• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Koruptor Muda Bisa 176 Miliar – Bermain Golf di Thailand

fusilat by fusilat
October 22, 2025
in Crime, Tokoh/Figur
0
Koruptor Muda Bisa 176 Miliar – Bermain Golf di Thailand
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bagaimana mungkin uang Rp176 miliar bisa terbang ke lapangan golf di Thailand tanpa ada yang tahu, tanpa ada yang menghidu, tanpa ada yang menghentikan? Hanya orang yang benar-benar polos—atau pura-pura bodoh—yang percaya bahwa semua itu bisa terjadi tanpa konspirasi pejabat dan pengusaha yang bersekongkol di balik layar kekuasaan.

Kasus Muhammad Kerry Adrianto Riza, anak pengusaha migas Mohamad Riza Chalid, bukan sekadar cerita anak orang kaya yang foya-foya dengan uang rakyat. Ini adalah bab terbaru dari drama klasik bernama “korupsi BUMN,” di mana pelakonnya selalu berganti, tapi naskahnya tetap sama: jaringan elite yang menjarah uang negara dengan tenang, dibalut formalitas kerja sama bisnis, dan disempurnakan lewat acara golf lintas negara.

Bayangkan: Rp176 miliar hanya untuk “bermain golf” di Thailand bersama sejumlah pejabat PT Pertamina—Yoki Firnandi, Sani Dinar Saifuddin, Arief Sukmara, dan Agus Purwono. Sementara rakyat terus disuruh “hemat BBM”, ternyata para pejabat dan pengusaha justru membakar uang hasil korupsi di lapangan golf Bangkok. Ironi bangsa yang gemar menertawakan dirinya sendiri.

Tapi mari lihat lebih dalam: uang yang digunakan bukan sekadar hasil penyewaan terminal BBM, melainkan bagian dari dugaan korupsi raksasa senilai Rp2,9 triliun dalam tata kelola minyak mentah 2018–2023. Triliunan rupiah yang seharusnya memperkuat ketahanan energi bangsa, malah menguap ke rekening pribadi, tiket pesawat bisnis class, hotel bintang lima, dan green fee turnamen golf luar negeri.

Dalam dakwaan, disebutkan bahwa Kerry dan kroninya meminta Pertamina untuk menyewa terminal BBM yang bahkan belum mereka miliki. Permintaan itu disetujui. Kenapa bisa? Karena ada tangan-tangan di dalam Pertamina yang dengan senang hati membuka jalan. Bahkan klausul kepemilikan aset dihapus dari perjanjian—artinya, negara membayar untuk aset yang tidak pernah dimilikinya. Sebuah kejahatan yang terang benderang, tapi dilakukan dengan penuh rasa percaya diri.

Apakah pengawas internal tidak tahu? Apakah Kementerian BUMN tidak mencium gelagat aneh dari transaksi yang berlangsung hampir satu dekade? Atau justru semuanya sudah tahu, tapi memilih diam karena bagian “jatahnya” sudah dijamin?

Kasus ini mengajarkan satu hal penting: korupsi di Indonesia bukan lagi tindakan menyimpang—ia telah menjadi kebiasaan yang dilembagakan. Golf hanyalah simbol kemewahan yang menyatukan pengusaha dan pejabat dalam satu bahasa: uang. Di lapangan hijau itu, mereka bukan sedang berolahraga, tapi sedang bernegosiasi; bukan sedang memukul bola, tapi sedang memukul akal sehat publik.

Dan seperti biasa, ketika semua terbongkar, publik hanya dijadikan penonton. Mereka tak diundang ke meja transaksi, tapi harus menanggung akibatnya lewat harga BBM yang terus naik, subsidi yang dipangkas, dan pajak yang makin mencekik.

Jadi, jika masih ada yang bertanya, “bagaimana hal ini bisa terjadi?”, jawabannya tak perlu dicari jauh-jauh. Karena sistem politik dan birokrasi negeri ini telah menjadikan korupsi sebagai cabang olahraga resmi—disertai lapangan golf mewah, peluit hukum yang mudah dibungkam, dan medali impunitas bagi mereka yang cukup dekat dengan kekuasaan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sahroni Cs – Segera di Sidangkan

Next Post

Makna “INDONESIA” di Tengah Gelombang Internasionalisasi: Antara Pragmatisme dan Identitas

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
IJAZAH JOKOWI, PENAHANAN ROY SURYO DAN DOKTER TIFA: MENCARI KEBENARAN ATAU MEMPIDANAKAN PERTANYAAN?
Law

IJAZAH JOKOWI, PENAHANAN ROY SURYO DAN DOKTER TIFA: MENCARI KEBENARAN ATAU MEMPIDANAKAN PERTANYAAN?

June 20, 2026
Crime

KLKL: Korupsi Lagi, Korupsi Lagi. Bosan Mendengarnya.

June 20, 2026
Next Post

Makna “INDONESIA” di Tengah Gelombang Internasionalisasi: Antara Pragmatisme dan Identitas

“Kereta Cepat, Akal yang Lambat” – Di Saudi Rp75 miliar/km – Whoose Rp991 miliar/km — 13 kali lipat lebih mahal.

“Kereta Cepat, Akal yang Lambat” - Di Saudi Rp75 miliar/km - Whoose Rp991 miliar/km — 13 kali lipat lebih mahal.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran
Feature

Ketika Mahasiswa Digendong ke Mana-mana oleh Gibran

by Karyudi Sutajah Putra
June 20, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - "Dak gendong ke mana-mana. Dak gendong ke...

Read more
Tangkap Tiyo Ardianto!

Tangkap Tiyo Ardianto!

June 16, 2026
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

PRABOWO DAN STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

June 20, 2026
An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

An Orangutan Will Never Deliver a Speech: Why Language Makes Humans Unique

June 20, 2026
IJAZAH JOKOWI, PENAHANAN ROY SURYO DAN DOKTER TIFA: MENCARI KEBENARAN ATAU MEMPIDANAKAN PERTANYAAN?

IJAZAH JOKOWI, PENAHANAN ROY SURYO DAN DOKTER TIFA: MENCARI KEBENARAN ATAU MEMPIDANAKAN PERTANYAAN?

June 20, 2026

KLKL: Korupsi Lagi, Korupsi Lagi. Bosan Mendengarnya.

June 20, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

Duplikasi Pola Represi Rezim: Ketika BEM “Jadi-Jadian” Digunakan untuk Membungkam Kritik

June 20, 2026

SARJANA MENUMPUK, INDUSTRI KEKURANGAN TALENTA

June 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist