• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Koalisi AMIN Jika Netral Identik Konspirasi Kecurangan yang TSM

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
February 26, 2024
in Feature, Pemilu, Politik
0
Koalisi AMIN Jika Netral Identik Konspirasi Kecurangan yang TSM
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hati Lubis-Koordinator TPUA/ Tim Pembela Ulama & Aktivis.

Fenomena pra dan pasca Pemilu Pilpres 2024 telah memunculkan gejala sosio-politik yang berkembang secara dinamis di tengah masyarakat. Implementasinya termanifestasi dalam eksistensi berbagai gejolak penolakan terhadap dugaan kecurangan yang terjadi selama Pemilu Pilpres 2024. Keberadaan gejolak ini diduga merupakan akibat perilaku KPU dan pembiaran oleh Bawaslu RI, serta Presiden RI Jokowi melalui kebijakan yang diterapkan terhadap peristiwa pelanggaran atau praktik kecurangan yang dilakukan oleh KPU. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai wujud politik konspirasi dengan bandit mafia pemilu, yang secara paradoks terbalik dari keharusan KPU untuk bertindak dan berlaku secara jujur dan adil.

Sehingga, Jokowi, KPU, dan Bawaslu, yang seharusnya menjadi contoh teladan, justru bersama-sama dengan beberapa pejabat publik lainnya, diduga oleh publik sebagai pihak yang terlibat dalam pelanggaran yang sudah direncanakan jauh sebelum Pemilu Pilpres 2024 berlangsung. Hal ini menyebabkan pelanggaran tersebut memiliki ciri TSM (Terstruktur, Sistematis, dan Masif), yang merupakan jenis pelanggaran yang paling serius dalam sistem pemilu sesuai dengan UU RI No. 7 Tahun 2017.

Dalam dinamika pasca-pemilu saat ini, PKS, sebagai organisasi politik yang menjadi bagian dari koalisi pendukung Paslon Presiden 01, AMIN/ANIES MUHAIMIN, memainkan peran penting dalam menghadapi gejala perkembangan sosio-politik yang muncul. Sebagai salah satu partai pendukung, PKS telah menyuarakan keberatannya terhadap dugaan kecurangan yang terjadi selama proses pemilu.

Banyak pemilih PKS merasa dikhianati oleh lembaga KPU dan sistem dalam proses pencalonan kontestan capres 02, terutama terkait dengan proses hukum yang mengakibatkan Gibran menjadi cawapres 02. Penolakan terhadap rekapitulasi perolehan suara oleh KPU menjadi sikap yang diambil oleh PKS sebagai respons terhadap dugaan pelanggaran.

Selain itu, PKS juga menyoroti pola penggunaan server yang berdomisili di Singapura dalam proses pemilu, yang dianggap melanggar Undang-Undang RI Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Undang-undang ini secara tegas melarang penyimpanan data pribadi penting dan vital di luar negeri. Dengan demikian, PKS mengangkat isu ini sebagai bagian dari protes mereka terhadap proses pemilu yang dianggap tidak transparan dan melanggar hukum.

Secara keseluruhan, PKS menunjukkan peran aktif dalam mengkritisi dan menolak dugaan kecurangan serta pelanggaran hukum dalam proses pemilu. Sikap ini mencerminkan upaya mereka untuk mempertahankan prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan dalam sistem politik Indonesia.

Menghadapi tuntutan untuk membela umat dan nilai-nilai demokrasi yang mereka wakili, PKS, bersama dengan partai-partai pendukung Anies-Muhaimin (AMIN), memiliki tanggung jawab besar untuk menegakkan keadilan dan transparansi dalam sistem politik Indonesia. Terutama ketika mereka dihadapkan pada tuduhan sebagai “partai atau kelompok identitas radikal”, PKS dan sesama partai koalisi AMIN tidak bisa bersikap netral atau membiarkan kecurangan terjadi. Sebaliknya, mereka wajib untuk melawan setiap bentuk kecurangan yang terjadi.

Dalam konteks ini, sudah seharusnya PKS dan partai-partai lain dalam koalisi AMIN berdiri bersama secara tegas untuk membela suara demokrasi dari para konstituennya. Ini bukan hanya untuk memastikan keberadaan mereka di legislatif dan memenuhi Parliamentary Threshold, tetapi juga untuk memperjuangkan hak-hak warga negara Indonesia untuk memilih secara bebas dan adil.

Dengan mengambil peran aktif dalam memerangi kecurangan dan melindungi demokrasi, PKS dan partai-partai pendukung AMIN dapat memastikan bahwa suara dan aspirasi umat yang mereka wakili tetap dihargai dan diakui dalam proses politik. Ini juga akan memperkuat legitimasi mereka sebagai partai politik yang bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap prinsip-prinsip demokrasi.

Sejarah telah menunjukkan bahwa partai-partai seperti PKS, Nasdem, dan PKB telah memiliki peran yang signifikan dalam pemerintahan sebelumnya, dan dengan mempertahankan komitmen mereka terhadap demokrasi, mereka dapat terus menjadi kekuatan yang penting dalam mewujudkan perubahan positif dalam pemerintahan Indonesia. Dengan demikian, membela suara demokrasi para konstituennya adalah tanggung jawab moral dan politik yang tidak bisa diabaikan oleh PKS dan partai-partai lainnya dalam koalisi AMIN.

Dalam situasi yang dihadapi, para intelektual PKS dan Koalisi AMIN seharusnya menyadari betapa berharganya “gold momentum” yang dimiliki Indonesia dalam potensi memiliki seorang pemimpin bangsa lintas agama dan budaya seperti Anies Baswedan. Namun, momentum tersebut nyaris hilang karena faktor kecurangan yang telah terjadi, menyebabkan banyak tokoh menganggap bahwa pemilu 2024 merupakan yang terburuk dalam sejarah pemerintahan RI sejak Orde Lama, karena adanya indikasi kuat pola kecurangan yang dirancang dengan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), bahkan melibatkan figur bakal presiden.

Dalam konteks ini, jika PKS, Nasdem, PKB, serta Partai Ummat diam dan tidak bertindak, mereka tidak hanya mengkhianati kepercayaan para pemilihnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya, tetapi juga membuat diri mereka terlibat dalam pembiaran perilaku kedzoliman yang terus berlangsung. Sikap diam atau netralitas dalam menghadapi dugaan kecurangan yang begitu serius hanya akan menyebabkan kehilangan momentum berharga bagi Indonesia dalam memilih pemimpin yang sesuai dengan aspirasi dan harapan rakyat.

Maka dari itu, sebagai bagian dari koalisi yang berjuang untuk keadilan dan demokrasi, PKS, Nasdem, PKB, dan Partai Ummat memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk berdiri bersama dalam mengungkap dan menentang segala bentuk kecurangan yang terjadi. Hanya dengan tindakan yang nyata dan bersatu, mereka dapat memastikan bahwa suara dan aspirasi rakyat benar-benar dihormati dan diwujudkan dalam proses politik.

Jika PKS, Nasdem, PKB, dan Partai Ummat sebagai pengusung dan pendukung AMIN bersatu dalam memberikan pernyataan tegas, cukup dengan menyatakan bahwa para simpatisan partai koalisi AMIN turun ke jalan sebagai desakan publik dan protes keras terhadap segala bentuk kecurangan yang terjadi dalam pemilu Pilpres-Pileg 2024. Selain itu, mereka juga mendesak agar hak angket dapat diwujudkan dan mendapatkan dukungan dari banyak partai sebagai representasi tekanan politik terhadap perilaku dan hasil pemilu yang curang.

Jika pernyataan politik ini disampaikan secara terbuka kepada publik, terutama oleh PKS, dan kemudian dipatuhi oleh seluruh simpatisan mereka di Jakarta dan sekitarnya, maka secara perspektif, kekuatan politik dan hukum rakyat akan menjadi lebih jelas. Dengan demikian, Jokowi dan pasangan nomor urut 2 yang ia dukung akan segera menghadapi tekanan yang besar, bahkan mungkin mengalami diskualifikasi. Selain itu, anggota KPU dan BAWASLU yang terlibat dalam dugaan kecurangan juga bisa digantikan oleh individu yang lebih tepat, objektif, dan kompeten, yang memenuhi standar profesionalisme dan proporsionalitas.

Dengan langkah-langkah ini, PKS, Nasdem, PKB, dan Partai Ummat tidak hanya menunjukkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan keadilan dan demokrasi, tetapi juga memberikan harapan bagi rakyat Indonesia bahwa suara dan aspirasi mereka akan dihormati dan diakui dalam proses politik. Langkah-langkah ini juga akan mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan politik yang mampu mempengaruhi dan membawa perubahan positif bagi masa depan bangsa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika AHY Jabat Tangan dengan Moeldoko Dalam Momen Sidang Kabinet Paripurna

Next Post

Merasa Menang Kubu Prabowo Mulai “Gerilya” Bujuk Partai Pengusung Anies dan Ganjar Untuk Bergabung

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Merasa Menang Kubu Prabowo Mulai “Gerilya” Bujuk Partai Pengusung Anies dan Ganjar Untuk Bergabung

Merasa Menang Kubu Prabowo Mulai "Gerilya" Bujuk Partai Pengusung Anies dan Ganjar Untuk Bergabung

Apa Kata Mahfud Tentang Penyaluran Bansos

Mahfud MD: Meski Tak Mengubah Hasil Pemilu, Angket Bisa Mengarah Pada Pemakzulan Presiden

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist