• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kidalomologi

fusilat by fusilat
September 29, 2022
in Feature
0
Kidalomologi

Ilustrasi kidal(DmitriMaruta)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Jaya Suprana | Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

OKTOPUS punya delapan tangan, gajah punya satu belalai yang mengambil-alih fungsi tangan, Batara Guru versi wayang purwa memiliki empat tangan, sementara Avalokitesvara alias Dewi Kuan Yin memiliki seribu tangan. Manusia lazimnya memiliki dua tangan. Secara alasanonologis masih diperdebatkan tentang kenapa manusia “hanya” memilliki dua tangan, bukan tiga atau empat seperti Batara Guru atau satu seperti belalai gajah. Karena jumlahnya dua maka manusia membedakan kedua tangannya sebagai tangan kanan dan tangan kiri. Istilah kanan dan kiri pada hakikatnya nisbi dipandang oleh siapa.

Dipandang dari pemilik tangan terhadap dirinya sendiri memang benar yang kiri adalah yang berada di sisi kiri dan yang kanan adalah yang di sisi kanan. Namun yang kanan berubah menjadi kiri dan sebaliknya apabila kita memandang kedua tangan orang lain. Masalah kanan-kiri ternyata merasuk masuk ke dalam ranah kebudayaan mulai dari kehidupan sehari-hari sampai ke politik. Jalur jalan raya di Indonesia juga beda dari jalur jalan raya di Jerman dalam hal kanan-kirinya.

Pengutamaan penggunaan tangan kiri sebagai kidal

Saya pribadi dilahirkan di Indonesia di mana pengutamaan penggunaan tangan kiri disebut sebagai kidal. Menarik menggunakan lensa kidalomologi untuk mengamati gerak-gerik kebudayaan penggunaan tangan kiri di Indonesia. Saya masih ingat bagaimana orangtua saya mendidik saya tidak menggunakan tangan kiri saya untuk berjabatan tangan serta menerima apapun dari orang lain. Menggunakan tangan kiri dianggap sebagai perilaku tidak senonoh, kecuali untuk (maaf) cebok. Di sekolah, seingat saya tidak ada guru yang membenarkan apalagi menganjurkan saya untuk menulis atau menggambar dengan pena, pensil atau kuas dengan menggunakan tangan kiri. Maka, terus terang saya tidak tahu sebenarnya saya ini kidal atau tidak kidal sebab sudah terlanjur terlalu dipaksa untuk mengutamakan tangan kanan.

Saya baru mulai belajar mengunakan tangan kiri tatkala mulai menggunakan mesin ketik dan mulai belajar memainkan alat musik pianoforte yang menuntut fungsi ke dua tangan saya. Ketika lengan kanan saya lumpuh akibat entah kenapa, terpaksa saya belajar lebih menggunakan tangan kiri ketimbang kanan. Terus terang semula saya tidak sadar bahwa ada orang yang kidal. Tatkala saya mulai menuntut ilmu sambil mencari nafkah di Jerman, barulah saya mulai sadar bahwa ada manusia yang kidal. Bahkan tokoh budayawan yang saya kagumi seperti Leonardo da Vinci konon kidal sehingga secara khusus menciptakan tulisan “kaca” yang bergerak dari kanan ke kiri agar lebih terasa nyaman ditulis dengan tangan kiri.

Daftar para tokoh kidal masih dilengkapi dengan nama-nama besar seperti Aristoteles, Iskandar Agung, Julius Caesar, Michelangelo, Wolfgang Amadeus Mozart, Napoleon Bonaparte, Mark Twain, Lewis Carrol, Madame Curie, Albert Einstein, Neil Armstrong, Bill Gates, Barack Obama, Martina Natratilova, Ralph Nader, Mark Zuckerberg, dan lain-lain. Segenap fakta itu pada hakikatnya membuktikan bahwa kidal sama sekali bukan inferior martabat ketimbang tidak kidal. Pada tanggal 13 Agustus 1976 untuk pertama kali resmi dirayakan Hari Kidalis Internasional (International Left-Handers Day) atas prakarsa Dean R Campbell.  Setiap tahun kemudian peringatan itu rutin dirayakan demi menghormati para kidalis di planet Bumi ini.

Dikutip Kompas.com Rabu, 28 September 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kremlin mengatakan hasil referendum membuka jalan untuk mencaplok sebagian Ukraina

Next Post

Mempertanyakan Pembebasan Bersyarat Koruptor

fusilat

fusilat

Related Posts

Bencana

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi
Economy

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026
Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?
Birokrasi

Sony Siap Bongkar Nama Jokowi dan Nanik S Deyang dalam Kasus Korupsi BGN?

June 6, 2026
Next Post
Mempertanyakan Pembebasan Bersyarat Koruptor

Mempertanyakan Pembebasan Bersyarat Koruptor

Seorang Model Myanmar OnlyFans dijatuhi hukuman enam tahun penjara

Seorang Model Myanmar OnlyFans dijatuhi hukuman enam tahun penjara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran
daerah

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

by Karyudi Sutajah Putra
June 7, 2026
0

Jakarta -FusilaitNews.-- Kegiatan kamping remaja dan anak-anak di daerah Karanganyar, Jawa Tengah, dibubarkan paksa akibat tekanan ormas yang mengatasnamakan Forum...

Read more

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

MBG dan Risiko “Offside” dari Ruh Regulasi (Ketika Control Environment Menentukan Nasib Program Publik)

June 7, 2026

MBG = Makan Bergizi Gratis, Makan Beracun Gratis, atau Maling Berkedok Gizi?

June 7, 2026
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026
Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

Rupiah Menuju Rp22.000: Pemerintah Kehilangan Narasi, Rakyat Menanggung Konsekuensi

June 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Kepala BGN : Terkait keracunan Makanan di Cianjur Akan Dijadikan Pembelajaran

Makan Bergizi Gratis Diguncang Korupsi, Dadan Hindayana Berakhir di Sel Tahanan

June 7, 2026
Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

Lansia Bukan Beban Bangsa: Kemensos Hadirkan Kepedulian Nyata Lewat HLUN 2026 di Makassar

June 7, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist