• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Matahari Kembar Membara di Solo: Tedjowulan Kuda Hitam?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 16, 2025
in Feature, Sejarah
0
Matahari Kembar Membara di Solo: Tedjowulan Kuda Hitam?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Matahari Kembar, metafora dari dua pemimpin dalam satu institusi, terbit dan langsung membara di Solo, Jawa Tengah. Akankah berlangsung hingga 13 tahun?

Matahari lama, yang semula juga kembar, memang sudah terbenam, Ahad (2/11/2025) lalu. Tiga hari kemudian, muncul matahari baru. Seminggu kemudian, muncul matahari baru yang lain. Kini, matahari baru itu menjadi dua alias kembar.

Matahari lama yang semula kembar itu ialah Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng kaping Tiga Welas ing Nagari Surakarta Hadiningrat, selanjutnya disebut Pakoeboewono XIII atau PB XIII, yang mangkat atau wafat atau meninggal dunia pada Ahad (2/11/2025) lalu.

Tiga hari kemudian, atau Rabu (5/11/2025), anak lelaki bungsu atau putra tunggal dari istri ketiga PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono atau Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Pradapaningsih, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram atau biasa disapa Gusti Purboyo menobatkan diri sebagai PB XIV, pengganti ayahandanya, PB XIII.

Penobatan diri ini dilakukan Gusti Purboyo saat melepas jenazah ayahandanya di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk dimakamkan di Astana Pajimatan Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Kompleks Makam Raja-raja Mataram.

Seminggu setelah itu, anak lelaki tertua dari istri kedua PB XIII, KRAy Winarni, yakni Gusti Raden Mas Soerjo Soeharto atau Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hangabehi alias Mangkubumi dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Kraton Surakarta yang diketuai GRAy Koes Moertiyah Wadansari alias Gusti Moeng sebagai PB XIV, pengganti ayahandanya, PB XIII.

Di antara keduanya ada KGPA Panembahan Agung Tedjowulan yang mengklaim diri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) atau Raja Surakarta ad interim, mengingat selama ini ia berstatus sebagai Maha Menteri yang selalu mendampingi PB XIII, atau menjadi semacam Perdana Menteri. Tedjowulan tak mengakui penobatan Gusti Purboyo maupun Gusti Mangkubumi.

Deja vu. Matahari Kembar yang kini terbit dan membara di Solo sebenarnya merupakan pengulangan peristiwa yang sama pada 2004 lalu. Begitu PB XII wafat, terjadi perebutan takhta antara GRM Suryo Partono atau KGPA Hangabehi versus KGPA Tedjowulan. Keduanya muncul sebagai Matahari Kembar. Setelah konflik berlangsung 13 tahun, termasuk konflik fisik, barulah pada 2017 kedua pihak berdamai. Itu pun selelah pemerintah pusat, yakni Presiden Joko Widodo yang juga dari Solo, ikut cawe-cawe. Tedjowulan akhirnya mengakui keberadaan Hangabehi sebagai PB XIII. Kompensasinya, Tedjowulan mendapat gelar Panembahan Agung dan diangkat sebagai Maha Menteri atau semacam Perdana Menteri.

Akankah konflik antara Gusti Purboyo dan Gusti Hangabehi berlangsung 13 tahun pula, seperti PB XIII dengan Tedjowulan?

Kita tak tahu pasti. Yang jelas, kedua belah pihak punya alasan atau landasan masing-masing. Gusti Moeng mengklaim, sebagai anak laki-laki tertua PB XIII, maka Gusti Mangkubumi berhak menjadi pewaris mahkota raja dan melanjutkan takhta ayahandanya sesuai hukum adat.

Adapun GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani, anak sulung PB XIII dari pernikahan pertamanya dengan KRAy Endang Kusumaningdyah, mengklaim Gusti Purbaya paling berhak mendapatkan mahkota yang ditinggalkan PB XIII, karena dialah yang dinobatkan sebagai Putra Mahkota pada 2022 lalu.

Dengan alasan masing-masing yang sama-sama kuat, bisa jadi perseteruan Matahari Kembar di Solo itu akan berlangsung hingga 13 tahun seperti sebelumnya.

Pertanyaannya, haruskah pemerintah pusat turun tangan lagi seperti tahun 2017 lalu? Lantas, kapan Kasunanan Surakarta akan mandiri dalam menyelesaikan konflik internal?

Tedjowulan Kuda Hitam?

Beredar surat dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon tentang pengelolaan Kraton Surakarta. Dalam surat itu, seperti dilansir sebuah media, Tedjowulan bertindak sebagai Maha Menteri yang bakal mendampingi suksesi raja baru.

Surat beromor 10596/MK.L/KB.10.03/2025 itu ditujukan kepada Pengageng Sasana Wilapa dan Lembaga Dewan Adat Kraton Surakarta. Surat bertarikh 10 November 2025 itu diteken Mendikbud Fadli Zon.

Dalam surat tersebut dinyatakan pemerintah sejak beberapa tahun lalu telah mengakui bahwa kepemimpinan Kraton Surakarta dipegang oleh PB XIII bersama Maha Manteri KGPA Tedjowulan. Sehingga, usai wafatnya PB XIII, untuk masalah suksesi harus melalui rembugan bersama KGPA Terjowulan.

Tedjowulan pun merasa di atas angin. Ia tak mau mengakui penobatan Gusti Purbaya maupun Gusti Hangabehi sebagai PB XIV.

Akankah adik kandung PB XIII ini menjadi kuda hitam dan menobatkan diri sebagai PB XIV dan akhirnya mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat?

Kita tunggu saja tanggal mainnya!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prestasi yang Dipoles, Realitas yang Tersingkap

Next Post

MK : Dari “Mahkamah Keluarga” ke Penjaga Konstitusi Sejati

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
MK : Dari “Mahkamah Keluarga” ke Penjaga Konstitusi Sejati

MK : Dari “Mahkamah Keluarga” ke Penjaga Konstitusi Sejati

Badai Kriminalisasi: TPUA Siap Bertempur! Empat Aktivis Diburu karena Bongkar Dugaan Ijazah Jokowi

Membaca Nurani Polisi - Mengapa Pemanggilan Ros Suryo Cs Tidak Berujung Penahanan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...