu harus dimulai dari satu hal: memilih musuh yang tepat.

Jika Prabowo sungguh mau dikenang, bukan sebagai jenderal, bukan pula sebagai politisi tua yang terlambat naik ke puncak, maka ia harus memulai dengan satu keputusan paling penting: membangun konsensus nasional bahwa musuh kita adalah mereka yang mengkhianati rakyat dari dalam sistem. Dan dari situ, membangun peradaban yang tidak hanya kuat, tapi juga adil.

Karena sejarah hanya mengingat mereka yang bukan sekadar menang, tapi yang tahu apa yang harus diperangi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Sejarah Diceritakan oleh yang Terluka; “Makzulkan Gibran”

Next Post

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Satu Tewas dan Belasan Luka-Luka

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Next Post
Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Satu Tewas dan Belasan Luka-Luka

Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Satu Tewas dan Belasan Luka-Luka

Jika Bobby Masuk Bui, Apakah Edy Bisa Naik Lagi? Uji Materi UU Pilkada Bisa Jadi Jalan Pulang

Jika Bobby Masuk Bui, Apakah Edy Bisa Naik Lagi? Uji Materi UU Pilkada Bisa Jadi Jalan Pulang

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist