• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Rekonsiliasi PDIP–Jokowi: Jalan Damai atau Kuburannya Sejarah Soeharto?”

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 5, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
“Rekonsiliasi PDIP–Jokowi: Jalan Damai atau Kuburannya Sejarah Soeharto?”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Wacana lama kembali menyeruak ke permukaan: usulan agar mantan Presiden Soeharto, sang Bapak Pembangunan Indonesia, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Bagi sebagian kalangan, usulan ini terbilang wajar—mengingat jasa besarnya dalam pembangunan nasional. Namun, di sisi lain, aspek hukum dan moral politik yang menyertainya perlu dikaji secara serius dan menyeluruh.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bahkan menyebut keputusan soal pemberian gelar tersebut “akan diputuskan sebelum 10 November atau Hari Pahlawan.”
Sementara itu, Ketua DPR RI sekaligus salah satu pimpinan PDIP, Puan Maharani, memberikan respons yang lebih berhati-hati dibanding reaksinya terhadap kasus hukum Hasto Kristiyanto yang dikejar KPK.
Puan menegaskan, “Rekam jejak masa lalu hingga kini harus dicermati. Pemerintah juga perlu menimbang apakah sekarang waktu yang tepat. Semua aspek harus dikaji dengan cermat.”
(Sumber: CNN Indonesia, 4 November 2025)

Namun, jika dibandingkan dengan wacana “Jokowi tiga periode” yang jelas inkonstitusional, perdebatan soal Soeharto ini justru tampak lebih rasional. Suara-suara penolakan keras terhadap ide gila “tiga periode” itu, salah satunya datang dari Rubka Cipta Ning, politisi PDIP dan penulis buku “Aku Bangga Jadi Anak PKI.”
Kini, dinamika seputar Soeharto justru membuka celah baru: apakah dukungan atau penolakan terhadap usulan pahlawan bagi Soeharto bisa menjadi jalan rekonsiliasi antara Megawati (PDIP) dan Jokowi?

Ingat semboyan “Jas Merah”—jangan sekali-kali melupakan sejarah. Soeharto bukan sekadar tokoh masa lalu; ia adalah simpul sejarah antara Orde Lama dan Orde Baru.
Menariknya, Jokowi sendiri pernah mengeluarkan diskresi politik melalui Keppres No. 17/2022 dan Inpres No. 2/2023 tentang penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu.
Namun kebijakan itu memicu polemik dan penolakan, termasuk Judicial Review oleh Mayjen (Purn) Kivlan Zen ke Mahkamah Agung, karena dinilai bertentangan dengan TAP MPRS No. 25 Tahun 1966.
Secara teori hukum, diskresi Jokowi tersebut memang problematik karena berpotensi tumpang tindih dengan ketentuan hukum yang lebih tinggi.

Penulis sendiri telah menyoroti hal ini dalam berbagai artikel dan podcast, ketika Jokowi masih berada di bawah bayang-bayang Megawati—dimanjakan, dipuja, dan dianggap anak ideologis PDIP.
Namun sejarah membuktikan, hubungan “pengusung dan diusung” itu pecah setelah wacana Jokowi tiga periode mengemuka. Apalagi, di internal PDIP, Puan Maharani mulai disebut-sebut sebagai calon presiden potensial untuk 2024–2029.

Kini, setelah Kongres Projo ketiga (1–2 November 2025) memberi “nafas segar” bagi loyalis Jokowi, tensi politik kembali meningkat. Isu Soeharto Pahlawan Nasional bisa saja berubah menjadi “tambang emas politik” bagi kelompok Projo untuk memperkuat posisi mereka di luar PDIP—atau justru menjadi ladang ujian kesetiaan bagi PDIP terhadap warisan sejarah yang dulu mereka tentang.

Bagaimanapun, setiap langkah rekonsiliasi yang berangkat dari kepentingan politik, bukan dari kejujuran sejarah, hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat.
Jika masa lalu diperdagangkan untuk kepentingan hari ini, maka yang rugi bukan sekadar nama Soeharto atau Jokowi—melainkan rakyat Indonesia yang kembali tersesat di labirin kekuasaan.


Apakah Anda ingin saya bantu buatkan versi opini media (lebih ringkas dan bernuansa editorial surat kabar, ±700 kata) dari tulisan ini? Itu akan membuat tulisan Anda siap tayang di media seperti Kompas, Tempo, atau Republika.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

50 Orang Tewas Setiap Hari di Indonesia Akibat Narkoba

Next Post

Kucing-kucingannya DPR

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Bisnis

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Next Post
Membaca Rumah Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Jadi Sasaran Amarah Rakyat

Kucing-kucingannya DPR

Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Ketika Singa Dipaksa Mengembik: Dilema Purbaya di Kabinet Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...