• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Mandiri atau Mati: Ketika Martabat Bangsa Ditentukan oleh Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Sendiri

Ali Syarief by Ali Syarief
June 22, 2025
in Economy, Feature
0
Mandiri atau Mati: Ketika Martabat Bangsa Ditentukan oleh Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Sendiri
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang mampu mengimpor barang termewah dari negeri seberang. Bukan pula bangsa yang tergoda diskon produk luar negeri lalu melupakan jati dirinya. Bangsa yang benar-benar besar—dan patut disebut mulia—adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Dari beras hingga benang, dari sendal jepit hingga semikonduktor, dari sayur dapur hingga bahan baku industri. Kemandirian itulah yang menentukan derajat sebuah bangsa di mata dunia—dan lebih penting lagi—di mata rakyatnya sendiri.

Cak Imin, dalam sebuah kunjungan ke Majalaya, mengucapkan dengan getir apa yang selama ini hanya menjadi bisik-bisik: “Semua yang kita pakai, kita makan, masih bergantung pada impor.” Ia tak sedang berretorika. Ia hanya sedang menyuarakan kenyataan yang menyakitkan. Kenyataan bahwa negeri yang dulu menjadi pusat rempah dunia, kini harus mengimpor garam. Negeri agraris yang sawahnya luas, kini tergantung pada beras Vietnam dan Thailand. Bahkan sepatu yang kita pakai—yang dibuat di negeri sendiri—alasnya pun impor.

Ini bukan sekadar soal ekonomi. Ini soal martabat. Bangsa yang tidak bisa menyediakan kebutuhannya sendiri, tidak bisa disebut berdaulat. Bangsa yang mengemis barang dari luar negeri tidak punya kehormatan untuk berdiri sejajar di forum internasional. Ia akan selalu menjadi pasar, bukan produsen. Konsumen, bukan pencipta.

Seorang pemikir ekonomi klasik, Adam Smith, pernah mengingatkan: “No society can surely be flourishing and happy, of which the far greater part of the members are poor and miserable.” Maka, bagaimana mungkin kita berbicara tentang kemajuan dan pertumbuhan, jika sebagian besar rakyatnya tidak punya pekerjaan karena industri lokal dihancurkan oleh produk impor murah?

Lihatlah sejarah bangsa-bangsa yang bangkit. Jepang, setelah luluh lantak oleh bom atom, membangun kembali dengan satu tekad: berdiri di atas kaki sendiri. Mereka menutup diri, bukan karena membenci dunia, tetapi karena mencintai martabat bangsanya. Mereka tidak ingin generasi setelahnya tumbuh dengan rasa rendah diri karena tak mampu membuat jarum sekalipun. Kini, mereka bukan hanya mampu membuat jarum, tapi juga teknologi tercanggih di dunia.

Bandingkan dengan kita. Masih kita banggakan jalan tol dan gedung pencakar langit yang sebagian besar bahan bakunya impor. Masih kita puja pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada belanja barang dari luar. Sementara industri lokal kita terengah-engah, kalah bersaing, bahkan mati sebelum berkembang. Bahkan pemerintah sendiri, lewat berbagai proyek, lebih senang mengimpor ketimbang memberdayakan produk dalam negeri.

John F. Kennedy pernah berkata, “Let every nation know… that we shall pay any price, bear any burden… to assure the survival and the success of liberty.” Tapi bagaimana bisa kita bicara tentang kemerdekaan dan kebebasan, jika nasi yang kita makan pun bergantung pada kemurahan negara lain?

Apa jadinya jika tiba-tiba dunia menutup diri? Jika laut tak bisa dilayari? Jika perang dagang meletus? Apa yang akan kita makan, pakai, gunakan? Mandiri bukan pilihan mewah di masa kini. Mandiri adalah keharusan jika kita ingin eksis di masa depan.

Cak Imin benar ketika ia meminta pembatasan impor yang mengganggu industri dalam negeri. Tapi permintaan saja tak cukup. Yang diperlukan adalah keberanian politik. Keputusan strategis. Kebijakan yang berpihak. Tidak cukup hanya dengan verifikasi data UMKM, tetapi juga komitmen untuk membeli dari mereka, membesarkan mereka, dan menjadikan mereka tulang punggung ekonomi nasional.

“Self-reliance is the only road to true freedom,” kata Pat Nixon. “And being one’s own person is its ultimate reward.” Kemandirian bukan berarti menutup diri dari dunia. Tapi itu berarti dunia tidak bisa menutup kita dari kehidupan. Kemandirian adalah cara paling elegan untuk menolak dijajah. Sebab penjajahan gaya baru tak datang dengan meriam, tapi dengan kontainer dan nota impor.

Jika kita tidak ingin menjadi bangsa pelayan di negeri sendiri, maka saatnya berdiri. Mulailah dari hal yang paling sederhana: membeli produk sendiri, memproduksi apa yang kita butuhkan, dan menghormati jerih payah petani, pengrajin, dan pelaku UMKM yang selama ini bertarung sendirian.

Mandiri atau mati. Tidak ada pilihan ketiga.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Cak Imin Kritik Ketergantungan Impor: “Sepatu Bikinan Kita, Alasnya Masih Impor”

Next Post

Cak Imin mengendus, KPK memburu “Gus Yaqut”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
Next Post
Cak Imin mengendus, KPK memburu “Gus Yaqut”

Cak Imin mengendus, KPK memburu "Gus Yaqut"

Berkah Orang Tua, Tapi Jalannya Belok ke Mana-Mana

Berkah Orang Tua, Tapi Jalannya Belok ke Mana-Mana

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist