• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kucing-kucingannya DPR

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 5, 2025
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Membaca Rumah Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Jadi Sasaran Amarah Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Lima anggota DPR itu bernafas lega. Mereka tak jadi dipecat gegara tingkahnya. Kelimanya adalah Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach (Partai Nasdem), Surya Utama alias Uya Kuya dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio (Partai Amanat Nasional) dan Adies Kadier (Partai Golkar).

Kelima wakil rakyat itu sempat dinonaktifkan oleh partai masing-masing. Ada yang karena pernyataannya, yakni Sahroni, Nafa dan Adies, dan ada yang karena aksi joget-joget dalam sidang gabungan DPR dan DPD pada 15 Agustus lalu, yakni Uya Kuya dan Eko Patrio.

Mereka juga diadukan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) oleh pihak-pihak yang berbeda dengan tuduhan pelanggaran kode etik.

Namun, dalam keputusannya, Rabu (5/11/2025), MKD menyatakan Uya Kuya dan Adies Kadir tidak terbukti melanggar kode etik, sehingga langsung diaktifkan kembali sebagai anggota DPR hari ini juga.

Sedangkan Ahmad Sahroni, Nafa Urbach dan Eko Patrio dinytakaam melanggar kode etik. Mereka kemudian dijatuhi sanksi skorsing sebagai anggota DPR selama 6 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Setelah selesai menjalani skorsing, mereka langsung aktif kembali sebagai anggota DPR.

Begitulah cara DPR menghindari amarah rakyat. Mereka ambil jalan melingkar, bahkan kucing-kucingan atau main petak umpet dengan rakyat.

Ketika rakyat marah, mereka menghindar. Para anggota DPR yang memicu kemarahan rakyat langsung dinonaktifkan. Ketika amarah rakyat sudah mereda, mereka muncul lagi dan para anggota DPR yang sempat dinonaktifkan langsung diaktifkan lagi.

Hal ini juga terjadi dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anggota DPR yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto. Gegara pernyataannya yang memicu amarah rakyat, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR. Setelah amarah rakyat mereda, Gerindra dan MKD langsung menyatakan menolak pengunduran diri perempuan yang akrab disapa Sara itu beberapa hari lalu. Sara pun langsung aktif kembali sebagai anggota DPR.

Ihwal kebaikan tunjangan perumahan pun demikian. Semula tunjangan perumahan anggota DPR dinaikkan menjadi Rp50 juta per bulan per orang. Giliran rakyat marah, DPR langsung melakukan pembatalan. Entah nanti kalau rakyat sudah tidak marah. Bisa jadi dianggarkan lagi.

Jika Prabowo tidak menyatakan pembatalan kenaikan tunjangan DPR, bisa jadi aksi demomstrasi massa akhir Agustus lalu akan terus membesar bak bola salju. Masif bahkan anarkis. Sejumlah gedung DPRD di daerah sudah menjadi sasaran amuk massa. Ada yang dibakar. Begitu pun kantor-kantor polisi.

Apakah rakyat harus marah terlebih dahulu, baru eksekutif dan legislatif akomodatif terhadap suara rakyat?

Ingat, vox populi vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan. DPR tak bisa selamanya main kucing-kucingan. Akan tiba masanya ketika amarah rakyat tak bisa dibendung lagi. Reformasi 1998 buktinya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Rekonsiliasi PDIP–Jokowi: Jalan Damai atau Kuburannya Sejarah Soeharto?”

Next Post

Ketika Singa Dipaksa Mengembik: Dilema Purbaya di Kabinet Prabowo

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Ketika Singa Dipaksa Mengembik: Dilema Purbaya di Kabinet Prabowo

Pertarungan di Atas Laut: Perbedaan Antarnegara dalam Penetapan Lebar Laut Teritorial 1958–1960

Pertarungan di Atas Laut: Perbedaan Antarnegara dalam Penetapan Lebar Laut Teritorial 1958–1960

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...