• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Korupsi Seribu Triliun: Ada William Shakespeare di Antara Kejagung dan Pertamina

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 3, 2025
in Crime, Feature, Pojok KSP
0
Daftar Kasus Mega Korupsi di Indonesia dengan Kerugian Triliunan Rupiah “Big 10”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet,” kata William Shakespeare (1564-1616), pujangga terbesar Inggris, yang artinya kurang lebih, “Apalah arti sebuah nama? Andaikata kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi.”

Kini, Kejaksaan Agung dan PT Pertamina Patra Niaga sedang berebut kebenaran atas suatu proses yang sama namun dengan nama atau isitlah yang berbeda. Kejagung lebih memilih istilah “oplos”, sedangkan anak usaha PT Pertamina itu lebih memilih istilah “blending”. Namun hakikatnya, keduanya adalah suatu proses yang sama.

Diketahui, saat ini Kejagung sedang mengusut dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak dan produk kilang periode 2018-2023 di PT Pertamina Patra Niaga.

Dalam kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara hampir seribu triliun rupiah ini, Kejagung telah menetapkan sejumlah tersangka. Di antaranya Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.

Diberitakan, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Abdul Qohar menyatakan penyidik menemukan adanya upaya pengoplosan research octane number (RON) untuk memproduksi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Yakni, RON 88 (Premium) dioplos dengan RON 92 dan dipasarkan seharga RON 92.

Sebaliknya, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengklaim BBM jenis Pertamax bukan bensin oplosan melainkan hasil blending yang merupakan praktik umum dalam industri BBM.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), oplos berarti campur, mengoplos berarti mencampur, dan oplosan berarti campuran.

Menurut Fadjar, terdapat perbedaan signifikan antara BBM oplosan dan BBM blending.

Oplosan, katanya, adalah istilah pencampuran yang tidak sesuai dengan aturan, sedangkan blending merupakan praktik umum (common practice) dalam proses produksi BBM.

Blending dimaksud Fadjar adalah proses pencampuran bahan bakar atau dengan unsur kimia lain untuk mencapai kadar oktan atau RON tertentu dan parameter kualitas lainnya.

Dengan kata lain, kalau oplosannya sesuai aturan, berarti sama saja dengan blending.

Di sinilah ungkapan William Shakespeare menemukan momentumnya. Apalah arti sebuah nama. Andaikan kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia akan tetap beraroma wangi.

Andaikan kita memberikan istilah mengoplos atau blending, proses yang terjadi sama, yakni mencampur BBM dengan sesama BBM dengan RON berbeda atau dengan bahan kimia lain.

Lantas mengapa menurut Pertamina blending itu hal biasa, sementara menurut Kejagung melanggar hukum? Karena hasil campuran BBM RON 88 (Premium) atau RON 90 (Pertalite) dengan BBM RON 92 (Pertamax) dijual dengan harga RON 92 (Pertamax). Di sinilah terjadi kerugian negara yang mencapai hampir seribu triliun selama lima tahun sejak 2018 hingga 2023.

Alibi lainnya, Pertamina hanya menambah zat aditif untuk meningkatkan performa mesin yang menggunakan BBM hasil blending itu.

Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menjelaskan bahwa BBM yang diterima Pertamina Patra Niaga berasal dari dua sumber utama, yakni kilang dalam negeri dan pengadaan dari luar negeri alias impor.

Produk tersebut, kayanya, sudah memiliki nilai RON yang sesuai sebelum didistribusikan. Pihaknya hanya menambahkan zat aditif.

Penambahan aditif ini, katanya, bertujuan meningkatkan performa mesin kendaraan dan menjaga kebersihan sistem pembakaran.

Tujuh orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Riva Siahaan. Lalu, siapa yang nanti akan menang dalam berebut kebenaran, apakah Kejagung atau Pertamina?

Kita tunggu saja tanggal main pembuktiannya di pengadilan!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Shell, Vivo, dan BP Kompak Naikkan Harga Meski Harga Pertamax Tak Naik

Next Post

Deddy Sitorus : “Pilkada Gagal” – 60% Bersamalah Kita Bertanggung Jawab

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Next Post
Deddy Sitorus : “Pilkada Gagal” – 60% Bersamalah Kita Bertanggung Jawab

Deddy Sitorus : "Pilkada Gagal" - 60% Bersamalah Kita Bertanggung Jawab

BPKN Persilahkan Gugat Pertamina, Jika beli Pertamax Dapat Pertalite Oplosan

Blending vs Oplosan: Ketika Permainan Kata Mencoba Menutupi Korupsi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...