Jakarta – Fusilatnews – Tidak dihadirkannya nama Profesor DR Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) dalam panel sejarah atau lini masa perkembangan-sejarah riset dan teknologi di Gedung Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). menunjukkan adanya indikasi upaya dehabibienisasi yang terstruktur, sistematis dan masif. di Republik ini
dalam panel BRIN hanya terpampang foto Presiden RI pertama Sukarno dan Kepala BRIN saat ini, Laksana Tri Handoko. Mantan Peneliti Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) yang saat ini menjadi anggota Komisi VII dari Fraksi PKS Mulyanto mencurigai ada upaya terstruktur dan sistematis ‘dehabibienisasi’ atau menghapuskan warisan yang ditinggalkan Presiden ketiga RI, utamanya melalui perombakan kelembagaan riset dan teknologi.
“Bila sebelumnya ‘dehabibienisasi’ itu bersifat kelembagaan namun dengan penghilangan secara sengaja nama Habibie dari lini masa perkembangan iptek (Ilmu pengetahuan dan Teknologi) nasional, dugaan itu menjadi terkonfirmasi,” kata Mulyanto kepada awak media, Senin, (6/2) .
Menurut Mulyanto upaya tersebut terlihat, di antaranya pada akhir bulan lalu telah ditutup lembaga riset antariksa dan penerbangan di Pasuruan, Jawa Timur.
Sebelum itu juga Sebelumnya juga dibubarkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Dewan Riset Nasional (DRN), Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), LIPI, BATAN dan LAPAN.
Jika kita mampir ke kantor BRIN kita akan bisa melihat dengan jelas foto papan keterangan sejarah riset dan inovasi Indonesia tersebut. Di mana pada papan paling kiri terpampang gambar Presiden Sukarno dengan keterangan tahun 1948. Di mana pada tahun tersebut tertulis pembentukan Organisasi untuk Penyelidikan dalam Ilmu Pengetahuan Alam (OPIPA) dengan keterangannya.
Di papan sebelahnya terpampang tahun 1960. Di mana, pada tahun 1960 dijelaskan terjadi pembangunan reaktor nuklir pertama di Indonesia, yakni reaktor Triga Mark II. Lalu di papan sebelahnya lagi tertulis tahun 1964, yakni terjadinya peluncuran roket Kartika-I beserta keterangannya.
Papan berikutnya melompat ke tahun 1995. Di mana pada tahun itu dilakukan penerbangan perdana pesawat N-250. Di sana hanya dijelaskan soal pesawat tersebut diterbangkan dari Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat kemudian menjadi penanda Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas). Tak ada penjelasan yang rinci tentang l sosok di balik pengembangan pesawat tersebut, yakni BJ Habibie.
Di sebelah papan soal pesawat tersebut, terpampang peristiwa tahun 2002. Ketika itu, terbit Undang-Undang (UU) Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas P3 Iptek). Dalam papan yang sama, terpampang keterangan soal terbitnya UU Sisnas Iptek.
























