• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Keuntungan yang Diterima Amerika Serikat dari Indonesia Setelah Deal Tarif

Ali Syarief by Ali Syarief
July 18, 2025
in Economy, Feature
0
Keuntungan yang Diterima Amerika Serikat dari Indonesia Setelah Deal Tarif
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kesepakatan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat, terutama dalam kerangka perjanjian dagang seperti Generalized System of Preferences (GSP) dan keikutsertaan Indonesia dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), membuka ruang keuntungan besar bagi Amerika Serikat. Di balik narasi kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, tersembunyi strategi ekonomi dan geopolitik Amerika yang jauh lebih luas dari sekadar perdagangan bebas.

Salah satu keuntungan utama yang dirasakan Amerika Serikat adalah peningkatan akses pasar terhadap barang dan jasa ke Indonesia. Dalam skema GSP, Indonesia menghapus atau menurunkan tarif atas ribuan produk asal Amerika, termasuk bahan baku industri, produk farmasi, peralatan medis, dan pertanian. Produk-produk seperti gandum, jagung, kedelai, dan buah-buahan dari AS kini lebih mudah masuk ke pasar domestik Indonesia, seringkali dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan produk lokal atau dari negara lain.

Lebih dari sekadar produk konsumsi, perusahaan raksasa Amerika Serikat seperti Pfizer, 3M, Caterpillar, dan John Deere kini bisa mengekspor alat berat, mesin pertanian, serta peralatan medis ke Indonesia dengan tarif lebih ringan. Ini mendorong dominasi teknologi dan standar industri Amerika dalam sektor-sektor penting pembangunan nasional Indonesia.

Dalam ranah teknologi dan digital, keikutsertaan Indonesia dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF)—inisiatif ekonomi regional yang diinisiasi oleh Presiden Joe Biden—membuka jalan bagi perusahaan teknologi AS seperti Google, Microsoft, dan Amazon Web Services (AWS) untuk meningkatkan investasi dan pengaruh di sektor digital Indonesia. Pemerintah Indonesia membuka lebih banyak sektor ekonomi digital untuk investasi asing, memberi peluang besar bagi ekspansi ekosistem cloud, layanan pembayaran digital, hingga e-commerce. Dampaknya, dominasi teknologi AS di Asia Tenggara semakin menguat, dan Indonesia menjadi pasar digital yang menguntungkan.

Deal tarif ini juga memberi keuntungan besar bagi perusahaan tambang dan industri kendaraan listrik Amerika. Indonesia, dengan cadangan nikel dan kobalt yang melimpah, menjadi pusat perhatian dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia. Amerika Serikat, lewat kerja sama bilateral dan insentif investasi, mendorong perusahaan-perusahaan seperti Tesla dan Ford untuk masuk ke pasar nikel Indonesia. Melalui investasi langsung maupun kerja sama dengan entitas lokal, Amerika mendapatkan akses ke bahan mentah penting untuk transisi energi mereka sendiri.

Di luar ekonomi, kesepakatan tarif juga memiliki dimensi politis dan strategis. Dengan menjaga hubungan dagang yang positif dengan Indonesia—negara demokrasi terbesar ketiga di dunia dan anggota G20—Amerika mengokohkan pengaruhnya di tengah persaingan dengan Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik. Deal tarif ini tak ubahnya “karpet merah diplomasi” yang memperkuat aliansi lunak Amerika Serikat di kawasan yang terus bergolak.

Namun demikian, pertanyaannya kini adalah: sejauh mana Indonesia dapat memanfaatkan kesepakatan ini untuk memperkuat posisinya sebagai negara produsen dan bukan hanya pasar konsumtif? Apakah keuntungan ekonomi dari deal tarif ini bisa dimanfaatkan untuk membangun kemandirian industri nasional, atau justru memperdalam ketergantungan pada produk dan investasi asing?

Amerika Serikat memang mendapatkan banyak dari deal tarif dengan Indonesia—dari pasar baru, sumber daya alam, hingga pengaruh geopolitik. Indonesia seharusnya tidak berhenti pada posisi sebagai penerima bantuan dagang atau tujuan ekspor, tetapi harus menjadi aktor aktif dalam merancang masa depan ekonominya sendiri. Sebab, dalam politik dagang global, yang tampak setara belum tentu benar-benar adil.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Memulai Agama dari Akal Waras

Next Post

Tentang Seorang Presiden yang Tak Menjadi Apa-apa

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Siasat Kotak Kosong di Negeri Kaya: Mengapa Mereka Gelisah dengan PP Ekspor Satu Pintu?

May 22, 2026
Fenomena Gunung Es Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren
Feature

Fenomena Gunung Es Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

May 22, 2026
Feature

BENARKAH ORANG DESA TIDAK PERLU DOLAR?

May 22, 2026
Next Post
Ijazah, dan Sebuah “Agenda Besar”

Tentang Seorang Presiden yang Tak Menjadi Apa-apa

Negara Dijadikan Mertua: Ketika Pernikahan Jadi Panggung Kekuasaan

Negara Dijadikan Mertua: Ketika Pernikahan Jadi Panggung Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati
Komunitas

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

by Karyudi Sutajah Putra
May 21, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Dua puluh delapan tahun pasca-Reformasi 1998, demokrasi Indonesia justru bergerak mundur. Rezim hari ini mempertontonkan wajah kekuasaan...

Read more
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Siasat Kotak Kosong di Negeri Kaya: Mengapa Mereka Gelisah dengan PP Ekspor Satu Pintu?

May 22, 2026
ICMI Goes to Kampus YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

ICMI Goes to Kampus YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

May 22, 2026
PBHI Sampaikan Mosi Tak Percaya terhadap Pengadilan Militer Kasus Andrie Yunus

PBHI Sampaikan Mosi Tak Percaya terhadap Pengadilan Militer Kasus Andrie Yunus

May 22, 2026
Fenomena Gunung Es Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

Fenomena Gunung Es Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren

May 22, 2026

BENARKAH ORANG DESA TIDAK PERLU DOLAR?

May 22, 2026
Menyingkap Tabir Lapas Nusakambangan: Kunjungan PPWI dan Titik Terang bagi Korban Kriminalisasi Jekson Sihombing

Menyingkap Tabir Lapas Nusakambangan: Kunjungan PPWI dan Titik Terang bagi Korban Kriminalisasi Jekson Sihombing

May 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siasat Kotak Kosong di Negeri Kaya: Mengapa Mereka Gelisah dengan PP Ekspor Satu Pintu?

May 22, 2026
ICMI Goes to Kampus YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

ICMI Goes to Kampus YARSI Bahas Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence

May 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist