• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Latufsidu fil Ardhi: Bencana Bukan Sekadar Takdir, Tapi Sidik Jari Perilaku Manusia

Ali Syarief by Ali Syarief
November 28, 2025
in Bencana, Feature, Spiritual
0
Latufsidu fil Ardhi: Bencana Bukan Sekadar Takdir, Tapi Sidik Jari Perilaku Manusia
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di dalam Al-Qur’an, frasa “lā tufsidu fil-ardh” (janganlah kamu membuat kerusakan di bumi) bukan hanya larangan moral. Ia adalah peringatan kosmik. Kerusakan (fasād) dalam Al-Qur’an melampaui definisi teologis yang sempit: ia mencakup pengrusakan alam, penindasan sosial, kezhaliman politik, keculasan ekonomi, hingga hancurnya tatanan akal sehat. Singkatnya: segala tindakan yang merusak harmoni ciptaan dan martabat manusia.

Ayat lain menegaskannya dengan bahasa yang lebih tajam:
“Zhahara al-fasādu fil-barri wal-bahri bimā kasabat aidin-nās…” — Telah tampak kerusakan di darat dan laut sebab ulah tangan manusia (QS. Ar-Rum: 41). Ayat ini menyingkap hubungan sebab–akibat yang gamblang: bencana bukan semata keputusan Tuhan, melainkan konsekuensi logis dari perbuatan manusia sendiri.

Namun dalam banyak tradisi lisan, setiap gempa, banjir, gagal panen, atau wabah sering dikembalikan pada satu kata pamungkas: takdir. Seolah Tuhan mendesain dunia sebagai panggung kebrutalan acak di mana manusia hanya pemeran tanpa kuasa. Padahal Al-Qur’an menyajikan narasi berbeda: Tuhan memberi ketentuan sunnatullāh (hukum-hukum kausal), sedang manusialah yang memilih apakah akan memeliharanya atau menginjaknya.

Musibah dan Kekeliruan dalam Memahaminya

Musibah (muṣībah) berasal dari akar kata aṣāba — “sesuatu yang mengenai tepat pada sasarannya.” Ironisnya, sasarannya sering kali bukan manusia tak bersalah yang menjadi korban pertama, melainkan perilaku kolektif manusia yang menyimpang dari hukum keseimbangan. Al-Qur’an tidak menafikan adanya ujian ilahi, tetapi ketika berbicara tentang kerusakan di bumi dan bencana yang meluas, ia berkali-kali menunjuk perbuatan kita sebagai biang keladi.

Ketika hutan dibabat tanpa kendali, lalu banjir bandang menelan desa, di sana ada tangan manusia yang menandatangani kerusakan itu. Ketika sungai dipenuhi limbah, lalu wabah penyakit kulit dan gagal panen ikan merebak, itu bukan langit yang salah menulis takdir—itu tinta kita sendiri yang bocor di tubuh bumi. Ketika korupsi merampas dana mitigasi, lalu rumah-rumah runtuh karena konstruksi murahan, para korban gugur bukan oleh skenario Tuhan—mereka tumbang oleh kerakusan manusia yang menyaru sebagai “ketentuan”.

Menisbatkan semua itu pada takdir tanpa telaah, sama saja dengan menghilangkan tanggung jawab manusia dan menuduh Tuhan sebagai pelaku kerusakan. Dan itu jelas bertentangan dengan logika Al-Qur’an, yang mengajarkan bahwa Allah Maha-Adil (al-‘Adl) dan tidak menzhalimi manusia, sementara manusialah yang sering menzhalimi dirinya sendiri.

Takdir vs Pilihan: Menempatkan Tuhan pada Posisi yang Benar

Takdir memang ada, tetapi tak masuk akal jika Tuhan menjadi kambing hitam atas kerusakan yang juga dilarang-Nya. Jika Allah berkata jangan merusak, lalu kerusakan terjadi karena kita merusak, kemudian kita menuduhnya “takdir Allah,” kita sedang melakukan dua kesalahan logika sekaligus:

  1. Menghapus peran kehendak dan tanggung jawab manusia yang jelas diakui Al-Qur’an.
  2. Menyalahkan Tuhan atas sesuatu yang justru Ia larang, dan itu mengaburkan sifat rububiyah-Nya yang menata dengan hikmah.

Takdir Allah adalah sistem keseimbangan. Kekacauan adalah ketika kita menolak sistem itu.

Pencemar lingkungan, pemicu perang, pelaku riba yang menindas, penguasa zhalim yang menebar ketidakadilan—merekalah yang oleh Al-Qur’an digolongkan sebagai pelaku fasād. Mereka mungkin tak memegang gergaji, mungkin tak menyulut api secara fisik, tetapi kerusakan di bumi juga bisa berwujud kebijakan yang merusak, teori ekonomi yang menindas, dan arogansi ilmu yang tak beretika.

Membaca Bencana dengan Mata Tanggung Jawab

Saat bencana datang, respons Al-Qur’an bukan fatalisme, melainkan refleksi evaluatif: “Apa yang telah kita lakukan hingga bumi kehilangan keseimbangan?” Menangis sah, berdoa perlu, tetapi berhenti pada “sudah takdir” adalah pembacaan yang terlampau malas untuk kitab yang berkali-kali memuji orang berpikir, menimbang, dan mengambil ibrah.

Al-Qur’an memanggil kita untuk memperbaiki (iṣlāh), bukan sekadar pasrah (istislām positif, bukan istislām pasif). Ketaatan bukan hanya sujud di sajadah—ia juga menanam pohon, menutup lubang sosial, menolak kezhaliman, mengelola alam dengan ilmu yang amanah, dan menata peradaban tanpa merusak masa depan generasi.


Jika bumi hancur karena perbuatan tangan manusia, maka masa depannya pun akan sembuh oleh perbuatan tangan manusia yang bertanggung jawab.
Allah memberi takdir berupa hukum keseimbangan. Manusia memberi keputusan apakah hukum itu dirusak atau dirawat.

Dan ketika musibah lahir dari perbuatan kita sendiri, menyebutnya “takdir Tuhan” bukan hanya keliru secara intelektual—ia juga ketidakjujuran spiritual.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Award Mana Saja, Yang Penting Tampil: Negeri Etalase Tanpa Substansi

Next Post

Bola Panas Muktamar PII: Regenerasi Jangan Disandera

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung
Bencana

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Next Post
Bola Panas Muktamar PII: Regenerasi Jangan Disandera

Bola Panas Muktamar PII: Regenerasi Jangan Disandera

Hukum Sebagai Panglima: Benarkah Kekuasaan Tetap di Tangan Presiden?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist