• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Kultus Jokowi: Ketika Kader PSI Terlalu Jatuh Cinta Sampai Lupa Akal

Ali Syarief by Ali Syarief
July 14, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Tanggapan Jokowi Atas Gagalnya Kaesang Nyawagub di Pilgub Jateng
Share on FacebookShare on Twitter

Ada kalimat dari Antonio Gramsci yang bisa jadi cocok untuk membuka perbincangan ini: “Krisis muncul ketika yang lama telah mati dan yang baru belum lahir. Dalam masa jeda itu, muncul gejala-gejala yang ganjil.” Salah satu gejala ganjil itu kini tampak dalam pernyataan kader-kader PSI. Mereka bukan hanya menjilat kekuasaan, tapi meneguknya sampai tetes terakhir, bahkan menyamakannya dengan wahyu langit.

Beberapa waktu lalu, Grace Natalie, elite PSI, menyatakan bahwa ideologi partainya adalah Jokowi. Bukan nasionalisme, bukan kerakyatan, bukan sosialisme-demokratis. Tapi Jokowi—nama seorang manusia fana dijadikan ideologi, sesuatu yang dalam kamus politik masuk ke dalam kategori pemujaan. Lalu muncul nama Dadi Nur, kader muda PSI yang lebih radikal lagi menyatakan bahwa Jokowi seperti Nabi. Ya, Nabi. Titik.

Kita sedang berhadapan dengan dua hal yang sangat serius: pertama, kedangkalan literasi politik; kedua, pendangkalan makna kepemimpinan.


Grace Natalie mungkin lupa (atau pura-pura lupa) bahwa ideologi bukan sekadar nama orang. Ia adalah sistem nilai, bangunan gagasan, dan arah perjuangan yang menyeluruh. Menyebut “Jokowi” sebagai ideologi tanpa menjelaskan aspek-aspek apa dari Jokowi yang dimaksud, sama halnya dengan menyebut “kopi” sebagai agama hanya karena menyenangkan. Lebih berbahaya lagi, menjadikan nama manusia sebagai ideologi adalah bentuk awal dari totalitarianisme lunak. Kita belajar itu dari sejarah: dari Mao, Stalin, hingga Kim Jong Un—semuanya berawal dari kultus personal.

Sementara itu, Dadi Nur, dalam semangat yang mungkin tulus tapi sangat ngawur, telah menyejajarkan Jokowi dengan para nabi. Sebuah lompatan teologis yang bahkan mungkin membuat para penyembah berhala di zaman jahiliyah mengernyitkan dahi. Membandingkan manusia dengan nabi, apalagi seorang presiden yang rekam jejaknya penuh kontradiksi dan kontroversi, adalah bentuk penistaan epistemik. Kita jadi bertanya: apakah ini cinta, atau justru bentuk hinaan yang terselubung?

Sebab, Nabi adalah sosok yang membawa wahyu, mengajarkan nilai-nilai rahman–rahim, menegakkan keadilan atas nama Tuhan. Sementara Jokowi? Kita lihat bagaimana hukum tumpul ke atas, bagaimana kekuasaan disulap jadi dinasti, bagaimana proyek IKN lebih penting dari pendidikan. Menyamakannya dengan nabi bukan pujian, itu satire yang menyakitkan—tanpa mereka sadari.


Lucunya, pemujaan ini juga menelanjangi wajah asli Jokowi. Jika kita tarik lebih jauh, Jokowi dalam versi PSI ini adalah inkarnasi Machiavelli, tapi dalam gaya Javanese smile yang lembut dan terkesan polos. Ia bisa mencengkeram tanpa menggertak, bisa menyingkirkan lawan dengan senyuman, dan bisa membangun kekuasaan dengan wajah rakyat kecil. Jokowi versi ini lebih kejam dari “The Prince”–nya Machiavelli, sebab ia tidak sekadar menggunakan kekuasaan demi stabilitas, tapi menciptakan dinasti dan buzzer untuk membentuk realitas.

Dan ironisnya, kader-kader PSI justru sedang tanpa sadar membongkar semua itu lewat pujian mereka. Yang mereka anggap sebagai kultus, justru memperlihatkan wajah tirani dengan topeng populisme. Ini bukan pujian, ini adalah pengkhianatan terhadap akal sehat dan harga diri demokrasi.


Di sini kita menyaksikan tragedi besar dalam politik Indonesia hari ini: generasi muda politik justru kehilangan ideologi, lalu mencari ganti pada sosok yang sedang berkuasa. Mereka tidak ingin berpikir, hanya ingin menang. Maka mereka cari simbol yang paling kuat, dan menumpang di sana.

Sayangnya, dalam dunia ide dan politik, menumpang tanpa berpikir hanya akan melahirkan generasi pengikut, bukan pemimpin. PSI seharusnya menjadi partai masa depan, dengan anak-anak muda yang cerdas dan kritis. Tapi jika sejak awal sudah menjadikan “Jokowi” sebagai ideologi dan “nabi”, maka tunggulah kehancurannya. Sebab dalam sejarah, semua kultus berakhir tragis. Dan para pengkultus, biasanya tidak pernah tahu mengapa mereka ikut terseret.

Semoga suatu hari nanti, kader-kader PSI bisa membaca ulang buku The Prince, atau minimal membuka kamus filsafat politik sebelum berbicara. Sebab, mencintai pemimpin itu boleh. Tapi menjadikannya tuhan, itu penyakit. Dan penyakit itu sedang mewabah—di tubuh PSI.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saatnya Berhenti Takut

Next Post

Vonis N.O. atas Gugatan Ijazah Jokowi: Kejahatan Konstitusional yang Membodohi Publik?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus
Birokrasi

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik
Feature

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Next Post

Vonis N.O. atas Gugatan Ijazah Jokowi: Kejahatan Konstitusional yang Membodohi Publik?

Wajah Patung Jokowi di Tanah Karo: Antara Ketidakmiripan dan Kejujuran Mistis

Jokowi Parno

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman Langsung Berhadapan dengan Hukum

April 17, 2026
Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

Ini Bukan Dendam Biasa: Jejak Pembusukan Hukum di Balik Kasus Andrie Yunus

April 17, 2026
Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

Indonesia Tidak Pernah Ajeg – Aneh Sendiri. Presidensial dalam Konstitusi, Parlementer dalam Praktik

April 17, 2026
Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

Negara Kesatuan dengan Rasa Federal

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...