• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Komnas HAM Tuding Polisi Lakukan Intimidasi Dalam Proses Pengungkapan Kematian Boca 13 Tahun

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
June 26, 2024
in Feature
0
Komnas HAM Tuding Polisi Lakukan Intimidasi Dalam Proses Pengungkapan Kematian Boca 13 Tahun

Komnas HAM meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Suharyono menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi dalam pengusutan kasus kematian korban anak AM (13 tahun) di Padang.

Share on FacebookShare on Twitter

Menanggapi hal ini Komnas HAM meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Suharyono menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi dalam pengusutan kasus kematian korban anak AM (13 tahun) di Padang.

Jakarta – Fusilatnews – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menuding aparatur kepolisin melakukan intimidasi dalam proses pengungkapan kematian seorang bocah berumur 13 tahun

Komisioner Komnas HAM Hari Kurniawan mengatakan, timnya menerima sejumlah pelaporan dan informasi terkait pembatasan kesaksian yang dilakukan kepolisian terhadap saksi-saksi kasus dugaan penyiksaan tersebut.

Salah satu bentuk intimidasi dan kriminalisasi yang diduga dilakukan kepolisian di Sumbar adalah pernyataan Irjen Suharyono yang akan menindak pelaku-pelaku penyebar video yang membuat kasus kematian anak AM di media sosial (medsos).

Menanggapi hal ini Komnas HAM meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Irjen Suharyono menghentikan segala bentuk intimidasi dan kriminalisasi dalam pengusutan kasus kematian korban anak AM (13 tahun) di Padang.

Kepolisian diminta terbuka tanpa ada yang ditutupi dalam pengusutan kasus tersebut.

Komnas HAM,menegaskan telah mendapatkan pengaduan terkait paksaan dari tim penyidikan Polda Sumbar agar saksi-saksi kasus penganiayaan dan kematian anak AM mengubah pengakuan. Selain itu, kata dia, ada informasi bahwa kepolisian membatasi kesaksian ke tim pendampingan hukum.

“Kepada Kapolri, untuk meminta Kapolda Sumatra Barat agar menghentikan segala bentuk intimidasi, termasuk terhadap keluarga korban, karena ini tentunya akan berdampak psikologis pada korban-korban lainnya, sehingga mereka tidak bisa memberikan keterangan secara sebenar-benarnya,” begitu kata Hari di Komnas HAM, di Jakarta, Selasa (25/6/2024).

“Bahkan ada keluarga dari korban-korban lainnya yang saat ini ketakuan. Takut anaknya kemudian diproses secara hukum karena dilaporkan sebagai pencemaran nama baik kepolisian,” begitu ujar Hari.

Hari mengungkapkan, salah satu dugaan terjadinya intimidasi adalah terhadap keluarga saksi korban anak A (13). A merupakan teman korban anak AM yang berboncengan dengan motor saat subuh nahas, Ahad (9/6/2024). A, kepada LBH Padang, memberikan kesaksian tentang aksi satuan Sabhara Polda Sumbar yang menendang motor dan membuat AM terpelanting.

A turut dibawa ke kantor polisi. Dari kesaksian kepada LBH Padang, A melihat AM dikerubungi sejumlah personel Sabhara Polda Sumbar yang membawa pentungan dan rotan. A sampai saat ini, kata Hari, berdasarkan pengaduan dari LBH Padang, tak lagi bisa dihubungi atau ditemui untuk memberikan kesaksian.

Menurut Hari, berdasarkan pengaduan LBH Padang juga, adanya dugaan penghalang-halangan oleh kepolisian agar korban-korban lainnya tak melanjutkan kasus tersebut. Dan agar keluarga-keluarga korban lainnya tak bersedia didampingi oleh LBH Padang.

“Jadi kami minta kepada Kapolri, untuk meminta kepada Kapolda untuk tolong anak buahnya membuka akses-akses perbantuan hukum bagi delapan korban lainnya ini. Karena kami juga menerima informasi, ada satu korban yang juga turut menjadi saksi, tetapi tidak diketahui keberadaannya, dan keluarganya juga mengalami intimidasi,” begitu ujar Hari.

Koordinator LBH Padang Diki Rafiqi usai memberikan pengaduan resmi di Komnas HAM menyampaikan, selain menjadi tim advokasi dari keluarga anak AM, juga turut mendampingi saksi korban A.

Akan tetapi, belakangan keluarga saksi korban A tak bersedia memberikan kuasa dan menarik pengakuan sebelumnya. Sedangkan saksi-korban lainnya, yakni W (17 tahun). “Kesaksian W ini juga mengetahui dan melihat posisi korban AM mendapatkan penyiksaan,” begitu ujar Diki.

Kapolda Sumbar Irjen Suharyono dalam penyampaian ke media kemarin (23/6/2024) membantah personelnya melakukan penyiksaan terhadap korban anak AM dan anak-anak yang ditangkap lainnya. Kapolda menduga, AM mengalami luka-luka lebam akibat terjun ke sungai saat dikejar oleh satuan Sabhara.

“Saat terjadi pengejaran, ada upaya korban melompat dari motor ke sungai. Dan itu berdasarkan kesaksian dari Aditia (A) saat kita periksa. Bahwa kesaksian Aditia, bahwa memang almarhum Afif Maulana (AM) berencana masuk ke sungai, menceburkan diri ke sungai,” begitu kata Irjen Suharyono.

Termasuk 30 saksi di antaranya adalah para personel satuan Sabhara Polda Sumbar yang melakukan patroli dalam usaha pencegahan aksi tawuran antara pelajar di Kota Padang.

Dan dari patroli tersebut, kata Suharyono, tim Sabhara memang menemukan bukti-bukti akan dilakukan tawuran tersebut.

Dalam pernyataan sebelumnya, Kapolda mengaku bertanggung jawab atas penyelidikan kematian korban anak AM tersebut. Ia juga berjanji untuk melakukan pengusutan. Dari proses pengungkapan, kata Suharyono, internal Polda Sumbar sudah memeriksa sebanyak 40 orang saksi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Akan Umumkan Kenaikan Tarif Listrik Juli 2024

Next Post

Menteri Keuangan Terbitkan Dua Kebijakan Selamatkan Industri TPT dari Serbuan Produk TPT China

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Menteri Keuangan Terbitkan Dua Kebijakan Selamatkan Industri TPT dari Serbuan Produk TPT China

Menteri Keuangan Terbitkan Dua Kebijakan Selamatkan Industri TPT dari Serbuan Produk TPT China

Menko PMK Berharap Dugaan TPPO Berkedok Magang di Jerman Diselesaikan Secara Damai

Menko PMK: Pinjamkan Nomor Rekening ke Pelaku Judi "Online" Bisa Dipidana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist