• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Makna “INDONESIA” di Tengah Gelombang Internasionalisasi: Antara Pragmatisme dan Identitas

fusilat by fusilat
October 22, 2025
in Feature, World
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Kata “Indonesia” bukan sekadar nama di peta. Ia adalah jiwa perjuangan, simbol persatuan lebih dari 17.000 pulau dan 700 bahasa, serta pancaran kebanggaan yang dirajut oleh para pahlawan kemerdekaan. Namun, di tengah arus globalisasi, makna “Indonesia” kini diuji. Salah satu isu yang mencuat adalah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang membuka peluang ekspatriat memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagaimana diungkap dalam Forbes Global CEO Conference 2025. Kebijakan ini memicu pertanyaan mendasar: apa artinya menjadi “Indonesia” ketika elemen-elemen kebangsaan kita mulai “diinternasionalisasi”?

Kebijakan Baru: Ekspatriat di Kursi Direksi BUMN

Dalam pidatonya, Prabowo dengan semangat menyatakan, “Saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia bisa memimpin BUMN kita. Jadi saya sangat bersemangat.” Langkah ini ditindaklanjuti dengan revisi Undang-Undang BUMN melalui UU No. 16 Tahun 2025, yang mengubah UU No. 19 Tahun 2003. Pasal 15A Ayat (1) memang mensyaratkan direksi BUMN harus warga negara Indonesia (WNI), tetapi Ayat (3) memberikan pengecualian: Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dapat menentukan lain, membuka pintu bagi warga negara asing (WNA) untuk menduduki posisi strategis.

Contoh nyata telah terlihat di PT Garuda Indonesia, yang pada 16 Oktober 2025 mengangkat dua direksi WNA, Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang ditunjuk Prabowo untuk merancang susunan direksi BUMN bertaraf internasional, menegaskan prioritas tetap pada talenta lokal dan diaspora. Pandu Patria Sjahrir, CIO Danantara, menegaskan, “Kita tetap cari fokus putra-putri Indonesia yang terbaik, diaspora, baru nantinya (dari luar negeri).” Tujuannya jelas: menjadikan BUMN sebagai pemain global yang kompetitif, menarik investasi, dan menerapkan standar kelas dunia.

Bagi para penganut materialisme, langkah ini adalah jackpot. BUMN yang selama ini terbelit korupsi, inefisiensi, dan manajemen lemah bisa mendapat suntikan keahlian dari talenta global. Bayangkan Garuda Indonesia naik kelas seperti Singapore Airlines, atau Pertamina bersaing dengan raksasa energi dunia. Namun, kehidupan bukan hanya soal untung-rugi. Ada sesuatu yang lebih dalam: identitas dan kebanggaan sebagai bangsa.

Indonesia: Nama, Jiwa, dan Perjuangan

Kata “Indonesia” pertama kali muncul pada 1850-an dari pemikiran George Windsor Earl, menggabungkan “Indos” (merujuk Hindia) dan “Nesos” (pulau dalam bahasa Yunani). Namun, maknanya jauh melampaui asal-usul kolonial itu. Bagi Soekarno, Indonesia adalah mimpi kemerdekaan, tempat rakyat menentukan nasib sendiri setelah ratusan tahun dijajah. Dalam pidatonya yang terkenal, Soekarno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” Kalimat ini bukan sekadar nostalgia; ia adalah pengingat bahwa identitas Indonesia dirajut oleh perjuangan untuk kedaulatan, termasuk kedaulatan ekonomi.

BUMN adalah salah satu pilar kedaulatan itu. Didirikan sebagai aset negara pasca-kolonial, BUMN seperti Garuda, Pertamina, atau PLN bukan sekadar perusahaan, melainkan simbol “kami bisa”. Namun ketika direksi BUMN diisi ekspatriat, meski dengan alasan kompetensi, ada perasaan bahwa burung Garuda kita kini dipimpin oleh “burung Condor”. Bagi sebagian, ini seperti menyewakan rumah sendiri kepada orang lain—efisien, mungkin, tetapi kehilangan rasa “homie—rumah”. Kehidupan kan bukan melulu soal untung-rugi, tapi juga tentang identitas dan kebanggaan atasnya.

Antara Globalisasi dan Akar Budaya

Jangan salah paham, internasionalisasi bukanlah musuh. Jepang pasca-Perang Dunia II mengundang ahli asing untuk membangun kembali ekonominya, tetapi tetap mempertahankan “wa” (harmoni budaya). Singapura mengimpor talenta global, tetapi identitas “Singapore Inc.” tetap kuat. Indonesia pun bisa belajar dari ini. Kebijakan Prabowo, dengan penekanan pada diaspora sebagai jembatan, bisa menjadi solusi hybrid, yakni mengambil keahlian global tanpa mengorbankan akar lokal. Diaspora Indonesia—yang telah terbukti sukses di panggung dunia—bisa membawa pulang keahlian tanpa menghilangkan rasa Indonesia.

Namun, ada garis tipis antara adaptasi dan erosi. Saat liga sepak bola kita dipenuhi pemain asing, startup unicorn dipimpin CEO ekspatriat, dan budaya pop dibanjiri pengaruh asing, “ke-Indonesia-an” perlahan menjadi “ke-global-an”. Jika tidak hati-hati, Indonesia bisa menjadi sekadar nama di peta—indah, tetapi kosong makna. Pertanyaan kritisnya adalah: kapan kita berhenti “menyewa” dan mulai berpikir “memiliki” kembali? Jawabannya mungkin terletak pada investasi besar-besaran untuk melatih talenta lokal, bukan menggantinya dengan yang dari luar.

Menjaga Jiwa Indonesia

Soekarno pernah mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga tentang martabat bangsa. Membuka pintu untuk ekspatriat di BUMN bisa menjadi booster untuk daya saing, tetapi tanpa strategi yang menjaga identitas, sangat berisiko kehilangan jiwa “Indonesia”. Langkah ke depan bukanlah menolak globalisasi, melainkan memanfaatkannya dengan cerdas: prioritaskan talenta lokal, libatkan diaspora, dan gunakan keahlian asing sebagai katalisator, bukan pengganti.

Makna “Indonesia” adalah pilihan kita hari ini. Apakah kita ingin menjadi bangsa yang adaptif namun tetap berakar, atau sekadar pemain di panggung global yang lupa dari mana ia berasal? Seperti kata Soekarno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.” Pahlawan kita berjuang untuk kedaulatan; sekarang, tugas kita adalah memastikan kedaulatan itu tetap hidup dan terjaga—di BUMN, di hati, dan di masa depan.(Malika’s Insight, 21/102025)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Koruptor Muda Bisa 176 Miliar – Bermain Golf di Thailand

Next Post

“Kereta Cepat, Akal yang Lambat” – Di Saudi Rp75 miliar/km – Whoose Rp991 miliar/km — 13 kali lipat lebih mahal.

fusilat

fusilat

Related Posts

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu
Feature

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?
Feature

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Next Post
“Kereta Cepat, Akal yang Lambat” – Di Saudi Rp75 miliar/km – Whoose Rp991 miliar/km — 13 kali lipat lebih mahal.

“Kereta Cepat, Akal yang Lambat” - Di Saudi Rp75 miliar/km - Whoose Rp991 miliar/km — 13 kali lipat lebih mahal.

MENJUAL SAWAH DEMI ANAK SEKOLAH

“Menjaga Tanah Kehidupan: Politik Penyelamatan Ruang Pertanian”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

Obat Masa Depan Itu Ternyata Mengalir dari Payudara Seorang Ibu

May 30, 2026
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...