• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Kwik Kian Gie Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Ekonom Besar

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
July 29, 2025
in News, Tokoh
0
Kwik Kian Gie Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Ekonom Besar
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews – 29 Juli 2025 — Tokoh ekonomi nasional sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Kwik Kian Gie, meninggal dunia pada Senin malam, 28 Juli 2025, pukul 22.00 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh politisi senior PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira.

“Ya betul, beliau wafat tadi malam dalam usia 90 tahun,” ujar Andreas kepada awak media, Selasa dini hari.

Andreas menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Kwik, yang menurutnya merupakan sosok ekonom berintegritas tinggi. “Selamat jalan menuju keabadian, ekonom andal berintegritas. Kita kehilangan tokoh ekonom besar,” ucapnya.

Ucapan belasungkawa juga datang dari tokoh politik nasional lainnya, termasuk Sandiaga Uno. Lewat akun Instagram resminya, mantan calon wakil presiden 2019 itu menyebut Kwik sebagai mentor dan nasionalis sejati. “Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka,” tulisnya.

Kwik Kian Gie dikenal luas sebagai akademisi, politisi, dan teknokrat yang tajam dalam analisis ekonomi. Ia pernah dipercaya menjadi penasihat ekonomi pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno dalam Pemilu 2019. Kendati demikian, posisinya sebagai seorang pemikir independen kerap membuatnya tetap kritis terhadap kekuasaan.

Perjalanan Hidup dan Karier

Kwik lahir di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tahun 1935. Setelah menyelesaikan SMA, ia sempat menempuh studi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia selama setahun. Kemudian pada 1956, ia melanjutkan pendidikan di Nederlandsche Economische Hogeschool Rotterdam (kini Erasmus Universiteit Rotterdam), dan lulus pada 1963.

Karier politik Kwik dimulai pada 1987 saat ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Ketika PDI berubah menjadi PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, ia menjabat sebagai Ketua DPP serta Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan partai.

Selain pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, Kwik dipercaya menjadi Menko Ekuin pada masa Presiden Abdurrahman Wahid (1999–2000). Pada era Presiden Megawati, ia diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (2001–2004). Atas pengabdiannya, negara menganugerahkannya Bintang Mahaputra Adipradana pada tahun 2005.

Kwik juga aktif di bidang pendidikan, termasuk dalam mendirikan lembaga pendidikan ekonomi dan bisnis yang menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan keuangan negara.

Kepergian Kwik Kian Gie menorehkan duka mendalam bagi bangsa. Ia dikenang sebagai sosok yang konsisten menyuarakan suara rakyat dan memperjuangkan tata kelola ekonomi yang adil dan berpihak pada kepentingan nasional. Selamat jalan, Pak Kwik. Pemikiranmu akan terus hidup dalam jejak kebijakan dan gagasan yang kau tinggalkan.

Salah satu kisah paling monumental dari Kwik Kian Gie adalah keteguhan sikapnya dalam mempertahankan integritas dan independensi sebagai ekonom, terutama saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko Ekuin) di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta ketika menolak intervensi IMF.

1. Menentang IMF: Sikap Berani Melawan Arus

Pada masa krisis ekonomi pasca-1998, Indonesia berada dalam tekanan lembaga-lembaga internasional seperti IMF (Dana Moneter Internasional). Banyak kebijakan ekonomi Indonesia saat itu ditentukan melalui Letter of Intent (LoI) IMF, yang menurut Kwik justru membuat Indonesia semakin tergantung pada utang luar negeri dan kebijakan neoliberal yang tak cocok dengan kondisi domestik.

Kwik secara terbuka menentang dominasi IMF dalam kebijakan ekonomi nasional. Ia bahkan menulis surat terbuka dan membuat analisis kritis yang menyebut IMF sebagai “obat yang salah untuk penyakit yang berbeda.” Menurutnya, solusi dari IMF justru memperdalam kesenjangan dan menggerus kedaulatan ekonomi nasional.

Sikap ini membuatnya sering bersitegang dengan elite politik, termasuk dengan sesama anggota kabinet. Tetapi Kwik tetap konsisten, karena baginya, “tidak ada kompromi dalam hal prinsip.”

2. Mundur karena Tak Bisa Kompromi dengan Korupsi dan Nepotisme

Kwik juga dikenal karena beberapa kali memilih mundur dari jabatan strategis ketika merasa tidak mampu melaksanakan tugas sesuai dengan hati nurani dan prinsipnya.

Salah satu momen penting terjadi ketika ia menolak untuk kembali menjabat atau terlibat aktif dalam pemerintahan jika sistem yang dibangun masih memberi ruang besar pada praktik korupsi dan kolusi. Baginya, jabatan tidak sebanding dengan menggadaikan integritas.

3. Tetap Kritis Meski Sudah Tak di Pemerintahan

Di masa tuanya, Kwik tetap dikenal luas sebagai suara kritis terhadap kebijakan ekonomi yang dianggapnya menyimpang. Ia tidak ragu mengkritik penguasa, termasuk saat menjadi penasihat ekonomi Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019.

Meski sempat muncul di markas TKN Jokowi, Kwik tetap menyuarakan pendapatnya dengan lantang. Ia sering menyampaikan kekhawatiran tentang utang luar negeri, ketimpangan ekonomi, dan oligarki, menunjukkan bahwa meskipun sudah tidak menjabat, ia tidak pernah berhenti memperjuangkan kebenaran versi rakyat.


Kesimpulan:

Kisah monumental Kwik Kian Gie bukan soal kekuasaan, melainkan tentang keberanian intelektual dan moral dalam melawan arus kekuasaan yang menyimpang. Ia adalah contoh pejabat yang tidak silau jabatan, tidak kompromi terhadap prinsip, dan selalu berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia hidup sederhana, berpikir tajam, dan wafat sebagai salah satu simbol ekonom berintegritas tinggi yang langka dalam sejarah Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

BERAS DIKADALI, RAKYAT DITIKAM – “OPLOSAN”

Next Post

Tanah Milik Rakyat, Negara Milik Siapa?

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang
Japanese Supesharu

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’
News

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI
Komunitas

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Next Post
Tanah Milik Rakyat, Negara Milik Siapa?

Tanah Milik Rakyat, Negara Milik Siapa?

Potret Generasi Sandwich Digital

Potret Generasi Sandwich Digital

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute
Bisnis

10 Isu Prioritas Bisnis dan HAM di Indonesia 2026 Versi Setara Institute

by Karyudi Sutajah Putra
February 12, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews - Bisnis dan hak asasi manusia (HAM) adalah seperangkat prinsip yang berfokus pada tanggung jawab pelaku usaha untuk menegakkan...

Read more
Kuorum Tak Terpenuhi, DPR Tunda Paripurna Pengesahan RUU Pilkada

Habis KPK, Terbitlah MK: Dilemahkan!

February 7, 2026
Akankah Gibran Ancam Bunuh Prabowo Seperti di Filipina?

Ketika Prabowo Menantang Gibran Bertarung di 2029

February 7, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026
Hidayah yang Menemukan Akal  Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

Hidayah yang Menemukan Akal Ketika Al-Qur’an Berbicara tentang Peredaran Bumi

February 13, 2026
Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

Prof Euis Amalia: Karya FKI Lebih Konkret Dibanding ICMI dan KAHMI

February 13, 2026
Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

Ketua BEM UGM Dapat Teror Usai Suarakan Kasus Anak Bunuh Diri di NTT

February 13, 2026
Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Terus Kenapa?: Ketika Moral Publik Dipatahkan dengan Santai

IF YOU CAN’T STAND THE HEAT, GET OUT OF THE KITCHEN

February 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pedagang Sea Food di Beijing Terkejut Dengan Larangan Total Impor Jepang

Krisis Suksesi Menghantui UMKM Jepang, Peluang Baru Terbuka bagi Mitra Asing

February 13, 2026
Rakyat Tolak Gibran, Prabowo Terima; Rakyat Minta Adili Jokowi, Prabowo Malah Serukan ‘Hidup Jokowi’

Damai Hari Lubis Bantah Minta Maaf dan Terima Uang: Ini Rekayasa Politik, Bukan Proses Hukum

February 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist