Pipiet Senja
Tiba jua agenda untuk transfusi secara berkala. Kali ini dimajukan sehari untuk pasien lain.
“Karena ada satu dan lain hal,” kata Suster Tuti diumumkan di WAG Thallasemia.”Rabu, 24 Agustus Poliklinik Thallasemia tutup.”
Bagiku tepat jadwalnya, 23 Agustus.
Masalahnya aku lupa, mengira masih minggu depan.
Bulan Agustus ini padat juga agendaku. Ada kelas menulis santri, sekaligus editing dan penyuntingan karya bersama. Ditambah harus hebohan, kangen berat dengan para cucu yang lokasinya di tiga tempat. Mereka sama-sama kepingin ditengok Manini.
Dua cucuku yaitu Zein dan Zia di Kukusan. Qania di Depok. Zidan dan Rolin di…, jauhlah tempatnya. Rahasia, hehe. Semua itu butuh Gopay yang banyak. Karena pasca operasi tulang pinggang, aku tak sanggup kalau harus berangkot-ria. Kecuali sangat daruratlah.
“Rasanya belum lama transfusi,” komentar Butet melalui WAG. “Terakhir kapan?”
“Sebulan yang lalulah, 25 Juli, Nak….”
“Apa karena ada komplikasi atau jantung bermasalah?”
“Lah, kan memang sebulan sekali transfusi Mama. Kok baru nyadar?”
“Iya, jadi ngeri….” Dengan emoticon ngeri-ngeri sedap kaleee!
Kukatakan saja: “Butet gak perlu ngeri. Mama kan memang sudah begini sejak Butet kecil. Yang penting Butet doakan saja, agar Mama kuat dan tangguh. Kalau mati semoga husnul khotimah.”
“Iya, iya, Mama bakalan panjang umur kok. Lihat Qania diwisuda dan nikah. Lihat Butet jadi Notaris, punya firma sendiri….”
“Amin ya Robbalal amin. Jangan lupa kirim Gopay. Sudah, ya, doa Mama untuk Butet sekeluarga.”
Aku simpan ponsel jadul di dalam tas yang penuh dengan dokumen kesehatan.
Begitu sampai di RS. Bhayangkara Brimob, eeeh, baru kusadari kartu pengambilan obat ketinggalan!
Akhirnya hanya ceklab dengan umum alias harus bayar. Karena kalau BPJS hasilnya lama. Sedangkan transfusinya harus besok. Karena limit dana di BCA, terpaksa kutunggu dulu transferan anak.
Menunggu di depan loket Kasir, terasa banyak yang memandangiku. Lah iyalah aneh, kebanyakan orang tak pakai lama kalau depan Kasir. Begitu sudah bayar, jreeeng, pergilah!
Kutengok jam di dinding sudah satu jam. Kelamaan nunggu transferan. Terpaksa kucari ATM BCA. Jalan lumayan jauh. Kukorek juga dana darurat, hanya 200 ribu saja.
Kembali ke loket Kasir, jreeeng saja, bereees!
Di laboratorium langsung diambil darah.
“Tunggu hasilnya satu jam, ya Bu,” kata perawat.
Ternyata harus menunggu 90 menit. Dan transferan anak belum juga masuk, bahkan sampai aku jalan menuju RS Polri Sukanto. Untuk daftar transfusi dan cari darah.
Mulai terasa lapar. Karena tak sarapan, hanya segelas susu diabetasol. Alhamdulillah, sebelum semaput masuk juga transferan si sulung.
“Nuhun pisan, berlimpah rezekimu dan pahala surga berbagi dengan Mama, ya Nak.”
Tak dibalas, pasti sibuk meeting.
Kiriman dari Adhit MP kemarin tinggal berapa ribu. Kukirimkan juga pesan kepada Ustad Muslik Askar Kauny. Semoga masih ada rezeki Manini untuk dana kesehatan.
Usai urusan di RS Sukanto, aku pun pulang. Urusan Gocar Butet yang kirim, ke mana pun mamanya pergi.
Sekian dulu ya, catatan cinta Manini. Mohon ikhlas mendoakan, agar dimudahkan segala urusan pengobatan. Apabila dipanggil Sang Pencipta; kiranya husnul khotimah.
Teruntuk anak, saudaraku dan sahabatku. Ini copas dari Kajian Online yang rutin kuikuti.
Alhamdulillaah ‘alaa kulli halal..
Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad.
Yaa Allah…
Yaa Rahman…
Yaa Rahim…
Bila hari ini masih menjadi bagian hidup kami
Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk menjalaninya
Bila kelopak mata kami masih dapat terbuka
Bimbinglah penglihatan kami untuk senantiasa melihat kebaikan dan kebenaran
Bila mulut kami masih diizinkan berucap
Tuntunlah agar senantiasa mengatakan kejujuran
Bila kaki kami masih diberi kemampuan untuk melangkah
Hantarkanlah ke tempat tempat yang menjadi ibadah kami
Bila tangan kami masih dapat digerakkan
Gerakkanlah untuk memberikan kebaikan bagi orang lain
Bila mentari masih diperkenankan menyentuh raga ini
Sempurnakanlah cahayanya di pagi hari untuk menyehatkan tubuh kami
Bila udara masih menjadi bagian dari napas kami
Lapangkanlah rongga dada ini untuk menghirupnya
Bila dari rezeki yang diturunkan di muka bumi ini masih ada bagian hak kami
Datangkanlah dalam jumlah yang banyak dan barakah bagi kami,
yang halalan thayyiban dari segala arah
Agar kami dapat memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan
Yaa Allah…
Yaa Rabb…
Bila keluarga dan saudarariku masih diperkenankan mewarnai kehidupan kami
Jadikanlah mereka sebagai warna-warni
yang penuh keindahan
penuh kasih sayang, rukun dan damai selalu
Angkat dan hilangkanlah segala penyakit keluarga
dan saudarariku ini
Baik penyakit jasmani maupun penyakit hati
Gantikanlah dengan kesehatan yang sempurna
Serta berikanlah sisa usia yang penuh manfaat dan barakah
Yaa Allah…
Ya Robbana…
Dengan segala yang telah diperlihatkan pada kami
Untuk menjadikan ini semua sebagai pelajaran hidup kami
Karuniakanlah kepada kami sejak hari ini
Sampai Kau utus malaikat-Mu untuk mengangkat ruh ini dari jasad kami dengan limpahan Nikmat dan Kasih Sayang-Mu
Di akhir hayat kami nanti
Kami mohon karunia-Mu untuk mendapatkan anugerah
husnul khaatimah dan masuk surga tanpa hisab
| ReplyForward |

























