• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

MBG: DARI JANJI BERGIZI KE BERACUN

fusilat by fusilat
September 30, 2025
in Bencana, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG), yang digadang-gadang sebagai terobosan ideologis untuk menyelamatkan anak-anak dan ibu hamil dari jerat kemiskinan gizi, kini justru menjadi cerminan kegagalan tata kelola yang memalukan. Di tangan Presiden Prabowo Subianto, MBG seharusnya menjadi mercusuar harapan: anak-anak sekolah terpenuhi gizinya, ibu hamil terlindungi dari stunting, dan bangsa melangkah menuju generasi emas. Namun, apa yang terjadi? MBG bukan lagi singkatan dari “bergizi,” melainkan ejekan baru: beracun!

Proyek vs Program: Mana yang Dikejar, Cuan atau Ideologi?

Dalam dunia manajemen, proyek adalah soal eksekusi teknis: anggaran, jadwal, dan target spesifik. MBG sebagai proyek melibatkan pembangunan dapur, pengadaan bahan makanan, dan logistik. Ini adalah wilayah “cuan”—dana mengalir, kontrak dibagikan, dan peluang korupsi mengintip. Sebaliknya, program adalah visi jangka panjang, berpijak pada kebermanfaatan sosial dan nilai ideologis. MBG sebagai program seharusnya tentang gizi anak-anak, pemberdayaan komunitas, dan pengentasan stunting. Sayangnya, MBG tersandung di ranah proyek: serampangan, sembrono, dan penuh skandal. Apa yang salah? Semuanya! Alih-alih memanfaatkan kantin sekolah, dapur pesantren, atau UMKM lokal—yang sudah terbukti mampu menyediakan makanan layak—pemerintah memilih membangun dapur-dapur baru. Keputusan ini bukan hanya boros, tetapi juga bencana. Ribuan dapur ternyata tidak memenuhi standar mutu kuliner. Lebih parah lagi, laporan mengungkap adanya dapur palsu—bayangkan, infrastruktur fiktif yang hanya ada di kertas demi menyerap anggaran. Demi apa? Jelas bukan demi anak-anak yang kelaparan atau ibu hamil yang kekurangan gizi. Ini soal cuan, bukan cita-cita.

Struktur Anggaran: Ladang Korupsi atau Ketidakbecusan?

Struktur anggaran MBG menjadi sasaran kritik tajam, dan bukan tanpa alasan. Dana miliaran yang seharusnya mengalir untuk makanan bergizi malah tersedot ke proyek-proyek misterius. Transparansi? Nol. Akuntabilitas? Hilang entah ke mana. Publik hanya bisa menduga-duga: apakah ini soal korupsi sistematis atau sekadar ketidakmampuan mengelola program sebesar ini? Yang jelas, anggaran yang buram ini menjadi bahan bakar bagi skeptisisme masyarakat. Jika MBG benar-benar untuk rakyat, mengapa laporan keuangannya lebih samar dari kabut pagi?

Keracunan Massal: Bukti Kegagalan yang Mematikan

Puncak tragedi MBG adalah keracunan makanan massal. Ribuan anak sekolah dan ibu hamil menjadi korban, bukan karena gizi buruk, tetapi karena makanan dari dapur-dapur pemerintah yang tidak layak. Standar higienis diabaikan, pengawasan kualitas absen, dan hasilnya adalah bencana kesehatan publik. MBG, yang seharusnya menjadi simbol harapan, kini menjadi momok. Di media sosial dan percakapan sehari-hari, MBG telah berubah makna. “Jangan kasih saya MBG!” kini adalah sindiran pedas untuk makanan berkualitas rendah. Program yang diimpikan sebagai solusi gizi malah menjadi standar paling bawah kuliner—sinonim dengan beracun.

Suara Rakyat: Teriakan Penolakan

Anak-anak, orang tua, dan komunitas tidak tinggal diam. “Mending beli di kantin daripada diracun MBG!” begitu teriak mereka. Sudah banyak yang menyuarakan kekecewaan terhadap program yang lebih mirip petaka daripada janji. Kantin sekolah, yang selama ini mampu menyediakan makanan sederhana namun aman, tiba-tiba terlihat seperti oase di tengah gurun kegagalan MBG. Pesantren, dengan dapur-dapur tradisionalnya, juga terbukti lebih andal daripada dapur-dapur buatan pemerintah. Mengapa pemerintah tidak belajar dari yang sudah ada? Mengapa harus membangun sesuatu yang baru, mahal, dan ternyata sia-sia?

Kredit untuk Prabowo, Tapi Juga Kutukan

Sebagai penggagas, Presiden Prabowo Subianto memang berhak atas kredit jika MBG sukses. Namun, kegagalan ini juga pasti akan melekat padanya. Publik tidak buta: mereka melihat program yang lahir dari visi mulia itu kini tenggelam dalam lumpur mismanagement. MBG bukan lagi soal gizi, tetapi soal ambisi politik yang dieksekusi dengan ceroboh. Jika dibiarkan, program ini tidak hanya akan merusak kepercayaan publik, tetapi juga menjadi noda permanen dalam legacy kepemimpinan Prabowo.

Jalan Keluar: Kembali ke Akar, Dengarkan Rakyat

MBG masih bisa diselamatkan, tetapi hanya dengan perubahan radikal. Pertama, hentikan pembangunan dapur baru yang tidak perlu. Manfaatkan kantin sekolah, dapur pesantren, dan UMKM lokal untuk distribusi makanan. Ini bukan hanya lebih hemat, tetapi juga memberdayakan ekonomi komunitas. Kedua, perketat pengawasan kualitas. Terapkan standar higienis dan gizi yang tidak bisa ditawar, dengan audit independen untuk mencegah kecurangan. Ketiga, transparansi anggaran. Publik berhak tahu ke mana setiap rupiah mengalir. Terakhir, dengarkan rakyat. Anak-anak dan orang tua bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga suara kritis yang bisa membimbing program ini kembali ke jalur yang benar.

Penutup: MBG Harus Kembali Bergizi

MBG seharusnya menjadi program yang membanggakan, bukan bahan tertawaan. Kegagalan ini bukan hanya soal dapur palsu atau makanan beracun, tetapi tentang pengkhianatan terhadap anak-anak dan ibu hamil yang berhak atas masa depan lebih baik. Jika pemerintah tidak segera bertindak, MBG akan terus menjadi simbol ketidakbecusan—dan rakyat, seperti biasa, yang membayar harganya. Presiden Prabowo, bola ada di tangan Anda. Jangan biarkan janji makan bergizi ini berakhir sebagai bencana keracunan.(MDA)

*Lereng Lawu, 30 September 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Makan Bergizi Gratis: Bayang-Bayang Gagal ala Food Estate

Next Post

Dalam Fislafat Tiongkok : Tiga Sosok Yg Paling Membahayakan

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Mendukung RIKA Meraih Jakarta 1: Mempermudah Target Jokowi-Kaesang-Gibran

Dalam Fislafat Tiongkok : Tiga Sosok Yg Paling Membahayakan

Harta, Marx, dan Islam: Sebuah Pertemuan Tak Terduga

Harta, Marx, dan Islam: Sebuah Pertemuan Tak Terduga

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...